stuktur anatomi dan histologi organ pencernaan

MENGENAL ANATOMI DAN MIKROSKOPIK ORAGAN PENCERNAAN


PENDAHULUHAN
Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan (gastrointestinalis; gastro berarti "lambung") ditambah organ-organ pencernaan tambahan (aksesori). Organ pencernaan tambahan adalah kelenjar liur, pankreas eksokrin, dan sistem empedu, yang terdiri dari hati dan kandung empedu. Organ-organ eksokrin ini terletak di luar dinding saluran pencernaan dan menyalurkan sekresi mereka melalui duktus ke dalam lumen saluran pencernaan. Mereka berasal dari pembentukan kantung-kantung saluran pencernaan embrionik dan memper-tahankan hubungan mereka dengan saluran pencernaan melalui duktus-duktus yang terbentuk.


Saluran pencernaan (traktus digestivus) pada dasanya adalah suatu saluran (tabung) dengan panjang sekitar 30 kaki (9 m) yang berjalan melalui bagian tengah tubuh dari mulut ke anus. (Sembilan meter adalah panjang sa¬luran pencernaan pada mayat; panjangnya pada manusia hidup sekitar separuhnya karena kontraksi terus menerus dinding otot saluran.) Saluran pencernaan mencakup organ-organ berikut : mulut; faring (tenggorokan); esofagus; lambung; usus halus (terdiri dari duodenum, jejunum, dan ileum); usus besar (terdiri dari sekum, apendiks, kolon, dan rektum); dan anus. organ-organ ini bersambungan satu sama lain.



STUKTUR ANATOMI SALURAN PENCERNAAN
  • Mulut
    • Mulut terbentang dari bibir sampai ke isthmus faucium, yaitu peralihan dari mulut dengan pharynx.  Mulut dibagi dalam vestibulum oris, yaitu bagian antara bibir dan pipi di sebelah luar dengan gusi dan gigi-geligi di sebelah dalam; dan cavitas propia yang terletak di  dalam arcus alveolaris, gusi dan gigi-geligi. Vestibulum oris adalah ruang sempit mirip celah yang berhubungan keluar melalui rima oris. Pipi membentuk dinding lateral vestibulum oris dan dibentuk oleh m.buccinator. Cavitas oris propia mempunyai atap, yang berbentuk oleh palatum durum di depan dan palatum molle di belakang.
    • Bibir atas/labium superior dan labium inferior/bibir bawah, akan bertemu pada sudut/angulus oris, kemudian kita lihat dari sudut mulut ke hidung, ada suatu alur, yakni sulcus nasolabialis. Sulcus nasolabialis ini selalu ada, jadi kalau menghilang berarti ada kelumpuhan otot wajah/kelumpuhan facialis yang perifer. Ada juga sulcus mentolabialis.
    • pada mulut terdapat otot- otot pengunyah yang berperan sangat penting dalam proses pencernaan., yakni:
        • M. masseter
        • M. temporalis
        • M. pterygoidea medialis/internus
        • M. pterygoidea lateralis/externus
      • Keempat otot pengunyah ini, menggerakkan rahang bawah terhadap rahang atas. Kalau kita membuka mulut, yang bergerak adalah rahang bawah. Otot-otot ini dipersyarafi oleh portio minor dari nerves mandibularis, cabang ketiga ( N. Trigemini V3 ). Jadi, fungsi otot pengunyah adalah menggerakkan rahang.
    • Atap mulut dipersarafi oleh n.palatina major dan n. nasopalatinus. Serabut-serabut saraf berjalan di dalam n. maxilaris. Dasar mulut dipersarafi oleh n. lingualis, sebuah cabang dari n. mandibularis. Serabut-serabut pengecap berjalan di dalam chorda tympani, cabang dari n. fascialis. Pipi dipersarafi oleh n. buccalis, cabang dari n. mandibularis.
  • Gigi- geligi
    • Terdapat dua perangkat gigi-geligi yang tumbuh pada saat yang berbeda-beda dalam kehidupan, yaitu gigi decidua dan gigi tetap. 
      • Gigi decidua berjumlah 20 buah: 4 incivus, 2 caninus, dan 4 molar pada setiap rahang. 
      • Gigi tetap berjumlah 32 buah: 4 incivus, 2 caninus, 4 premolar, dan 6 molar  pada setiap rahang.
