Laring : anatomi, histologi, embriologi, fisiologi

ANATOMI, HISTOLOGI, FUNGSI DAN ASAL LARING

EMBRIOLOGI LARING
  • Laring merupakan struktur kompleks yang telah berevolusi yang menyatukan trakea dan bronkus dengan faring sebagai jalur aerodigestif umum. Proses pembentukan Laring, faring, trakea dan paru-paru merupakan derivat foregut embrional yang terbentuk sekitar 18 hari setelah konsepsi. Foregut embrional terdiri dari bagian kranial yang kemudian menjadi Pharynx dan Larynx dan bagian kaudal yang kemudian menjadi saluran cerna yaitu: oesophagus. gaster, bagian proximal dari duodenum, hepar, vesika fellea dan pankreas. Foregut merupakan Usus sederharna bagian depan yang merupakan bagian dari perkembangan saluran cerna pada embrio.
  • Bagian  kranial dari  Foregut akan membentuk  faring primitif. yang kemudian menjadi laring. Seluruh sistem pernafasan termasuk laring merupakan hasil pertumbuhan faring primitif. Faring primitif berasal dari foregut bagian kranial, dimana  dinding lateral foregut bagian kranial akan membentuk kantung  faring , Sedangkan lapisan.ectodremnya akan menjadi celah faring dan lapisan Mesoderm diantara kantung  faring dan celah  faring akan menjadi lengkung  faring.
  • Lengkung faring muncul pada minggu ke-4 pada masa embrio. Lengkung faring ini berupa kumpulan jaringan mesenkim yang dipisahkan oleh celah-celah yang kita kenal dengan celah faring. Di saat perkembangan keduanya, di dinding lateral bagian dalam lengkung faring itu muncul lagi yang namanya kantong faring.
  • Pada saat embrio berusia 3,5 minggu suatu alur yang disebut laringotrakeal groove tumbuh dalam embrio pada bagian ventral foregut. Alur ini terletak disebelah posterior dari eminensia hipobronkial dan terletak lebih dekat dengan lengkung ke IV daripada lengkung ke III. Laryngotracheal groove adalah prekursor untuk laring dan trakea yang berisi petunjuk-petunjuk pertama sistem pernapasan dan benih laring. Sulkus atau alur laringotrakeal menjadi nyata pada sekitar hari ke-21 kehidupan embrio.
  • Perluasan ke arah kaudal merupakan primordial paru. Alur menjadi lebih dalam dan berbentuk kantung dan kemudian menjadi dua lobus pada hari ke-27 atau ke-28. bagian yang paling proksimal dari tuba yang membesar ini akan menjadi laring. 
  • Pembesaran aritenoid dan lamina epitelial dapat dikenali menjelang 33 hari, sedangkan kartilago, otot dan sebagian besar pita suara (plika vokalis) terbentuk dalam tiga atau empat minggu berikutnya. 
  • Pembukaan laringotrakeal adalah aditus laringeus primitif dan terletak diantara lengkung IV dan V. Aditus laring pada perkembangan pertama berbentuk celah vertikal yang kemudian menjadi berbentuk T dengan tumbuhnya hipobrachial eminence yang tampak pada minggu ke 3 dan kemudian akan tumbuh menjadi epiglottis.  Hanya kartilago epiglotis yang tidak terbentuk hingga masa midfetal.
  • Karena perkembangan laring berkaitan erat dengan perkembangan arakus brankialis embrio, maka banyak struktur laring merupakan derivat dari aparatus brankialis. Gangguan perkembangan dapat berakibat berbagai kelainan yang dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laring secara langsung.

ANATOMI LARING
Laring merupakan bagian yang terbawah dari saluran napas yang bagian atas. Bentuk laring seperti limas segitiga terpancung, dengan bagian atas lebih besar dari bagian bawah.  Laring merupakan struktur kompleks yang telah berevolusi yang menyatukan trakea dan bronkus dengan faring sebagai jalur aerodigestif umum.

Laring dibentuk oleh kartilago, ligamentum, otot dan membrana mukosa. Terletak di sebelah ventral faring. Berada di sebelah kaudal dari os hyoideum dan lingua, berhubungan langsung dengan trakea. Di bagian ventral ditutupi oleh kulit dan fasia, di kiri kanan linea mediana terdapat otot-otot infra hyoideus. Posisi laring dipengaruhi oleh gerakan kepala, deglutisi, dan fonasi.

