pengobatan angina pectoris atau angin duduk

PENGOBATAN  DAN PENCEGAHAN ANGINA PECTORIS



Untuk mengenal apa itu angina pctoris atau dalam bahasa awan di sebut sebagai Angin duduk anda dapat membacanya dalam posting saya sebelumnya yang telah menjelaskan mengenai penyebab, cara diagnosa dan perjalanan penyakit serta faktor resiko angina pectoris .. DISINI
Anda juga dapat menyaksikan video tentang angina DISINI, atau juga anda dapat menyaksikan Video versi lain dari Angina di bawah posting ini...

                                            video angina pectoris atau angin duduk

PENATALAKSANAAN ANGINA PECTORIS (NYERI DADA)

Pada serangan angina dapat diberikan tablet nitroglycerine 5 mg subligual untuk diisap di bawah lidah. Dapat juga dipertimbangkan pemakaian obat secara ini untuk profilaksis terhadap serangan bila pada keadaan tertentu dapat diduga bahwa serangan angina akan timbul. Dengan demikian
dianjurkan pada penderita dengan angina pektoris agar selalu membawa tablet nitroglycerine sublingual.

Faktor-faktor yang memberatkan kerja jantung (meningkatkan kebutuhan oksigen miokard), sedapat mungkin harus dihindari dan bila mungkin diperbaiki, misalnya hipertensi, obesitas dan kerja fisik yang berat serta emosi yang berlebih-lebihan.

Bila serangan angina pektoris mempunyai pola yang kurang lebih menetap dalam pekerjaan sehari-hari, maka dapat diberikan preparat nitroglycerin yang berdaya kerja dalam waktu yang lama (long acting) sebagai pemberian obat yang dipertahankan sehari-hari. Untuk ini isosorbide dinitrate tablet 10 mg diberikan 3 dan 4 kali sehari, seringkali cukup memadai maksud tersebut. Disamping itu dapat pula ditambahkan obat-obatan beta -blocker yang dapat menurunkan kebutuhan oksigen
miokard. Dalam hal ini propanolol tablet 10 mg 3 kali sehari dapat dicoba bila tidak ada kontra indikasi (gagal jantung, astma bronchial, heart block grade 2 dan grade 3).

Baru-baru ini dikembangkan juga pemakaian salep nitroglycerine dalam jumlah tertentu yang diserapkan pada kulit dapat memenuhi keperluan obat-obat nitro sehari-hari. Latihan fisik atau olahraga dengan bimbingan tertentu yang disesuaikan dengan keadaan sipenderita dianjurkan untuk mencapai keadaan optimal dari sistem kardiovaskuler dalam arti bahwa kerja jantung menjadi lebih efisien.

Perhatian dalam pengobatan angina pektoris harus juga ditujukan pada pola perkembangan keluhan-keluhan angina. Bila keluhan angina menjadi progresif dalam frekuensi dan beratnya serangan atau serangan angina timbul pada keadaan istirahat, maka pengobatan harus lebih intensif dengan maksud untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya iskemia yang lebih berat yang mungkin berlanjut akan menjadi infark miokard.

Bila keadaan ternyata bertambah buruk di monitor EKGnya dan dilakukan pengukuran kadar enzim (SGOT LDH, CPK, dan CK—MB) yang dilakukan berturut-turut dalam hari-hari pertama perawatan. Penderita harus istirahat di tempat tidur dan diberikan obat-obat sedatif dan bila perlu obat-obat analgesik. Obat-obat beta -blocker dalam infark miokard akut diragukan manfaatnya, bahkan mungkin perlu dihentikan pemberiannya untuk sementara selama fase akut.

Tentang pemakaian obat antikoagulan pada unstable angina belum ada data laporan penyelidikan yang menunjukkan bahwa obat-obat tersebut dapat memberi manfaat yang cukup bermakna. Pada penderita yang belum lama mendapat serangan post infark miokard (kurang dari 1 atau 2 bulan yang lalu) dengan timbulnya keluhan unstable angina, pemberian obat antikoagulan boleh dipertimbangkan walaupun belum pasti hasilnya.

Perhatian pada akhir-akhir ini banyak ditujukan pada faktor spasme arteria koronaria vasospasme yang dapat menimbulkan keluhan angina, walaupun pada keadaan istirahat. Pada penderita dengan PJK ataupun pada penderita dengan pembuluh arteria koronaria yang masih baik, dalam hal tersebut diatas, Calsium antagonist dapat bermanfaat pada vasospastic  unstable-angina-pektoris.