    • Persyarafannya gigi geligi
      • Rahang atas di persarafi  oleh cabang nerves trigeminus yang kedua ( n. Maxillaris )
      • Rahang bawah di persarafi  oleh cabang nerves trigeminus yang ketiga ( n. Mandibularis )
  • Palatum
    • Palatum kita kenal ada dua bagian yaitu palatum durum yang merupakan bagian yang keras, dan bagian yang lembek yaitu palatum molle. 
    • Palatum durum, batas-batasnya kira-kira sampai tepi dorsal dari moral ke-3, dan seterusnya bisa diraba dengan ujung lidah, kalau lembek-lembek itu berarti palatum molle yang dapat bergerak naik turun. Pada selaput lendir palatum, kita lihat ada beberapa lipat yang kita sebut rige palatina, di sebelah depan yang berjalan transversa. Kemudian ada kelenjar ludah kecil yang disebut glandula palatini, untuk air liur yang dindingnya ada saluran keluarnya.
    • Pendarahan dan persyarafan palatum, oleh v.a.n palatina major & minor. Palatina major untuk bagian terbesar yaitu bagian depan, dan palatina minor untuk bagian kecil yakni palatum molle.
  • Lidah
    • Lidah adalah massa otot lurik yang ditutupi oleh membran mukosa. 2/3 bagian anteriornya terletak dalam mulut dan 1/3 bagian posteriornya terletak di pharynx.  Lidah dibagi menjadi belahan kiri dan kanan oleh septum fibrosum mediana, mereka bertemu di lubang kecil, yaitu foramen caecum, disini terdapat papilla yang lebih besar, yakni papilla valata. Sementara papilla yang kecil-kecil di depannya yakni papilla fungiformis & filiformis sehingga membuat  Permukaan lidah kasar, karena terdapat titik pengecap
    • Pada lidah kita kenal ada otot intrinsik dan ekstrinsik. 
      • Yang diartikan dengan otot intrinsik ialah origo dan insersio di lidah. Jadi otot intrinsik ini merupakan bentuk dari lidah. Lidah menjadi gepeng, bundar dan pendek, itu karena kontraksi otot intrinsik lidah.
      • Otot ektrinsik, menghubungkan lidah dengan dunia luar. Jadi otot ekstrinsik merubah letak dari lidah. Lidah berubah ke depan, ke samping, itu oleh otot ekstrinsik. Persyarafan dari otot ini oleh syaraf XII ( nerves hypoglossus ), yang memang merupakan syaraf untuk lidah
  • Kelenjar ludah
    • Kelenjar ludah ada 3, yaitu glandula parotis yang paling besar, terletak di bawah kuping, kemudian yang lebih kecil di bawah dagu/di bawah mandibula, yakni glandula submandibularis, kemudian di bawah lidah yaitu glandula sublingualis
  • Faring
    • Faring merupakan saluran panjang otot polos yang tidak sempurna, dengan orifisium depan ke cavum nasi, mulut, dan laring, sehingga terdapat nasofaring, orofaring, serta laringofaring. Lapisan ototnya terdiri atas :
        • M. konstriktor faringeus superior : keluar dari ligamentum pterigomandibularis (yang terbentang antara hamulus pterigodeus dan mandibula tepat di belakang gigi molar ketiga).
        • M. konstriktor faringeus media : keluar dari ligamentum stilohioideum serta kornu minus dan majus os hyoid.
        • M. konstriktor faringeus inferior : keluar dari kartilago tiroid dan krikoid
        • Otot-otot konstriktor ini menggelilingi faring dan interdigitatum diposterior. Celah antara otot-otot ini diisi oleh fasia. Terdapat pula lapisan otot longitudinal disebelah dalam. Nasofaring dilapisi oleh epitel kolumnar bersilia dan pada dinding posteriornya terdapat massa jaringan limfatik, tonsila faringealis atau adenoid. Tuba auditorius (eustachii) membuka ke nasofaring setinggi dasar hidung, kartilago tuba sedikit mencuat di belakang orifisium.
    • Persarafan faring adalah:
      1. Motoris : cabang faringeal dari n.vagus
      2. Sensoris : n. glosofaringeus
  • Oesophagus
    • Oesophagus merupakan suatu saluran muscular, panjang kira- kira 25 cm, yang dimulai dari cartilage cricoidea dan m. cripharyngeus di bagian proximal dan mencapai bagian cardia dari lambung.