Secara umum, laring dibagi menjadi tiga: supraglotis, glotis dan subglotis. Supraglotis terdiri dari epiglotis, plika ariepiglotis, kartilago aritenoid, plika vestibular (pita suara palsu) dan ventrikel laringeal. Glotis terdiri dari pita suara atau plika vokalis. Daerah subglotik memanjang dari permukaan bawah pita suara hingga kartilago krikoid. Ukuran, lokasi, konfigurasi, dan konsistensi struktur laringeal, unik pada neonatus. 

Batas atas laring adalah aditus laring, sedangkan batas bawahnya adalah batas kaudal kartilago krikoid. Laring membentang dari laryngoesophageal junction dan menghubungkan faring (pharynx) dengan trachea. Laring terletak setinggi Vertebrae Cervical IV – VI.

Laring pada bayi normal terletak lebih tinggi pada leher dibandingkan orang dewasa. Laring bayi juga lebih lunak, kurang kaku dan lebih dapat ditekan oleh tekanan jalan nafas. Pada bayi laring terletak setinggi C2 hingga C4, sedangkan pada orang dewasa hingga C6. Ukuran laring neonatus kira-kira 7 mm anteroposterior, dan membuka sekitar 4 mm ke arah lateral.

Stuktur penyangga Laring
Bangunan kerangka laring tersusun dari satu tulang yaitu tulang hyoid dan beberapa tulang rawan.
  • Tulang hyoid
    • Tulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U. Terletak di antara laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otot mulut dan lidah. Jumlah tulang hioid hanya 1 pada setiap manusia. 
    • Pada kedua sisi tulang ini terdapat prosesus longus dibagian belakang dan prosesus brevis bagian depan.
    • Tulang hioid dapat dipalpasi atau diraba di leher depan dan lewat mulut pada dinding faring lateral. Pada permukaan atas tulang hioid dihubungkan dengan lidah, mandibula dan tengkorak oleh tendon dan otot-otot. Sewaktu menelan kontraksi otot-otot ini akan menyebabkan laring tertarik keatas, sedangkan bila laring diam, maka otot-otot ini bekerja untuk membuka mulut dan menggerakan lidah.
gif maker
TULANG HYOID
How to make a gif
HYOID BONE
    • Tulang rawan (kartilago)
      • Tulang rawan yang menyusun laring adalah : kartilago epiglotis, kartilago tiroid, kartilago krikoid, kartilago aritenoid, kartilago kornikulata, kartilago kuneiformis dan kartilago tritisea.
      • Tulang rawan pada laring ada yang sepasang dan ada yang tunggal. Yang sepasang antara lain  kartilago aritenoid, kartilago kornikulata, kartilago kuneiformis. Sedangkan yang hanya berjumlah satu buah yaitu  kartilago epiglotis, kartilago tiroid, kartilago krikoid
      • Kartilago krikoid (Cartilago cricoidea)
        • Merupakan kartilago yang berbentuk cincin utuh, terletak di belakang kartilago tiroid dan merupakan tulang rawan paling bawah dari laring. Kartilago ini mempunyai arcus anterior yang sempit dan lamina posterior yang lebar. 
        • Pada bagian lateral nya ada facies articularis sirkular yang akan bersendi dengan cornu inferior  kartilago tiroid. Sedangkan di bagian atasnya terdapat facies articularis yang akan bersendi dengan basis  kartilago aritenoid.
        • Di setiap sisi tulang rawan krikoid melekat ligamentum krikoaritenoid, otot krikoaritenoid lateral dan di bagian belakang melekat otot krikoaritenoid posterior.
      • Kartilago  tiroid (Cartilago thyroidea)
        • Kartilago  tiroid dihubungkan dengan  kartilago krikoid oleh ligamentum krikotyroid
        • Merupakan tulang rawan laring yang terbesar, terdiri dari dua lamina yang bersatu di bagian depan dan mengembang ke arah belakang.
        • Kartilago tiroid terletak di bagian proksimal kelenjar tiroid, biasanya di sebut dengan jakun. Biasanya berukuran lebih besar dan lebih menonjol pada laki-laki akibat hormon yang di ekskresi saat pubertas.
