myringotomy: video,indikasi dan prosedur miringotomy


Video Myringotomy - Animasi Medis



Apa itu Myringotomy?
  • Miringotomi adalah sayatan di gendang telinga (membran timpani) yang sering diperlukan untuk mengurangi tekanan yang disebabkan oleh penumpukan cairan dalam rongga internal yang berisi udara (tengah telinga) di luar gendang telinga. Miringotomi adalah prosedur bedah yang paling umum dilakukan di telinga. Prosedur ini umum dilakukan untuk membantu memulihkan pendengaran dan menghilangkan rasa sakit telinga berikut infeksi ( otitis media ) yang dapat disertai dengan penumpukan cairan yang obat saja tidak dapat mengatasi
  • Miringotomi adalah tindakan insisi atau sayatan kecil pada membran tymphani tepatnya pada bagian pars tensa membran thympani agar terjadi drainase sekret dari teliga tengah ke ruang telinga luar.
  • Tindakan insisi ini dilakukan secara avue atau dilihat langsung, oleh karena itu butuh kerjasama pasien agar tindakan ini sukses. lokasi miringotomi biasanya pada bagian kuadran postero inferior membran thympani.

Kenapa sampai terjadi penumpukan cairan di telinga tengah?
  • Proses terjadinya penumpukan cairan ini terjadi akibat:
    • Gangguan pada fungsi tuba eusthacius
      • Tuba eusthacius adalah saluran yang terdapat pada telinga tengah yang berfungsi untuk menghubungkan Cavum tympani dengan nasofaring. Fungsi tuba eusthacius adalah untuk ventilasi (menjaga tekanan udara telinga tengah sama dengan tekanan udara luar), drainase sekret dan menghalangi secret yang masuk ke telinga tengah dari nasofaring. Dalam keadaan normal, biasanya tuba selalu tertutup, dan akan terbuka jika oksigen di perlukan masuk ketelinga tengah atau pada saat mengunyah, menelan atau menguap. Pembukaan tuba ini dibantu oleh otot M.tensor velipalatini.
      • Apabila terjadi perubahan tekanan atmosfer yang mendadak ( lebih dari 90mmhg), seperi saat naik pesawat terbang atau menyelam, maka otot  M.tensor velipalatini. tidak dapat membuka  Tuba eusthacius, akibatnya terjadi tekanan negatif di telinga tengah, sehingga cairan keluar dari pembuluh darah kapiler mukosa dan pembuluh limfe dan kadang-kadang di sertai dengan ruptur pembuluh darah sehingga ada cairan pada telinga tengah.
      • Selain karena perubahan tekanan, hal- hal yang berpengaruh pada ganguan pembukaan  Tuba eusthacius juga akan menyebabkan adanya cairan pada telinga tengah, misalnya akibat kelainan pada  M.tensor velipalatini. yang tidak bisa membuka  Tuba eusthacius pada penderita bibir sumbing, atau pada tumor yang nasofaring atau peradangan yang menyebabkan ganguan pembukaan  Tuba eusthacius
      • Intinnya jika ada gangguan pembukaan  Tuba eusthacius maka akan terjadi tekanan negatif yang akan menyebabkan cairan keluar dari pembuluh darah mukosa telinga tengah dan menumpuk di telinga tengah.
    • Otitis Media
      • Otitis media adalah peradangan pada sebagian atau seluruh mukosa telinga tengahTuba eusthaciusantrum mastoid dan sel-sel mastoid. otits media ini bisa supuratif maupun serosa.
      • Adanya cairan pada telinga tengah ini biasanya terjadinya hampir sama, yaitu akibat gangguan yang menyebabkan  Tuba eusthacius tidak dapat membuka sehingga terjadi ruptur pembuluh darah dan limfe yang berakibat keluarnya cairan dan menumpuk di  telinga tengah
    • Penyakit GERD
      • Penyakit Gerd merupakan penyakit reluks atau berbaliknya isi lambung ke esofagus. adanya cairan pada telinga tengah akibat penyakit GERD ini biasanya terjadi apabila cairan dari lambung sampai ke  nasofaring , dan masuk ke telinga tengah melalui  Tuba eusthacius.
    • Penyakit ISPA (infeksi saluran napas atas)
      • Adanya cairan pada telinga tengah akibat ISPA, biasanya terjadi akibat cairan dari  nasofaring masuk ke telinga tengah ataupun akibat infeksi saluran napas atas ini membuat peradangan pada mukosa   Tuba eusthacius, sehingga  Tuba eusthacius. tiadak dapat membuka, akibatnya terjadi perubahan tekanan negatif yang akan menyebabkan keluarnya cairan pada mukosa telinga tengah.

