Perubahan Tubuh Wanita yang hamil dan hal yang harus di perhatikan

             MENGENAL BERBAGAI BENTUK PERUBAHAN  FISIK TUBUH  DAN HAL 
                      YANG HARUS DI PERHATIKAN PADA WANITA  HAMIL


Kehamilan (graviditas) adalah keadaan yang di mulai dengan pembuahan (konsepsi) sampai pada persalinan, sedangkan  Persalinan itu sendiri adalah proses pengeluaran bayi dari badan ibu.
biasanya setelah masa persalinan, seorang ibu akan mengalami masa nifas. Yang di maksud masa nifas atau puerperium adalah masa sesudah persalinan yang di perlukan untuk pulihnya alat kandungan seperti keadaan sebelum hamil, masa Nifas ini lamanya kira- kira 6 minggu.

PERUBAHAN TUBUH PADA WANITA HAMIL
Selama hamil, biasanya tubuh seorang wanita hamil akan mengalami banyak perubahan. Perubahan ini terjadi sejak fertilisasi atau pembuahan dan berlangsung selam masa kehamilan. Semua perubahan ini akan kembali seperti sebelum hamil setelah melahirkan dan menyusui.

Peubahan pada Uterus
  • Normal
    • Uterus adalah termasuk organ genitalia interna pada wanita yang merupakan suatu bangunan yang sebagian besar terdiri dari jaringan otot (endometrium, myometrium dan perimetrium), terletak di median rongga pelvis. 
    • Pada usia reproduksi ukuran uterus normal adalah 7,5x5x2,5 cm. 
    • Rongga uterus di sebut cavum uteri yang berhubungan dengan vagina melalui canalis cervikalis uteri. 
    • Canalis cervikalis berada di dalam cervic uteri, ujung atas dan bawahnya di sebut orificium uteri internum dan eksternum.
    • Posisi uterus bervariasi, kedudukannya terhadap vagina dapat berupa anteversio, retro versio, dextropositio, atau sinistro posio.
    • Kedudukan corpus uteri terhadap cervic uteri dapat berupa ante, retro dan latero fleksio. Posisi uterus yang terbanyak terdapat di Indonesia adalah retrofleksio yang sudutnya bisa 45-90'derajat, Keadaan uterus yang ekstrem di sebut hyperretrofleksio.
    • Sebelum hamil uterus beratnya 70 gram dan rongganya tidak lebih dari 10 cm.
    • Perubahan uterus Pada masa kehamilan.
    • gambar pembesaran uterus
      • Selama hamil, dinding uterus menjadi lebih tipis, dan rongganya membesar hingga bisa terisi oleh janin plasenta dan cairan amnion. Pada akhir kehamilan, Volume rongga uterus kurang lebih 5 L kadang sampai 20L
      • Berat uterus menjadi bertambah dari 30 gr menjadi 1100 gr
      • Terjadi pembesaran uterus, ini terjadi karena hipertophi dan hyperplasia
        • Pembesaran uterus mula- mula aktif selanjutnya dinding uterus menebal karena pengaruh ekstrogen (terjadi juga pada kehamilan ektopic)
        • Pada bulan ke 4 dan seterusnya terjadi pembesaran pasif, yang terjadi karena pertumbuhan embrio yang lebih cepat dari uterus, sehingga cavum uterus tumbuh.
        • Isthmus uteri menjadi segmen bawah uterus
        • Ukuran, bentuk dan posisi uterus
          • Mula- mula berbentuk buah pear, lalu menjadi bulat dan akhirnya berbentuk ovoid.
          • Mulai kehamilan 12 minggu, uterus keluar dari pelvis, menempel pada dinding perut, mendesak intestinum kedepan dan keatas dan mencapai hati.
      gambar perubahan uterus selama kehamilan
        • Contractility
          • Sejak trisemester 1 uterus berkontraksi secara ireguler, biasanya tidak nyeri (braxton hicks). Pada akhir kehamilan, kontraksi menjadi makin sering, kadang- kadang terasa nyeri (His palsu)
      • Perubahan pada Cervic
        • Sejak satu bulan setelah konsepsi, Cerviks menjadi lunak dan cyanosis, penyebabnya adalah penambahan vaskularisasi dan endema seluruh cervic serta hipertrofi kelenjar cervic.
        • Selama kehamilan, mulut rahim (cervix) ditutup dengan ketat untuk membantu mempertahankan bayi didalam kandungan. Sewaktu kelahiran bayi, mulut rahim (cervix) membuka lebar untuk mengizinkan bayi melewati vagina.
        • Perubahan pada Ovarium
          • Ovarium adalah tempat produksi sel telur (ovum) Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi ovarium diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/beristiraha
          • Ukuran ovarium bervariasi, pada umumnya berukuran 3,2x2,5x1cm
          • ovulasi tidak terjadi selama kehamilan.
          • Corpus luteum gravidatum sampai bulan ke 4.
        • Perubahan pada Vagina
          • Vagina merupakan suatu saluran yang di kelilingi jaringan otot yang kuat, didalam lumen vagina terdapat lipatan mukosa yang di sebut Columna rugarum atau rugee vaginalis.
          • Tidak jauh dari introitus vaginae terdapat selaput melintang terhadap vagina dengan lubang kecil di tengahnya disebut hyemen.
          • Sumbu vagina sejajar dengan pintu keluar rongga panggul, yang pada wanita berbaring membentuk sudut 30-40 derajat, terhadap bidang horizontal. Sudut ini penting pada pemeriksaan Ginekologi.
          • Pada kehamilan :
            • Selama kehamilan terjadi penambahan vaskularisasi dan hiperemia pada kulit dan otot di perineum vulva.
            • Penebalan vaskularisasi menyebabkan vagina berwarna violet (chadwik sign)
            • Mukosa vagina menebal, terjadi pelonggaran jaringan ikat dan hipertrofi otot polos
        • Perubahan pada Kulit