        • Kedua lamina tersebut merupakan lamina  Kartilago hyaline yang bertemu di linea mediana anterior menjadi sebuah tonjolan sudut V yang disebut dengan Adam’s apple/ commum adamum/ prominentia piriformis (jakun). Pinggir posterior tiap lamina menjorok ke atas membentuk cornu superior dan ke bawah membentuk cornu inferior. Pada permukaan luar lamina terdapat line oblique sebagai tempat melekatnya otot sternothyroideus, otot thyrohyoideeus, dan  otot constrictor pharyngis inferior.
      • Kartilago epiglotis
        • Epiglotis atau kartilago epiglotis adalah katub kartilago elastis yang merupakan lipatan tulang rawan berbentuk daun dan menonjol keatas dibelakang dasar lidah yang melekat pada tepian anterior kartilago tiroid
        • Kartilago ini merupakan kartilago yang paling atas pada laring, yang keseluruhannya di lapisi oleh membran mukosa. Epiglottis dewasa umumnya sedikit cekung pada bagian posterior. Namun pada anak dan sebagian orang dewasa, epiglottis jelas melengkung dan disebut epiglottis omega atau juvenilis.
        • Epiglotis adalah tulang rawan yang berfungsi sebagai katup pada pita suara (laring) dan tabung udara (trakea), yang akan menutup selama proses menelan berlangsung. Pada saat menelan, epiglotis secara otomatis menutupi mulut laring yaitu menutup dan mengangkat jakun keatas untuk mencegah masuknya makanan dan cairan, sehingga tidak mengganggu pernapasan kita karena masuknya makanan atau cairan tersebut. Epiglotis akan terus terbuka ketika kita bernapas.
      • Kartilago aritenoid (Cartilago arytenoidea)
        • Merupakan  Kartilago kecil  yang terdiri dari dua buah dan berbentuk pyramid yang terletak di belakang dari laring pada pinggir atas lamina kartilago krikoid. 
        • Kartilago aritenoid membentuk persendian dengan kartilgo krikoid disebut artikulasi krikoaritenoid, sehingga dapat terjadi gerakan meluncur dari medial ke lateral dan rotasi.
        • Masing- masing kartilago aritenoid memiliki apex di bagian atas dan basis di bagian bawahnya. Dimana bagian apex nya ini akan menyangga dari kartilago coeniculata, sedangkan pada bagian basis nya bersendi dengan kartilago krikoid. Pada basis nya terdapat dua tonjolan yaitu prosesus vokalis anterior yang menonjol horizontal ke depan merupakan perlekatan dari ligamentum Vocale, dan prosesus muskularis lateralis yang menonjol ke lateral dan merupakan perlekatan dari otot crycoarytenoideus lateralis et posterior. Kartilago aritenoid bertanggung jawab terutama untuk membuka dan menutupnya laring.
      • Kartilago kornikulata (Cartilago corniculata)
        • Kartilago kornikulata melekat pada bagian ujung kartilago  aritenoid  dan kartilago ini berjumlah dua buah (sepasang)
        • Dua buah kartilago ini bersendi dengan apex cartilaginis arytenoidea dan merupakan tempat lekat plica aryepiglottica sehingga menyebabkan pinggir atas plica aryepiglottica dextra et sinistra agak meninggi.
      • Kartilago kuneiformis (Cartilago cuneiformis)
        • Merupakan kartilago kecil yang berjumlah sepasang dan berbentuk batang yang terdapat di dalam plica aryepiglottica yang berfungsi untuk menyokong plica tersebut.
        • Kartilago ini berlokasi di lateral dan superior dari kartilago kornikulata yaitu di dalam plica aryepiglottica dan merupakan potongan memanjang dari kartilago elastis kecil berwarna kuning.
    gif animator
    gif maker
      Stuktur otot laring
      • Otot-otot yang menyusun laring terdiri dari otot-otot ekstrinsik dan otot-otot intrinsik. Otot atau muskulus ekstrinsik adalah otot yang berada diluar laring sedangkan otot intrinsik adalah otot yang berada di dalam laring.
      • Otot-otot ekstrinsik berfungsi menggerakkan laring, sedangkan otot-otot intrinsik berfungsi membuka rima glotidis sehingga dapat dilalui oleh udara respirasi. Juga menutup rima glotidis dan vestibulum laringis, mencegah bolus makanan masuk ke dalam laring (trakea) pada waktu menelan. Selain itu, juga mengatur ketegangan (tension) plika vokalis ketika berbicara. Kedua fungsi yang pertama diatur oleh medula oblongata secara otomatis, sedangkan yang terakhir oleh korteks serebri secara volunter.