    • Bagian-bagian oesophagus:
      • Bagian cervical :
        • Letaknya di belakang trakea
        • Nervus recurrens terletak di sisinya
        • Letaknya di atas muskulus prevertebrale
    • Bagian thoracal :
      • Dari mediastinum superior melalui mediastinum posterior sampai ke diafragma
      • Bersentuhan dengan atrium kiri sehubungan dengan letaknya
      • Nervus vagus langsung menyentuh oesophagus
      • Terletak di depan aorta descendens
    • Bagian abdominal :
      • Keluar dari arcus dexter diafragma pada tingkat vertebra
      • Bagian ini panjangnya 1-2 cm
      • Sisi kirinya langsung berlanjut ke curvature minor lambung
  • Gaster
    • Lambung adalah bagian dari saluran pencernaan yang paling lebar dan mudah melebar. Letaknya di kuadran kiri atas abdomen, membentuk huruf “J” (meskipun bentuk dan letaknya dapat sangat bervariasi). 
    • Lambung terletak di antara cardia dan pylorus di dalam “stomach bed”. Cardia terletak tepat di bawah hiatus oesophagicus di diafragma, pada tingkat vertebra Th 10, di belakang rawan kosta ke 7,2 cm ke kiri dari garis tengah dan pylorus terletak pada tingkat L1.
    • Bagian – bagian gaster:
      • Fundus 
      • Anthrum pyloricum
      • Corpus
      • Pylorus


gambar gaster

  • Pankreas
    • Pankreas memiliki kaput, kolum, korpus dan kauda. Pankreas merupakan organ retroperitoneal yang terletak kira- kira sepanjang bidang transpilorik. Kaput terikat dilateral oleh duodenum yang melengkung dan kauda memanjang ke hilus lien pada ligamentum lienorenale. Pembuluh darah mesenterika superior lewat dibelakang pankreas, kemudian dianterior, diatas prosesus unsinata dan bagian ketiga duodenum menuju pangkal mesenterium usus halus. V. kava inferior, aorta, pleksus seliaka, ginjal kiri (dan pembuluh darahnya), serta kelenjar adrenal sinistra merupakan batas posterior pankreas. Selain itu, v.porta terbentuk dibelakang kolum pankreas dari gabungan v. lienalis dan v mesenterika superior. Kantung minor dan lambung adalah batas anterior pankreas.
    • Struktur: duktus pankreatikus (wirsungi) utama berjalan sepanjang kelenjar, akhirnya mengalir sekresi pankreas ke ampula vateri, bersama dengan duktus bilaris komunis, dan kemudian menuju bagian kedua duodenum. Duktus aksesorius mengalirkan sekresi pankreas dari prosesus unsinata pankreas, memiliki pintu agak di proksimal ampula ke bagian kedua duodenum.
    • Pasokan darah: kaput pankreas mendapat pasokan darah dari aa.pankreatikoduodenalis superior dan inferior. A. linealis berjalan di sepanjang batas atas korpus pankreas yang menerima darah darinya melalui cabang besar A. pankreatika magna dan banyak cabang – cabang kecil.
    • Fungsi: pankreas merupakan struktur berlobus yang memiliki fungsi eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin mengelurkan cairan pankreas menuju duktus pankreatikus, dan akhirnya ke duodenum. Sekresi ini penting untuk pencernaan dan absorpsi protein, lemak, dan karbohidrat. Endokrin pankreas bertanggung jawab untuk produksi serta sekresi glukagon dan insulin, yang terjadi dalam sel – sel khusus di pulau langerhans.


gambar pankreas




  • Hati
    • Hepar terutama mengisi hipokondrium kanan namun lobus kiri mencapai epigastrium. Permukaan atasnya yang berkubah berbatasan dengan diafragma dan batas bawahnya mengikuti kontur margin kosta kanan. Bila terjadi pembesaran hepar batas bawah bisa teraba di bawah margin kosta.