        gambar linea nigra

          • Akan nampak striae gravidarum yaitu garis kemerahan, sedikit depresed, biasanya timbul pada akhir kehamilan di perut dan kadang- kadang pada paha dan payudara. Pada Multipara (wanita yang pernah melahirkan) warna striae menjadi keperakan.
          • Linea alba menjadi linea nigra
          • Cloasma (melasma) gravidarum kadang akan tampak yaitu bercak kecollatan pada mulaka dan leher.
        • Perubahan pada Payudara
          • Pada permulaan kehamilan payudara akan menjadi sensitif dan nyeri
          • Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, dan kolostrum.
          • Setelah bulan kedua, mamae membesar dan terlihat vena bawah kulit
          • Pada payudara akan keluar colostrum
          • Areola melebar dan berwarna lebih gelap, terdapat tonjolan kecil menyebar (Montgomery's tubercle)
        • Perubahan Metabolisme
          • Semua fungsi metabolik yang meningkat selama kehamilan untuk menyediakan kebutuhan janin, plasenta dan rahim serta untuk meningkatkan laju metabolisme basal.
          • konsumsi oksigen akan meningkat menjadi 20%
          • Anterior pituary secretes more TSH
          • Kelenjar thyroid akan mengalami hipertophy, ini  teraba pada 70% pasien
          • The enlarge gland extract inorganic iodine and produce more protein bound iode
        tabel gambar metabolisme yang terjadi pada kehamilan
        • Perubahan metabolisme air
        • gambar pitting endema
          • Pada kehamilan, retensi cairan akan meningkat
          • Pada akhir kehamilan, kandungan air pada janin placenta dan cairan amnion berjumlah 3,5 Liter, 3 liter terdapat pada penambahan volume darah, uterus yang membesar dan mamae.
          • Pada kebanyakan wanita hamil terjadi piting endema (Jika menekan menyebabkan lekukan yang bertahan untuk beberapa waktu setelah pelepasan tekanan, edema disebut sebagai pitting edema.)