      • Otot-otot Ekstrinsik
        • Otot-otot ekstrinsik laring ada yang terletak di atas tulang hioid (suprahioid), seperti musculus digastrikus, musculus geniohioid, musculus stilohioid dan musculus milohioid. Sedangkan otot-otot ekstrinsik laring yang terletak di bawah tulang hioid (infrahioid) ialah musculus sternohioid, musculus omohoid.
        • Musculus digastrikus
          • Inervasi : Pada Venter anterior oleh Nervus mandibularis sedangkan pada Venter posterior oleh Nervus facialis
          • Origo   : Os. temporale
          • Insertio : Os. mandibula
          • Fungsi   : Untuk elevasi tulang hyoid dan depresi mandibula sehingga dapat mengangkat dasar atau lantai mulut saat menelan atau berfungsi menarik laring ke bawah (elevator)
        • Musculus geniohioid 
          • Inervasi : oleh serat dari lalui C1 pada saraf kranial XII (n. hypoglossus) 
          • Origo : bagian dalam mandibula
          • Insersio : Permukaan anterior tulang Hyoid 
          • Fungsi : elevasi hyoid dan memperlebar laring 
        • Musculus stilohioid 
          • Origo : proc. Styloideusos temporalis 
          • Insersio : basis cornu os hyoid , 
          • Innervasi N VII facialis 
          • Fungsi : Untuk menarik laring kebawah (elevator) dan merupakan bagian dasar mulut saat menelan
        • Musculus milohioid
          • Inervasi : Nervus mandibularis cabang N.V
          • Origo : Os. mandibula
          • Insertio : Os. hyoidea
          • Fungsi :  Otot-otot ini berfungsi menarik laring ke bawah (elevator) dengan cara menggerakkan lidah saat deglutasi dan elevasi os.hyoid
        • Musculus sternohioid
          • Inervasi : Plexus cervicalis 
          • Origo : Os. sternum 
          • Insertio : Os. hyoidea 
          • Fungsi : menarik Os. hyoidea ke caudal dan depresor laring atau menarik laring ke atas
        • Musculus omohoid
          • Inervasi : Plexus cervicalis 
          • Origo : Os. scapula 
          • Insertio : Os. hyoidea 
          • Fungsi : meregangkan fascia cervicalis, mencegah kolapsnya Vena jugularis dan sebagai depressor laring atau  menarik laring ke atas.
        • Musculus tirohioid.
          • Inervasi :  oleh serat dari lalui C1 pada saraf kranial XII (n. hypoglossus) 
          • Origo :  kartilago thyroid
          • Insertio : Os. hyoidea 
          • Fungsi :  menarik atau depressi Os. hyoidea ke caudal dan depresor laring atau menarik laring ke atas
        • Otot-otot Intrinsik
            • Otot-otot instrinsik yang terletak di bagian lateral laring ialah musculus krikoaritenoid lateral, musculus tiroepiglotika, musculus vokalis, musculus tiroaritenoid, musculus ariepiglotika dan musculus krikotiroid. Sedangkan otot-otot instrinsik yang terletak di bagian posterior laring adalah musculus aritenoid transversum, musculus aritenoid oblik, musculus krikoaritenoid posterior.
            • Musculus krikoaritenoid lateral
              • Otot ini berorigo pada arcus cartilaginis cricoideae 
              • berinsersio pada processus muscularis cartilaginis arytenoideae 
              • dipersarafi oleh N.Laryngeus externus. 
              • Fungsinya adalah aduksi plica vocalis yaitu kontraksinya akan mendekatkan kedua pita suara ke tengah
            • Musculus tiroepiglotika
              • Origo pada : permukaan bagian dalam dari tulang rawan tiroid, yang sama dengan otot thyroarytenoid
              • insersio pada pinggir lateral epiglotis dan aryepiglota
              • Dipersarafi oleh recurrent laryngeal nerve
              • Fungsi untuk menekan pangkal epiglotis dan Melebarkan aditus dengan dengan memisahkan kedua plica aryepiglottica
            • Musculus vokalis
              • Origo pada sudut anatar kedua lamina cartilaginis thyroidea
              • Insersio pada processus vocalis cartilaginis arytenoideae. 