    • Secara anatomis hepar terdiri dari lobus kanan yang besar, dan lobus kiri yang lebih kecil. Keduanya dipisahkan diantero-superior oleh ligamentum falsiforme dan di postero-inferior oleh fisura untuk ligamentum venosum dan ligamentum teres. Pada klasifikasi anatomis, lobus kanan terdiri dari lobud kaudatus dan kuadratus. Akan tetapi secara fungsional lobus kaudatus dan sebagian besar lobus kuadratus merupakan bagian dari lobus kiri karena mendapatkan darah dari a. hepatika sinistra. Oleh karenanya, klasifikasi fungsional hepar menyatakan bahwa batas antara lobus kanan dan kiri terletak pada bidang vertical yang berjalan ke posterior dari kandung empedu menuju v. kava inferior.
    • Bila permukaan postero-inferior hepar dilihat dari belakang terlihat bentuk huruf H yang terdiri dari sulkus dan fosa. Batas huruf H ini adalah :
      • Kaki anterior kanan : fosa kandung empedu
      • Kaki posterior kanan : sulkus untuk v. kava inferior.
      • Kaki anterior kiri : fisura yang berisi ligamentum teres.
      • Kaki posterior kiri : fisura untuk ligamentum venosum
      • Kaki horizontal : porta hepatis. Lobus kuadatus dan kuadratus hepar adalah daerah yang terletak diatas dan dibawah batang horizontal H.
    • Porta hepatis adalah hilus hepar.  Struktur ini merupakan tempat berjalannya (dari posterior ke anterior): v.porta ; cabang-cabang a.hepatika dan duktus hepatika. Porta dilapisi oleh lapisan peritoneum ganda-omentum minus, yang melekat erat ke ligamentum venosum pada fisuranya. 
    • Hepar dilapisi peritoneum kecuali pada bagian ‘area telanjang’. Hepar terdiri dari banyak unit fungsional-lobulus. Cabang-cabang v.porta dan a.hepatika mentranspor darah melalui kanalis porta menuju v. sentralis akhirnya bergabung dengan vv. Hepatika dekstra, sinistra, dan sentralis yang mengalirkan darah dari daerah hepar disekitarnya kembali ke v.kava inferior. Kanalis porta juga mendapat percabangan dari duktus hepatika yang mengalirkan empedu dari lobules ke bawah ke cabang bilier dimana empedu bisa dikonsentrasikan dalam kandung empedu dan akhirnya dikeluarkan ke duodenum. Panjang usus yang darahnya mengalir melalui v.porta  menjelaskan predisposisi tumor usus bermetastatis ke hepar.
  • Kantung Empedu
    • Gelembung berbentuk buah pir, panjangnya sekitar 8 cm dan berisi 40-50 cc empedu, terbagi menjadi fundus, korpus, dan kolum dengan batas tidak tegas. Fundus vesika felea terproyeksi di luar tepi inferior hati yang tajam dan bersentuhan dengan dinding depan perut, dimana tepi lateral otot rektus abdominis menyilang tepi kostal. Korpus dan kolum vesika felea melekat pada permukaan inferior yang landai dan menuju porta hepatis.
  • Usus  Halus
    • Intestinum tenue merupakan bagian yang terpajang dari saluran pencernaan dan terbentang dari pilorus pada gaster sampai juncture ileocaecalis. Sebagian besar pencernaan dan absorpsi makanan berlangsung didalam intestinum tenue.intestinum tenue terbagi atas tiga bagian : duodenum, jejunum dan ileum.
  • Duodenum
    • Lokasi dan deskripsi:
      • Duodenum merupakan saluran berbentuk huruf C dengan panjang sekitar 10 inci yang merupakan organ penghubung gaster dengan jejunum. Duodenum adalah  organ penting karena merupakan tempat muara dari duktus choledochus dan duktus pancreaticus. Satu inci pertama duodenum menyerupai gaster yang permukaan anterior dan posteriornya diliputi oleh peritoneum dan mempunyai omentum minus yang melekat pada pinggir atasnya dan omentum majus yang melekat yang melekat pada pinggir bawahnya. Bursa omentalis  terletak dibelakang segmen yang pendek ini. Sisa duodenum yang lain terletak retroperitoneal, hanya sebagian saja yang diliputi oleh peritoneum.
      • Pendarahan: 
        • arteriae :  Setengah bagian atas duodenum diperdarahi oleh arteria pancreaticoduodenalis superior, cabang arteria gastroduodenalis. Setengah bagian bawah diperdarahi oleh arteri pancreaticoduodenalis inferior, cabang arteria mesenterika superior. 
        • Venae : Vena pancreaticoduodenalis superior bermuara ke venae portae hepatic; vena pancreaticoduodenalis inferior bermuara ke vena mesenterika superior.