        • Perubahan metabolisme karbohidrat
          • Selama kehamilan terjadi perubahan metabolisme karbohidrat secara nyata. 
          • Terdapat kebutuhan glukosa oleh fetus untuk dengan mudah diubah menjadi sumber energi. Pada saat yang sama juga terdapat kebutuhan untuk cadangan energi pada masa laktasi dan pertumbuhan kehamilan atau kebutuhan energi lain dalam bentuk cadangan lemak. Komponen utama diet adalah karbohidrat dan harus diubah dengan mudah untuk memenuhi kebutuhan yang sudah disebutkan diatas
          • Perubahan yang jelas terlihat adalah pada gula darah. Ini dapat dilihat dengan memberikan beban glukosa pada pemeriksaan OGTT – oral glucosa tolerance test. Dapat dilihat, bahwa terjadi adanya kadar gula yang tinggi pasca pembebanan sehingga memungkinkan terjadinya transfer melalui plasenta.
          • Peristiwa kehamilan dikatakan sebagai DIABETOGENIK dan ini berkaitan dengan menurunnya sensitivitas jaringan terhadap insulin. Sensitivitas terhadap insulin berkurang sebanyak 80%. Hal ini disebabkan oleh adanya antagonis spesifik terhadap insulin yang terbentuk selama kehamilan. 
        gambar perubahan metabolisme karbohidrat selama kehamilan
          • Efek puasa pada kehamilan sangat nyata dan bahkan pada malam hari, puasa selama 12 jam akan dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia dan meningkatkan produksi beta hidroksi butirik acid dan asetoastic acid dan ketone 
          • Kadar glukosa janin rendah dan transportasi melalui plasenta terjadi dengan mekanisme mediasi sehingga transportasi aktif glukosa lebih besar dibandingkan dengan proses difusi sederhana. 
          • Kadar glukosa dalam sirkulasi renal yang tinggi akan dapat meningkatkan filtrasi glomerulus sehingga menyebabkan glikosuria dan ini tidak jarang terlihat pada masa kehamilan
        • Perubahan Metabolisme Protein
          • Selama kehamilan, yang terjadi adalah keseimbangan nitrogen positif yang mencapai puncaknya pada minggu ke 28 pada akhir kehamilan, Sekitar 500 g protein akan tertahan sampai akhir kehamilan. Setengah dari jumlah tersebut digunakan oleh ibu dan setengahnya lagi oleh anak, walaupun mekanisme yang terjadi belum dipahami dengan baik.

        gambar proses kebutuhan protein pada kehamilan
        • Perubahan Metabolisme Lemak
          • Pada kehamilan, kadar lipid, lipoprotein dan apoprotein akan meningkat di plasma.
          • Pada minggu ke 30, terdapat penyimpanan sebesar 4 kg. Sebagian besar diantaranya tersimpan di cadangan lemak di perut, punggung dan paha. Cadangan lemak juga berada di payudara dalam jumlah yang sedang ( Terjadi penimbunan lemak pada pertengahan kehamilan)
          • Pada akhir kehamilan, cadangan lemak berkurang karena kebutuhan dari janin.

        Gambar perubahan metabolisme lemak pada kehamilan
        • Perubahan pada Sistem Cardiovaskuler
          • Selama kehamilan dan puerperium jantung dan dan sirkulasi mengalami adaptasi fisiologi. Perubahan fisiologi pada kehamilan normal, yang terutama adalah perubahan HEMODINAMIK calon ibu, meliputi :
            • jantung bekerja lebih keras dan berdenyut lebih cepat untuk meningkatkan volume darah dalam tubuh, hal ini terjadi agar bayi diberi makan. 
            • anemia relatif, ini terjadi karena hemodolusi
            • Tekanan darah meningkat memperbesar rahim dan pembuluh darah, dan dapat menyebabkan pembengkakan dan pingsan
            • curah jantung bertambah 30-50%, sejak kehamilan minggu ke 5 sebagai akibat dari penurunan retensi vaskular sistemik dan peningkatan denyut jantung.
            • volume darah maternal keseluruhan bertambah sampai 50%
            • volume plasma bertambah lebih cepat pada awal kehamilan, kemudian bertambah secara perlahan sampai akhir kehamilan.
          • Leukosit meningkat sampai 15.000/mm3, akibat reaksi antigen-antibodi fisiologik yang terjadi pada kehamilan. Infeksi dicurigai bila leukosit melebihi 15.000/mm3. 
          • Trombosit meningkat sampai 300.000-600.000/mm3, tromboplastin penting untuk hemostasis yang baik pada kehamilan dan persalinan. 
          • Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal 250-350 mg/dl). 
          • Laju endap darah meningkat. 
          • Protein total meningkat, namun rasio albumin-globulin menurun karena terjadi penurunan albumin alfa-1, alfa-2 dan beta diikuti peningkatan globulin alfa-1, alfa-2 dan beta. 
          • Faktor-faktor pembekuan darah meningkat.
        • Perubahan pada tractus Respiratory
          • Selama kehamilan Diafragma naik sampai 4 cm, lingkaran thorak akan meningkat 6 cm, namun tidak cukup untuk mengurangi residual volume udara dalam paru akibat naiknya diafragma menyebabkan napas cepat dan dangkal (20-24x/menit). Inilah yang menyebabkan wanita hamil merasa napasnya sesak.
        • Perubahan pada Tracktus uranius
          • Pada ginjal ukurannya akan membesar, GFR dan renal plasma flow akan meningkat juga, kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.
          • Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menurun akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Kencing lebih sering (poliuria)
          • Terjadi dilatasi pelvis, calix dan ureter.
        • Perubahan pada Gastrointestinal
          • Pada akhir kehamilan gaster dan intestinum terdesak oleh uterus yang membesar, akibatnya pemeriksaan fisik pada beberapa penyakit mengalami perubahan.
          • Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah, selain itu terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung, konstipasi (susah BAB), lebih sering lapar / perasaan ingin makan terus (mengidam), juga terjadi peningkatan asam lambung. Pada keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum).
          • Hemoroid sering di temukan
        • Peningkatan Berat Badan 
          • `Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg, terutama dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ / cairan intrauterin.
          • Berat janin + 2.5-3.5 kg, berat plasenta + 0.5 kg, cairan amnion + 1.0 kg, berat uterus + 1.0 kg, penambahan volume sirkulasi maternal + 1.5 kg, pertumbuhan mammae + 1 kg, penumpukan cairan interstisial di pelvis dan ekstremitas + 1.0-1.5 kg

