Kista duktus tiroglosus : gejala klinis dan pengobatan


KISTA DUKTUS TIROGLOSUS

Apa itu kista duktus tiroglosus?
  • Kista duktus tiroglosus merupakan kista yang terbentuk dari duktus tiroglosus yang menetap sepanjang alur penurunan kelenjar tiroid, yaitu dari foramen sekum sampai kelenjar tiroid bagian superior di depan trakea. Kista ini merupakan 70% dari kasus kista yang ada di leher.
  • Kista ini biasanya terletak di garis tengah leher, dapat ditemukan di mana saja antara pangkal lidah dan batas atas kelenjar tiroid dan terjadi sebagai akibat pertumbuhan abnormal yang berkembang dari jaringan tiroid yang tersisa dari perkembangan janin
  • Kista duktus tiroglosus merupakan kista kongenital paling sering yang terdapat di leher. Kista ini merupakan dilatasi kistik pada sisa epitelial dari saluran duktus tiroglosus, terbentuk selama perpindahan tiroid selama fase embriogenesis
    • Kista adalah tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan dan berisi cairan yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.
    • Duktus tiroglossus adalah suatu struktur anatomi embriologis yang membentuk suatu hubungan terbuka antara daerah asal perkembangan kelenjar tiroid dan posisi akhirnya. Dalam perkembangan normal, ductus thyroglossalis diresorpsi lengkap, tetapi bisa menetap secara keseluruhan atau sebagian
kista duktustiroglosus
Kista yang terbentuk dari duktus tiroglosus yang bergerak selama proses menelan.
kista
Kista duktus tiroglosus paling sering muncul bersama pembengkakan lunak dibawah dagu 
kistaduktustiroglosus
Kista duktus tiroglosus adalah suatu kantung berisi cairan yang terdapat saat lahir pada garis tengah leher 

    Bagaimana dengan insiden kejadian kista ductus tiroglossus?
    • Ada yang berpendapat bahwa kasus ini merupakan kasus terbanyak dari massa non neoplastik di leher, merupakan 40% dari tumor primer di leher. Sedangkan yang lain menyatakan hampir 70% dari seluruh kista di leher adalah kista duktus tiroglosus.
    • Kasus ini lebih sering terjadi pada anak-anak, walaupun dapat ditemukan di semua usia.  Predileksi umur terbanyak antara umur 0 – 20 tahun yaitu 52%, umur sampai 5 tahun terdapat 38%.
    • Tidak terdapat perbedaan risiko terjadinya kista berdasarkan jenis kelamin dan umur yang bisa didapat dari lahir sampai 70 tahun, rata-rata pada usia 5,5 tahun 

    Bagaimana proses perjalanan penyakitnya?
    Terdapat dua teori yang dapat menyebabkan terjadinya kista duktus tiroglosus :
    • Infeksi tenggorok berulang akan merangsang sisa epitel traktus, sehingga mengalami degenerasi kistik.
    • Sumbatan duktus tiroglosus akan mengakibatkan terjadinya penumpukan sekret sehingga membentuk kista.
    Teori lain mengatakan mengingat duktus tiroglosus terletak di antara beberapa kelenjar limfe di leher, jika sering terjadi peradangan, maka epitel duktus juga ikut meradang, sehingga terbentuklah kista.

    Lokasi
    • Kista duktus tiroglosus dapat tumbuh di mana saja di garis tengah leher, sepanjang jalur bebas duktus tiroglosus mulai dari dasar lidah sampai ismus tiroid.
    • Lokasi yang sering adalah: intra lingual : 2,1%, suprahioid : 24,1%, tirohioid : 60,9%, suprasternal: 12,9%
    • Sedangkan Ward mendapatkan dari 72 pasien dengan kista duktus tiroglosus, lokasinya terdapat di:  submental : 2, suprahioid : 18, transhioid : 2, infrahioid : 43, suprasternal : 3
    • Hanlon mendapatkan 1 kasus kista duktus tiroglosus yang lokasinya jauh ke lateral. 

    Gejala klinik
    • Keluhan yang sering terjadi adalah adanya benjolan di garis tengah leher, dapat di atas atau di bawah tulang hioid. Benjolan membesar dan tidak menimbulkan rasa tertekan di tempat timbulnya kista.
    • Konsistensi massa teraba kistik, berbatas tegas, bulat, mudah digerakkan, tidak nyeri, warna sama dengan kulit sekitarnya dan bergerak saat menelan atau menjulurkan lidah. Diameter kista berkisar antara 2-4 cm, kadang-kadang lebih besar. 
    • Bila terinfeksi, benjolan akan terasa nyeri. Pasien mengeluh nyeri saat menelan dan kulit di atasnya berwarna merah dan rasa tidak nyaman di perut bagian atas terutama jika kistanya sangat besar.
    Kista duktus tiroglosus
    Kista duktus tiroglosus dengan gejala Massa bulat, licin, kecil di bagian depan tengah leher
    Kista duktus tiroglosus
    Kista duktus tiroglosus dapat menyebabkan Sulit bernafas atau menelan
    Lembek dan kemerahan