              • Persarafannya adalah oleh N.Laryngeus reccurens
              • Fungsi untuk mengubah plica vocalis saat fonasi dengan berfungsi sebagai aduktor (kontraksinya akan mendekatkan kedua pita suara ke tengah)
            • Musculus tiroaritenoid
              • Origo pada permukaan posterior cartilage thyroidea 
              • Insersio pada processus muscularis cartilaginis arytenoidea. 
              • Persarafannya adalah oleh N.Laryngeus reccurens. 
              • Fungsinya adalah mengendurkan plica vocalis, yaitu kontraksinya akan mendekatkan kedua pita suara ke tengah
            • Musculus ariepiglotika
              • Origo pada tulang rawan  arytenoid
              • Insersio pada epiglotis
              • Persarafan oleh inferior laryneal nerve ( dari n. vagus)
              • Fungsinya  kontraksinya akan mendekatkan kedua pita suara ke tengah
            • Musculus krikotiroid
              • Origonya pada bagian anterolateral cartilage cricoidea
              • Insersio pada tepi bawah dan cornu inferius cartilaginis thyroideae. 
              • Otot ini dipersarafi oleh .laryngeus externus. 
              • Fungsi utamanya adalah meregangkan dan menegangkan plica vocalis.
            • Musculus aritenoid transversum dan Musculus aritenoid oblik
              • Berorigo pada satu cartilage arytenoidea 
              • Berinsersio pada cartilage arytenoidea sisi yang lain. 
              • Persarafannya adalah oleh N.Laryngeus reccurens. 
              • Fungsinya adalah untuk menutup aditus laryngis dengan mendekatkan kedua cartilage arytenoidea.
            • Musculus krikoaritenoid posterior
              • Otot ini berorigo pada permukaan posterior lamina cariliginis cricoideae 
              • berinsersio pada processus muscularis cartilaginis arytenoideae. 
              • dipersarafi oleh N. Layngeus externus
              • berfungsi untuk abduksi plica vocalis. (fungsi otot ini berbeda dengan yang lain dimana kontraksinya akan menjauhkan kedua pita suara ke lateral, sedangkan otot intrinsik yang lain berfungsi sebagai adduktor)
        Sendi pada laring 
        • Pada laring terdapat dua buah sendi yaitu artikulasi krikotiroid dan artikulasi krikoaritenoid.
        • Artikulasi krikotiroid atau sendi  krikotiroid (cricothyroid joint)
          • Sendi krikotiroid adalah sendi sinovial yang terbentuk dari kornu inferior kartilago tiroid dengan  lamina kartilago krikoid. 
          • Pergerakan sendi ini akan menyebabkan pengaturan terhadap suara (voice pitch) atau penyusuaian terhadap suara dengan jalan mengubah ketegangan dari pita suara.
          • Dislokasi sendi krikothyroid (sendi yang menghubungan krikoid dan kartilago thyroid) dapat terjadi pada hilangnya kemampuan dalam merubah pitch kontrol terhadap suara.
        • Artikulasi krikoaritenoid  (cricoarytenoid joint)
          • Sendi  krikoaritenoid terbentuk antara kartilago  krikoid dengan kartilago  aritenoid 
          • Dislokasi sendi krikoarytenoid sering terjadi pada suara yang parau atau suara yang tidak jelas dan biasanya obstruksi jalan napas dan gangguan pernapasan.
          Ligamentum pada laring
          • Ligamentum merupakan jaringan ikat yang keras yang mengikat tulang yang satu dengan tulang yang lain pada persedian. 
          • Ligamentum yang membentuk susunan laring adalah :
            • Ligamentum seratokrikoid (anterior, lateral, dan posterior), ligamentum krikotiroid medial, ligamentum krikotiroid posterior, ligamentum kornikulofaringal, ligamentum hyotiroid lateral, ligamentum hyotiroid medial, ligamentum hyoepiglatika, ligamentum tiroepiglotika, ligamentum ventrikularis, ligamentum Cricotracheale, ligamentum vokale, ligamentum Hyoepiglotticum
              • Ligamentum seratokrikoid (anterior, lateral, dan posterior), ligamen ini berfungsi untuk memperkuat kapsul dari artikulasi atau sendi krikotiroid di kedua sisi.
