makanan yang baik bagi asam urat

                  PENGATURAN NUTRISI PADA ASAM URAT DAN HIPERURICEMIA


GAMBARAN UMUM
asam urat dan makanan tinggi purin





Asam urat dalam dunia kedokteran di kenal sebagai gout atau pirai,Gout atau asam urat merupakan penyakit kelainan metabolisme purin yang mengakibatkan peradangan sendi dan pembengkakan sendi ( biasanya pada sendi lutut dan kaki ). Gout di tandai dengan hiperurikemia dan penimbunan kristal asam urat di jaringan persendian dan juga terjadi di ginjal, tulang rawan dan jaringan lainnya.

Insiden gout pada pria lebih sering dari pada wanita, juga terutama pada umur yang lanjut dan kadang- kadang heriditer, terdapat 2 jenis gout yaitu : 
  • Gout primer    : Ini di tandai dengan produksi asam urat yang berlebihan atau ekskresi asam uratnya berkurang.
  • Gout sekunder : Gout ini dapat di sebabkan oleh toksin atau obat yang mengakibatkan ekresi asam urat menurun dan mencetuskan serangan akut, seperti obat- obatan golongan salisilat, diuretik dan timah.
Gejala- gejala sama urat secara keseluruhan biasanya pada yang akut adalah rasa sakit sekali pada sendi yang terkena, panas, merah di sertai pembengkakan sendi yang terkena. Diantara serangan biasanya tanpa gejala dan kemudian akan timbul kembali secara berulang sehingga menimbulkan gambaran poliatritis.

Faktor - faktor yang mempengaruhi terjadinya kenaikan asam urat ndarah antara lain, obesitas, obat anti hipertensi, Diabees melitus, hiperinsulinisme, hiperlipidemia, masukan alkhol yang berlebihan dan kemoterapi.

OBYEKTIF PENATALAKSANAN
  • Mengupayakan berat badan normal. Bila penderita obese (gemuk), maka berat badan di turunkan bertahap untuk menghindari ketonemi, atau penumpukan badan keton di dalam darah yang merupakan faktor prespitasi serangan akut.
  • Minum banyak kurang lebih 3 liter/hari untuk meningkatkan ekskresi asam urat dan mencegah batu ginjal.
  • Obati hiperlipidemia, atau lemak yang berlebihan
  • Cegah komplikasi seperti hipertensi, penyakit ginjal dan stroke.
DIAGNOSIS DAN MENEJEMEN NUTRISI
  1. Diagnosis
Cara untuk mendiagnosis asam urat yang berlebih sehingga menimbulkan manifestasi klinis adalah : 
  • Anamnesis
Untuk mendiagnosis asam urat, sebaikanya di tanyakan apakah penderita tersebut banyak memakan makanan yang mengandung sumber purin, apakah penderita sering mengkonsumsi alkhohol, ataukah ada riwayat keluarga yang menderita asam urat.
  • Pemeriksaan fisik
Klinis
- Pada daerah persendian yang terkena misalnya pada daerah lutut atau sendi pada jari kaki akan nampak tanda - tanda peradangan seperi pembengkakan, kemerahan, panas, rasa nyeri dan gangguan fungsi gerak.
- Pengukuran berat badan dan tinggi badan
- Pengukuran tekanan darah.
  • Pemeriksaan laboratorium
- Kadar asam urat dalam darah wajib di perksa, karena diagnosis pasti asam urat hanya lewat pemeriksaan laboratorium asam urat dalam darah.
- pemeriksaan trigliserida
- pemeriksaan cholesterol
- pemeriksaan glukosa
- pemeriksaan SGOT,SGPT
- pemeriksaan adanya kristal asam urat dalam urin
  • Diagnosis
- Disebut hiperurikemia, bila kadar asam urat darah pada pemeriksaan laboratorium :
         PRIA       : lebih dari 6mg/dl
         WANITA : lebih dari 7 mg/dl
- Adanya tanda peradangan dan pembengkakan sendi.


MANAJEMEN NUTRISI PADA PASIEN ASAM URAT
  • Diberikan diet protein 0,8mg/kg BB/hari dengan karbohidrat tinggi dan rendah lemak
  • Pembatasan makanan tinggi purin
  • Pada keadaan akut, hindari masukan purin sekitar 100-150mg/hari
  • Hindari minuman beralkohol
  • Bila di perlukan, turunkan berat badan dengan diet rendah kalori
Berikut ini adalah kandungan berbagai jenis makanan dan kandungan purin pada makanan tersebut.pada penderita asam urat, makanan yang mengandung purin yang tinggi sebaiknya di hindari.
Tabel kandungan purin pada berbagai jenis makanan
Perhatiakan tabel makanan yang mengandung jumlah perin yang berlebih pada kategori tiga, dimana makanan yang mengandung tinggi purin adalah jenis makanan yang seharusnya di hindari terutama pada penderita asam urat.

INTERAKSI OBAT

Pada pengobtan asam urat, prinsip pengobatannya adalah pada serangan akut, sebaiknya diatasi dahulu tanda- tanda peradangan nya, dengan memberiakan obat- obat analgesik antipiretik, setelah beberapa hari pengobatan, setelah tanda - tanda peradangan berhenti atau berkurang, barulah di lakukan pengobatan untuk mengurangi asam urat dalam darah dan meningkatkan sekresi atau pengeluaran asam urat.
yang perlu di perhatiakan pada penggunaan obat untuk mengatasi asam urat, adalah interaksi obat yang terjadi.
Berikut ini interaksi obat yang terjadi pada pengobatan asam urat :

  • Analgesik, biasanya menyebabkan mual dan ganguan pada lambung, hindari pemakaian bersama dengan obat- obatan urikosurik (obat untuk meningkatkan pengeluaran asam urat) bila mengkonsumsi analgesik.
  • Obat- obat urikosuri : probenesid/benemid, menghambat arbsopsi asam urat di ginjal. Obat- obatan ini dapat memberikan efek samping berupa nafsu makan berkurang, mual, muntah dan sakit gusi mungkin terjadi. Penderita perlu minum yang cukup untuk mengkonsumsi obat ini.
  • Allupurinol yang merupakan salah satu obat yang menghambat produksi asam urat, penderita perlu minum air yang cukup, gejala- gejala gastro intestinal ringan dapat timbul. Oleh karena itu allupurinol, sebaiknya di minum setelah makan.
  • Indometasin atauy ACTH untuk mengurangi panas dan bengkak. Golongan obat ini memerlukan restriksi asupan Na. Hati- hati dengan kenaikan gula darh.
HAL-HAL YANG PERLU DI PERHATIKAN POADA PENDERITA ASAM URAT
  • Alkhol dapat menyebabkan serangan akut gout
  • Hindari puasa yang berlebihan
  • Hindari stress, biasakan hidup dengan aktivitas santai
  • Gejala- gejala peradangan sendi, bisa di bantu dengan mengkonsumsi asam lemak omega3
  • hindati tablet yeast atau makanan yang mengandung yeast