      • Persarafan: saraf-saraf berasal dari saraf simpatis dan parasimpatis dari plexus mesenterikus superior.
  • Jejunum dan Ileum
    • Lokasi dan deskripsi:
      • Jejunum dan ileum panjangnya 20 kaki , dua perlima bagian atas merupakan jejunum. Masing-masing bagian mempunyai gambaran yang berbeda, tetapi terdapat perubahan yang bertahap dari bagian yang satu ke bagian yang lain. Jejunum dimulai pada junctura duodenojejunalis dan ileum berakhir pada juncture ileocaecalis. Lengkung-lengkung jejunum dan ileum dapat bergerak dengan bebas dan melekat pada dinding posterior abdomen dengan perantaraan lipatan peritoneum yang berbentuk kipas dan dikenal sebagai mesenterium. Pinggir bebas lipatan yang panjang meliputi usus halus yang bebas bergerak. Pangkal lipatan pendek melanjutkan diri sebagai peritoneum parietale pada dinding posterior abdomen sepanjang garis yang berjalan kebawah dan ke kanan dari sisi vertebra lumbalis II ke daerah articulation sacroiliaca dextra. Radix mesenterii ini memungkinkan keluar dan masuknya cabang-cabang arteria dan mesenterika superior, pembuluh limfe, serat saraf-saraf kedalam ruangan di antara kedua lapisan peritoneum yang membentuk mesenterium. Pada orang hidup, jejunum dapat dibedakan dari ileum bedasarkan berikut ini :
        • Lengkung-lengkung jejunum, terletak pada bagian atas cavitas peritonealis di bawah sisi kiri mesocolon transversum; ileum terletak pada bagian bawah cavitas peritonealis dan di dalam pelvis.
        • Jejunum lebih lebar, berdinding lebih tebal, dan lebih merah dibandingkan dengan ileum. Dinding jejunum terasa lebih tebal; karena lipatan yang lebih permanen pada tunka mukosa, plica circulars lebih besar, lebih banyak dan tersusun lebih rapat pada jejunum; sedangkan pada bagian atas ileum plica circulars lebih kecil dan lebih jarang; dan di bagian bawah ileum tidak ada plica circulars.
        • Mesenterium jejunum melekat pada dinding posterior abdomen di atas dan kiri aorta, sedangkan mesenterium ileum melekat di bawah dan kanan aorta.
        • Pembuluh darah mesenterium jejunum hanya membentuk satu atau dua arcade dengan cabang-cabang panjang dan jarang berjalan ke dinding intestinum tenue. Ileum menerima banyak pembuluh darah pendek yang berasal dari tiga atau empat atau lebih arcade.
        • Pada ujung mesenterium jejunum, lemak disimpan dekat radix dan jarang ditemukan di dekat dinding jejunum. Pada ujung mesenterium ileum, lemak disimpan di seluruh bagian sehingga lemak di temukan mulai dari radix sampai dinding ileum.
        • Kelompok jaringan limfoid terdapat pada tunika mukosa ileum bagian bawah sepanjang pinggir antimesenterica. Pada orang hidup, lempeng peyer dapat dilihat dari luar pada dinding ileum
      • Pendarahan: Arteri. Pembuluh arteri yang mendarahi jejunum dan ileum berasal dari cabang-cabang arteri mesenterika superior. Cabang-cabang intestinal berasal dari sisi kiri arteri dan berjalan di mesenterium unutk mencapai usus. Pembuluh-pembuluh ini beranastomosis atu dengan yang lain untuk membentuk serangkaian arcade. Bagian paling bawah ileum diperdarahi juga oleh arteri ileocolica. Vena. Vena sesuai dengan cabang-cabang arteri mesenterika superior dan mengalirkan darahnya ke dalam vena mesenterika superior.
      • Persarafan: saraf-saraf berasal dari saraf simpatis dan parasimpatis (n.vagus) plexus mesenterikus superior.
  • Usus Besar
    • Intesinum crassum terbentang dari ileum sampai anus. Intestinum crassum terbagi menjadi caecum, appendix, vermiformis, colon descendens, dan colon sigmoideum; rectum dan canalis analis. Fungsi utama intestinum crassum adalah mengabsorbsi air dan elektrolit dan menyimpan bahan yang tidak dicerna sampai dapat dikeluarkan dari tubuh sebagai feces.