Apa saja tujuan di lakukan miringotomi?
Miringotomi merupakan  prosedur pembedahan dari gendang telinga atau membran timpani. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil dengan pisau miringotomi melalui lapisan membran timpani. Adapun tujuan di lakukan prosedur miringotomi adalah :
  • Memberikan bantuan dari gejala tidak menyenangkan yang disebabkan oleh penumpukan cairan di gendang telinga
  • Mengalir keluar cairan atau mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan dari setiap mikroorganisme yang dikenal
  • Mengembalikan kemampuan pendengaran

Siapa saja yang dapat dilakukan miringotomy?
  • Pada pasien dengan keluhan otitis media akut supuratif, biasanya miringotomi dilakukan pada stadium supuratif ataupun pada pasien otitis media serosa akut maupun kronik (glue ear)
  • Anak-anak dengan autisme spektrum gangguan dan gangguan perkembangan meluas
  • Anak-anak dengan sindrom (misalnya sindrom Down) atau kelainan kraniofasial yang mengakibatkan disfungsi tuba estachius
  • Anak-anak yang buta atau memiliki gangguan penglihatan uncorrectable
  • Anak-anak yang menderita bibir sumbing langit-langit mulut dengan atau tanpa bibir sumbing
    video miringotomy 

Bagaimana prosedur ini dilakukan?
  • Miringotomi  dilakukan secara rawat jalan dengan anestesi lokal atau umum. Antibiotik oral dapat diresepkan segera sebelum dan setelah prosedur untuk membantu menyelesaikan atau mencegah infeksi.  Operator harus memakai lampu kepala dengan sinar yang cukup terang, corong telinga yang sesuai, serta pisau : parasentesis yang kecil dan steril . Dianjurkan untuk melakukannya dengan narkosis umum dan memakai mikroskop
  • Tindakan insisi pada pars tensa membran timpani agar terjadi drainase sekret dari telinga tengah ke telinga luar dengan memasukkan selang penyeimbang tekanan. Tindakan bedah kecil ini harus dilakukan a vue (lihat langsung, pasien harus tenang dan dikuasai. Lokasi insisi di kuadran posterior inferior membran thympani
  • Dalam beberapa kasus, sayatan mungkin perlu diikuti dengan penyisipan tabung, kecil berongga untuk membantu dengan drainase cairan dan membantu mencapai tekanan udara menyamakan kedudukan di dalam rongga internal (telinga tengah). Tabung dapat dibiarkan dalam gendang telinga dari 6 bulan sampai setahun. Selama ini, individu perlu sangat berhati-hati untuk mencegah air memasuki telinga melalui tabung. Tabung ini akan jatuh sendiri atau keluar sendiri ke telinga luar, ataupun dokter dapat mengangkatnya. Prosedur ini umumnya dianggap ringan, dan orang tersebut harus melanjutkan pekerjaan dan kegiatan lainnya dalam beberapa hari

Apa saja komplikasi yang dapat terjadi pada miringotomy?
  • Komplikasi sangat jarang tetapi, jika ada biasanya Komplikasi yang mungkin terjadi adalah 
    • Perdarahan akibat trauma liang telinga luar, 
    • Dislokasi tulang pendengaran dan  atrofi membrane timpani, 
    • Trauma pada fenestra rotundum, trauma nervus fasialis, dan trauma pada bulbus jugular, 
    • Ada kemungkinan tabung yang di gunakan akan masuk ke telinga tengah sehingga menyebakan gangguan pada telinga tengah.
    • Timpanosklerosis (parut pada membrane timpani) yang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen.
    • Perforasi kronik, dan luka yang tidak sembuh pada tempat bekas pemasangan tabung
    • Kolesteatoma : Prosedur operasi yang salah juga dapat menyebabkan penumpukan sel kolesterol dan kulit di telinga tengah. Ini dapat tumbuh dan merusak tulang yang berdekatan (cholesteatoma)
    • Jika daerah insisi tidak sembuh dengan baik setelah operasi, lubang permanen dapat dibentuk di gendang telinga. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya sebagian pendengaran dan juga meningkatkan risiko infeksi


DAFTAR PUSTAKA 
  • Paradise JL, Feldman HM, Campbell TF, Dollaghan CA, Rockette HE, Pitcairn DL, et al. Tympanostomy tubes and developmental outcomes at 9 to 11 years of age. N Engl J Med. 2007; 356(3):248-61. 
  • Browning GG, Rovers MM, Williamson I, Lous J, Burton MJ. Grommets (ventilation tubes) for hearing loss associated with otitis media with effusion in children. Cochrane Database Syst Rev. 2010;(10):CD001801. 
  • Seth Schwartz, MD, MPH, Otolaryngologist, Virginia Mason Medical Center, Seattle, Washington. Also reviewed by David Zieve, MD, MHA, Medical Director, A.D.A.M., Inc. 
  • Casselbrant ML, Mandel EM. Acute otitis media and otitis media with effusion. In: Cummings CW, Flint PW, Haughey BH, et al, eds. Otolaryngology: Head and Neck Surgery. 5th ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevier; 2010:chap 194. 
  • Anil Lalwani. Current diagnosis and treatment in otolaryngology--head and neck surgery. 3rd. New York: Lange Medical Books/McGraw-Hill; 2004. 
  • Alberti PW. Myringotomy and ventilating tubes in the 19th century. Laryngoscope. May 1974;84(5):805-15.
  • Mandel EM, Rockette HE, Bluestone CD, Paradise JL, Nozza RJ. Efficacy of myringotomy with and without tympanostomy tubes for chronic otitis media with effusion. Pediatr Infect Dis J. Apr 1992;11(4):270-7.
  • Kenna MA. Otitis Media with Effusion. In: Bailey BJ JJ, Newlands SD. Head & Neck Surgery - Otolaryngology. 4th. Lippincott Williams and Wilkins; 2006.
  • Isaacson G. Six Sigma tympanostomy tube insertion: achieving the highest safety levels during residency training. Otolaryngol Head Neck Surg. Sep 2008;139(3):353-7.
  • Sumber link :