      Bagaimana cara diagnosis kista duktus tiroglosus?
      • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinik; yang harus dipikirkan pada setiap benjolan di garis tengah leher. kista duktus tiroglosus biasanya akan bergerak menelan menelan atau  menjulurkan lidah
      • Untuk fistula dengan menggunakan fistulogram, diagnosis dapat ditegakkan menggunakan suntikan cairan radioopak ke dalam saluran yang dicurigai dan dilakukan foto Rontgen. Fistulogram mungkin menunjukkan jalannya saluran tersebut.
      • USG akan menunjukkan lesi kistik garis tengah dan dapat membedakan yang solid dari komponen kistik
      • CT scan menunjukkan peningkatan kapsuler.
      Diagnosis Banding
      • Lingual tiroid 
      • Kista brankial
      • Kista dermoid 
      • Lipoma
      • Laryngocele

      Cara pengobatan kista duktus tiroglosus?
      • Penatalaksanaan yang perta adalah, jika terjadi infeksi, maka atasi dahulu infeksinya dengan antibiotik dan kompres hangat.  Untuk penggunaan antibiotik yang tepat, mungkin memerlukan aspirasi jarum halus pada kista untuk diambil sampelnya sehingga dapat di kultur atau dengan pewarnaan gram untuk menentukan bakterinya.
      • Setelah teratasi infeksinya, maka langkah selanjutnya adalah penatalaksanaan kista duktus.   Penatalaksanaan kista duktus tiroglosus bervariasi dan banyak macamnya, antara lain insisi dan drainase, aspirasi perkutan, eksisi sederhana, reseksi dan injeksi dengan bahan sklerotik. Dengan cara-cara tersebut angka kekambuhan dilaporkan antara 60-100%. Schlange (1893) melakukan eksisi dengan mengambil korpus hioid dan kista beserta duktus-duktusnya;dengan cara ini angka kekambuhan menjadi 20%.
      • Seorang ahli yang bernama Sistrunk  memperkenalkan teknik baru berdasarkan embriologi, yaitu kista beserta duktusnya, korpus hioid, traktus yang menghubungkan kista dengan foramen sekum serta otot lidah sekitarnya kurang lebih 1 cm diangkat. Cara ini dapat menurunkan angka kekambuhan menjadi 2-4 %. 
        • Cara Sistrunk :
          • Penderita dengan anestesi umum dengan tube endotrakea terpasang, posisi terlentang, kepala dan leher hiperekstensi.
          • Dibuat irisan melintang antara tulang hioid dan kartilago tiroid sepanjang empat sentimeter. Bila ada fistula, irisan ber-bentuk elips megelilingi lubang fistula.
          • Irisan diperdalam melewati jaringan lemak dan fasia; fasia yang lebih dalam digenggam dengan klem, dibuat irisan me-manjang di garis media. Otot sternohioid ditarik ke lateral untuk melihat kista di bawahnya
          • Kista dipisahkan dari jaringan sekitarnya, sampai tulang hioid. Korpus hioid dipotong satu sentimeter.
          • Pemisahan diteruskan mengikuti jalannya duktus ke foramen sekum. Duktus beserta otot berpenampang setengah sentimeter diangkat. Foramen sekum dijahit, otot lidah yang longgar dijahit, dipasang drain dan irisan kulit ditutup kembali. 

      Apa komplikasi yang dapat timbul?
      • Fistel duktus tiroglosus dapat timbul spontan atau sekunder akibat trauma, infeksi atau operasi yang tidak adekuat. Kejadian fistel ini antara 15-34%.
      • Dalam kasus rumit Kista tiroglosus, seluruh benjolan dapat menimbulkan gejala kanker. Sebuah kista leher mungkin tanpa gejala dan tidak berbahaya pada anak-anak tetapi bisa berubah ganas pada tahap berikutnya, khususnya selama masa dewasa. Kista tiroglosus kanker adalah suatu kondisi yang mengerikan.

      DAFTAR PUSTAKA

      1. Foley, DS, Fallat, ME. Thyroglossal duct and other congenital midline cervical anomalies. Pediatric Surgery 2006; 15:70.
      2. Corrias A, et al. Diagnositc Features of Thyroid Nodules in Pediatrics. Arch Pediatric and Adolescent Medicine. August 2010
      3. Waddell A, Saleh H, Robertson N et al. Thyroglossal duct remnants. J. Laryngol. Otol. 2000; 114: 128-9.
      4. Urben SL, Ransom ER. Fusion of the thyroid interval in a patient with a thyroglossal duct cyst. Otolaryngol. Head and Neck Surg. 120 (5): 757-9.
      5. Greinwald JH, Leichtman LG, Simko MEJ. Hereditary Thyroglossal Duct Cyst. Arch Otolaryngol Head Neck Surg. 1996; 122: 1094-6.
      6. Maran AGD. Benign diseases of the neck. Dalam : Scott-Brown’s Otolaryngology. 6th ed. Oxford : Butterworth - Heinemann, 1997; 5/16/1-4.
      7. Gebbia V, Di Gregorio C, Attard M; Thyroglossal duct cyst carcinoma with concurrent thyroid carcinoma: a case report. J Med Case Reports. 2008 Apr 29;2:132.
      8. Ishay A, Elmalah I, Luboshitzky R; Papillary carcinoma in a thyroglossal duct cyst. Isr Med Assoc J. 2008 Apr;10(4):312-3
      9. Brousseau V et al. Thyroglssal Duct Cysts-Presentation and Management in Children versus Adults. International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology. Dec. 2003