B. STRUKTUR MIKROSKOPIS ORGAN PENCERNAAN
Stuktur mikroskopis organ pencernaan adalah stuktur organ-organ yang terlibat dalam pencernaan di lihat dari segi histologi dengan mikroskop

  • Mulut
    • Struktur histologis bagian-bagian yang terdapat disini:
      • Labium oris
      • Buccal
      • Dent
      • Gingivae
      • Linguae
      • Palatum molle & durum
    • Labium oris dapat dibagi dalam 3 area:
      • Area cutanea: Daerah permukaan bibir ini merupakan lanjutan kulit disekitar mulut. Maka gambaran hstologisnya sebagai kulit pula. Paling luar dilapisi oleh epidermis yang merupakan epitel gepeng berlapis berkeratin.  Dibawah epidermis terdapat jaringan pengikat yang disebut corium yang membentuk tonjolan-tonjolan ke arah epidermis yang disebut sebagai papila corii. Sel-sel basal epidermis mengandung butir-butir pigmen. Seperti juga pada struktur kulit lainnya pada permukaan kulit ini dilengkapi oleh alat-alat tambahan kulit seperti glandula sudorifera, glandula sebacea dan folikel rambut.
      • Area merah bibir (area intermedia ): Epitelnya berlapis gepeng tidak bertanduk epitelnya transparan (jernih) karena mengandung butir-butir eleidin. Papilla jaringan ikatnya tinggi-tinggi dan mengandung banyak kapiler.
      • Area oral mukosa:
          • Bagian ini mempunyai struktur histologis yang sama dengan pipi
          • Epitelnya berlapis gepeng tidak bertanduk
          • Lamina propianya agak kompak
          • Pada tunika submukosa didapati kelenjar labialis yang bersifat seromukus
          • Dibawah submukosa didapati otot lurik (M.orbicularis oris)
  • Oesophagus
    • Dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Dalam submukosa terdapat kelompokan kelenjar penghasil mukus kecil, yaitu kelenjar esofageal. Pada lamina propria dekat lambung terdapat kelompokan kelenjar yang disebut kelenjar kardia esofagus yang juga menghasilkan mukus. Pada ujung distal esofagus, lapisan ototnya terdiri atas serat otot polos, pada bagian tengah terdapat campuran serat otot bergaris (rangka) dan serat otot polos, pada ujung proksimal terdapat serat otot rangka. Hanya bagian esofagus dalam rongga peritoneum yang ditutupi oleh serosa. Sisanya ditutupi lapisan jaringan ikat longgar yang disebut adventisia. 
    • Tunika mukosa
      • Epitel berlpais gepeng tanpa lapisan tanduk
      • T. M.M hanya satu lapis longitudinal
      • Pada lamina propria didapati kelenjar mukus tubulosa kompleks (kel superfisial) yang merupakan perluasan kelenjar kardia
    • Tunika submukosa
      • Terdapat kelenjar mukus tubulosa kompleks yang disebut kelenjar submukosa (oesophageal glands)
    • Tunika muskularis
      • Pada 1/3 proksimal terdiri dari otot lurik
      • 1/3 tengah terdiri dari campuran otot polos dan lurik
      • 1/3 distal seluruhnya otot polos.
  • Gaster
    • Seluruh permukaan mukosa gaster terdapat gastric pits atau foveola gastrica
    • Epitel mukosa selapis torak tanpa sel goblet
    •  3 daerah: cardia, fundus, pilorus
    • Lapisan otot tebal untuk menggiling/mencampur makanan
    • Mensekresikan enzim-enzim dan asam untuk memulai pencernaan
    • Dindingnya sangat berlipat yang dinamakan rugae
    • Sitoplasma pada permukaan apikalnya mengandung musigen
    • Intinya oval
    • Pada lamina propria terdapat kelenjar di cardia, fundus maupun pilorus
    • Kelenjar mulai dari dasar gastric pit meluas ke arah TMM.
  • Pankreas
    • Merupakan kelenjar eksokrin dan endokrin
    • Epitel duktus ekskretorius bervariasi dari torak rendah bersel goblet ke sel kubus
    • Duktus interklarisnya (isthmus) panjang-panjang dan epitelnya selapis gepeng
    • Bentuk sel asinusnya lebih kecil dari sel asinus parotis
    • Pars terminalisnya 100% terdiri serous dan di tengah pars terminal sering dijumpai sel-sel sentroasini yang merupakan bagian dari isthmus
    • Tidak ada sel myoepitel.