Penderita yang telah diberikan pengobatan seperlunya, akan tetapi masih juga menderita angina sebaiknya dipertimbangkan untuk dilakukan angiografi koroner untuk menentukan apakah ada indikasi untuk tindakan operatif

Pembedahan
Prinsipnya bertujuan untuk :

  • Memberi darah yang lebih banyak kepada otot jantung
  • Memperbaiki obstruksi arteri koroner.
Ada 4 dasar jenis pembedahan :
  • Coronary angioplasty:
    • Selama angioplasti koroner, sebuah balon berujung kateter dimasukkan ke dalam pembuluh darah di lengan atau pangkal paha dan melalui pembuluh darah dan ke jantung. Ketika kateter mencapai penyumbatan di arteri koroner, dokter akan mengembangkan balon di ujung kateter. Balon mengembang dan mengempis, menekan penumpukan plak pada dinding arteri koroner dan meningkatkan diameter arteri,. Sering-mesh tabung logam, dikenal sebagai stent, ditempatkan di arteri untuk tetap terbuka. stent tetap secara permanen di arteri koroner, dan balon dan kateter dikeluarkan pada akhir prosedur. Ini membuka kembali arteri dan memungkinkan darah kembali mengalir. (Anda dapat menyaksikan Videonya Disini)
  • Bypass grafting arteri koroner (CABG) operasi. 
    • Bila penyumbatan terlalu banyak atau sulit diobati dengan angioplasti koroner, CABG operasi mungkin diperlukan. Dalam prosedur ini, vena diambil dari kaki atau pembuluh darah diambil dari dada dan digunakan untuk menghindari penyempitan atau penyumbatan sebagian dari arteri di jantung. tabung stent, atau sempit, yang ditempatkan ke dalam arteri di daerah dibuka kembali untuk menjaga dari penyempitan lagi.  nonton videonya di SINI
  • Pembedahan laser, yang menggunakan gelombang cahaya untuk membubarkan plak
  • Atherectomy, prosedur pembedahan di mana plak yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah akan dihapus
Seseorang yang terkena serangan angina pectoris tidak stabil akan dimonitor di rumah sakit untuk memastikan perawatan terus bekerja. Jika orang tersebut telah menjalani operasi, penyedia layanan kesehatan juga akan memeriksa untuk memastikan bahwa aliran darah tidak tiba-tiba menjadi tersumbat lagi. Sebuah program rehabilitasi jantung akan dimulai dan akan terus setelah orang meninggalkan rumah sakit.

Bila nyeri dada muncul,tentu langkah pertama yang harus diambil adalah istirahat sejenak dan menenangkan diri,tubuh harus dibuat senyaman mungkin hingga gejala berkurang. Posisi yang paling baik adalah duduk bersandar dengan kaki diselonjorkan sambil menarik nafas panjang dan dalam. Setelah gejala berkurang,sebaiknya segera ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan awal. Bila serangan yang timbul mendadak dan hebat, maka harus segera ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Perlu diingat bahwa nyeri dada merupakan pertanda awal ada yang tidak beres di pada jantung, sehingga harus segera memeriksakan diri dan menjalani pengobatan atau terapi pencegahan untuk mencegah serangan jantung.


PENCEGAHAN ANGINA PECTORIS ATAU ANGIN DUDUK
Tentu mencegah lebih baik dari mengobati, nyeri dada ini dapat muncul bila ada gangguan pada jantung kita.Berikut adalah langkah-langkah sederhana dalam menurunkan risiko timbulnya penyakit jantung:
  • Hindari makanan yang mengandung kolesterol / lemak tinggi
  • Olahraga teratur
  • Hindari rokok
  • Jaga berat badan pada rentang normal
  • Istirahat yang cukup
  • Pemeriksaan teratur dengan EKG untuk mengetahui kelainan dini penyakit jantung.
Dan bila memiliki factor risiko tanbahan seperti memiliki penyakit gula darah (diabetes militus), hipertensi, atau penyakit pembuluh darah lainnya, maka hal penting yang harus dilakukan adalah menjaga stabilitas gula darah atau tekanan darah, dengan kata lain menjaga stabilitas kesehatan demi mengurangi resiko terkena serangan jantung

Daftar Pustaka
- Askep angina pectoris Stikes Semarangwww.pdf.com
Kasus Rumah sakit Cipto mangun Kusumo4.Buku panduan Askep ruang HCU Rs, Bumi waras
- Setiawati, A. dan Suyatna. 2005. Obat Anti Angina. Farmakologi dan Terapi Edisi keempat.Jakarta: Penerbit Bagian Farmakologi FKUI.
- Djohan, T.B.A. 2004. Patofisiologi Dan Penatalaksanaan Penyakit Jantung Koroner.
- Fakultas Kedokteran Sumatera Utara. Diakses tanggal 27 Februari 2012.
- Katzung, B.G. 2001. Farmakologi Dasar dan Klinik, Edisi Pertama. Salemba: Jakarta.
- Corwin, E.J. 2001. Buku Saku Patofisiologi. Ahli Bahasa Pendit, B.U. Editor Endah, P.Jakarta: EGC.
- ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANGINA PEKTORISOleh: Sunardi (Residensi Sp.KMB)www.pdf.com diunduh pada tanggal 22-10-2010