        Hal-hal Yang Penting Diperhatikan Dalam Kehamilan

        • Berat badan dan tinggi badan ibu
          • Pada pemeriksaan kehamilan pertama perhatikan apakah berat badan ibu sesuai dengan tinggi badan ibu dan usia kehamilan. Bila berat badan ibu kurang atau lebih cari dan atasi penyebabnya. Pada pemeriksaan selanjutnya perhatikan peningkatan berat badan ibu. Penambahan berat badan ibu hamil 0,5 kg perminggu atau 9 kg – 11 kg selama kehamilan. Bila ibu memiliki tinggi badan kurang dari 140 cm, curigai adanya disproporsi sefalopelvik.
        • Tekanan darah
          • Apabila kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 30 mmHg atau mencapai  lebih dari 140 mmHg atau kenaikan tekanan darah diastolik lebih dari 15 mmHg atau mencapai  lebih dari  90 mmHg, curigai adanya preeklamsia, eklamsia atau hipertensi dalam kehamilan.
        • Tinggi fundus uteri
          • Tinggi fundus uteri meningkat sesuai usia kehamilan. Peningkatan tinggi fundus uteri terutama pada trimester ketiga kehamilan.
        • Bunyi jantung janin (BJJ)
          • Dalam keadaan yang normal frekuensi BJJ berkisar antara 120-160 x/menit. Berdasarkan partograf WHO, denyut kurang dari 120 detik/menit (bradicardi) atau lebih dari 160 detik/menit (takicardi) saatibu sedang tidak HIS menunjukkan gawat janin. 
          • Bila tidak ditemukan BJJ pada daerah punggung janin, curigai adanya kematian janin (IUFD), mola hidatidosa, atau pertumbuhan janin terhambat. Ditemukannya dua bunyi jantung ditempat yang berbeda dengan perbedaan frekuensi paling sedikit 10 detak/menit merupakan diagnosis pasti kehamilan ganda (gamelli).
        • Odema
          • Odema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan hal yang fisiologis. Namun bila disertai odema ditubuh bagian atas seperti muka dan lengan, terutama bila diikuti peningkatan tekanan darah, curigai adanya preeklamsia.
        • Besar dan letak janin
          • Ukuran uterus yang tidak sesuai dengan usia kehamilan (lebih kecil) dapat disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan janin atau kematian janin intra uterine. Sedangkan bila lebih besar curigai adanya makrosomia, kehamilan mola, atau gamelli. Setelah kehamilan 34 minggu, letak janin yang normal adalah memanjang dengan letak kepala di bawah. Kelainan yang dapat terjadi adalah letak lintang, letak oblia atau letak sungsang (presentasi bokong).
        • Perdarahan
          • Perdarahan pada trimester pertama dapat merupakan hal yang fisiologis yaitu tanda hartman, perdarahan pervaginam akibat nidasi blastosis ke endometrium yang menyebabkan perlukaan. Perdarahan berlangsung sebentar, sedikit dan tidak membahayakan kehamilan. Perdarah TM1 dapat merupakan hal patologis yaitu abortus, kehamilan ektropik, atau mola hidatidosa. Setelah kehamilan 22 minggu, perdarahan yang terjadi disebut perdarah antepartum, banyak disebabkan plasenta previa dan solusio placenta.

                                         SUMBER : Bahan Kuliah Fakultas Kedokteran.