  • Hati
    • Diliputi kapsula Glissoni
    • Septa membagi hepar menjadi lobuli-lobuli
    • Porta hepatis berisi: pebuluh limfe, pembuluh empedu, V.Portae dan A.Hepatika
    • Unit fungsional hepar ialah 1 lobulus
    • Bentuknya poligonal
    • Bagian sentral lobulus hati: Vena sentralis
    • Sel-sel hepar tersusun radier
    • Segitiga kiernan berisi cabang A.hepatika, cabang Vena porta, duktus biliaris dan pembuluh limfe
    • Setiap sel hati pada salah satu permukaannya harus berhubungan dengan sistem empedu dan pada permukaan yang lain harus berhadapan dengan pembuluh darah
    • Sel hati berbentuk poligonal dengan inti ovoid, sitoplasma bergranula dengan banyak mitokondria, mikrovili, glikogen, protein dan pigmen lipofuchsin
    • Sel hati dikelilingi berkas serat retikulin yang dengan pewarnaan Bielschwosky berwarna hitam
    • Vasularisasi hati: A.hepatika dan V.porta-A/V interlobularis àsinusoid hati àV.sentralis à V.sublobularis à V.hepatika àV.cava inferior
    • Sinusoid hati dibatasi oleh sel endotel sinus dan sel kupffer (termasuk RES)
    •  Sel kupffer ovoid, kromatin pucat, dengan pewarnaan tripan blue terbukti bersifat fagositer.
  • Kantung Empedu
    • Kanalikuli biliaris-preduktuli biliaris (saluran Hering) àduktus biliaris-duktus hepatikus àvesika felea-duktus cysticus àduktus koledokus
    • Arah aliran empedu: dari sentral ke perifer hati
    • Arah aliran darah: dari perifer ke sentral lobulus
  • Usus  Halus
    • Dibagi dalam 3 bagian yaitu: duodenum, jejunum dan ileum
    • Epitel terdiri dari selapis torak dan sel goblet
    • Sel torak pada bagian apikalnya terdapat brush border/mikrovilià memperluas permukaan absorptif. Juga mengandung enzim-enzim pencernaan (alkaline fosfatase, maltase, dan lain-lain)
    • Sel goblet ke arah distal makin banyak
    • Terdapat vili intestinal
    • Vili di duodenum bentuknya lebar, di jejunum bundar seperti lidah dan pada ilem berbentuk jari
    • Plika Sirkularis Kerkringi: lipatan mukosa dan submukosa
    • Pada jejunum plika kerkringi tinggi-tinggi
    • Sepanjang membran mukosa terdapat kelenjar Intestinalis (cryptus Lieberkuhn), tubulosa simpleks, yang bermuara di antara vili intestinalis
    • Pada dasar cryptus terdapat sel paneth, di bagian apikalnya mengandung granula eosinofilia
    • Sel-sel cryptus menggantikan sel-sel epitel permukaan yang rusak.
  • Duodenum
    • Ciri khas: terdapat kelenjar Brunner, kompleks tubulosa bercabang, mukus
  • Jejunum
    • Tidak terdapat kelenjar Brunner ataupun agmina peyeri
    • Plica sirkularis Kerckringi tinggi-tinggi.
  • Ileum
    • Terdapat agregat limfonodus atau Agmina Peyeri/Plaque Peyeri di lamina propria meluas ke Tunika submukosa.



  • Usus Besar
  • Colon
    • Tunika mukosa tidak mengandung plica sirkularis dan vili intestinal
    • Sel goblet banyak di antara sel epitel
    • Cryptus Lieberkuhn ada
    • Sel paneth dan sel argentafin sedikit sekali
    • Terdapat limfonodus solitarius
    • Tunika longitudinal membentuk 3 pita longitudianal à taenia coli
  • Rektum
    • Bagian sebelah bawah disebut Anal Canal
    • Mukosa mempunyai lipatan longitudinal Rectal collumn (Anal column, Collumn of Morgagni) berakhir kira2 ½ inchi dari orrificium anal
    • Epitel selapis torak
    • Terdapat cryptus
    • Pertemuan rektum dengan anus disebut Linea Pectinata