              • Ligamentum krikotiroid (lateral/posterior dan medial), merupakan bagian yang terbesar dari membran laring.  Ligamentum krikotiroid menghubungkan tulang rawan tiroid dengan lengkungan tulang rawan krikoid. Ligamentum ini dipotong dalam keadaan darurat cricothyrotomy . Tujuan utama ini ligamen adalah untuk menjaga krikoid dan tiroid dari bepergian terlalu jauh
              • Ligamentum kornikulofaringal
              • Ligamentum hyotiroid
              • Ligamentum tiroepiglotika sebuah band elastis yang menghubungkan tangkai daun dari epiglotis ke bagian dalam tulang rawan tiroid dekat takik tiroid superior
              • Ligamentum Hyoepiglotticum Menghubungkan permukaan anterior epiglottis dengan Os. Hyoideum.
              • Ligamentum Cricotracheale Menghubungkan bagian bawah cart. Cricoidea dengan cincin pertama trachea.
              • Ligamen ventrikularis melekat pada bagian superior dari tulang arytenoid dan menyeberangi laring untuk melekat pada tulang rawan tiroid sedikit di atas ligamen vokalis. Ligamen ventrikularis membentuk batas bawah dari membran quadrangular dan turut membentul kord ventrikularis.
              • Ligamentum vokale yang menghubungkan kartilago aritenoid dengan kartilago tiroid, dimana ujung anterior masing-masing ligamentum vocale melekat dalam permukaan cartilago thyroidea dan ujung posterior melekat pada processus vocalis cartilago arytenoidea
                • Dengan adanya lipatan mukosa pada ligamentum vokale dan ligamentum ventrikulare, maka terbentuklah plika vokalis (pita suara asli) dan plika ventrikukaris(pita suara palsu).
           Membran pada laring
          • Membran pada laring di bedakan atas membran ekstrinsik dan membran intrinsik. Membran ekstrinsik antara lain thyrohyoid Membrane dan Cricotracheal membrane, sedangkan membran intrinsik terdiri dari Quadrangular membrane,Cricothyroid membrane,conus elasticus
          • Membrana Thyrohyoidea 
            • Membrana ini menghubungkan batas superior atau  pinggir atas cartilago thyroidea  dengan permukaan posterior corpus dan cornu majus ossis hyoidei. 
            • Membrana ini pada bagian tengah  membran ini menebal, membentuk ligamentum thyrohyoideum mediana yang menghubungkan incisura thyroidea superior ke corpus Os. Hyoideum, sedangkan bagian lateral terdapat  ligamentum thyrohyoideum laterale yang menghubungkan cornu superius cartilago thyreoidea dengan cornu majus ossis hyoid. 
            • Membran ini ditembus oleh R. internus N. laryngealis superior dan A/V laryngea superior. Membrana ini berfungsi untuk mengangkat larynx waktu kita menelan.
          • Membrana Cricothyroidea (conus elasticus)
            • Membrana ini membentang dari bagian atas arcus cart. Cricoid meluas ke :
              • arah depan untuk kemudian melekat pada bagian belakang cart. Thyreoidea.
              • arah belakang untuk kemudian melekat pada cart. Arytenoidea. 
            • Tepi atas yang bebas dari membrana ini adalah ligamentum vocale (pita suara sebenarnya) yang merupakan kerangka plica vocalis. Biasanya membrane ini avaskular. Di tempat ini sering dilakukan crycothyroidectomi .
          • Membrana Quadrangularis
            • Membran ini terletak dibawah mukosa vestibulum laryngis. 
            • Membran ini membentang dari epiglottis meluas ke arah belakang untuk kemudian melekat pada cart.Arytenoidea. 
            • Membrana ini mempunyai 2 tepi bebas Tepi bawahnya yang bebas membentuk ligamentum vestibulare yang terletak didalam plica vestibularis (pita suara palsu). Sedangkan tepi atasnya yang bebas membentuk ligamentum aryepiglotticum yang terletak didalam plica aryepiglotticum.
          Cavitas  Laryngis
          • Merupakan suatu ruangan yang meluas dari pintu masuk larynx sampai setinggi tepi bawa cartilago cricoidea untuk beralih kedalam lumen trachea. 
          • Rongga di dalam laring dibagi menjadi tiga yaitu, vestibulum laring, dibatasi oleh aditus laringis dan rima vestibuli. Lalu ventrikulus laringis, yang dibatasi oleh rima vestibuli dan rima glotidis. Di dalamnya berisi kelenjar mukosa yang membasahi plika vokalis. Yang ketiga adalah kavum laringis yang berada di sebelah ckudal dari plika vokalis dan melanjutkan diri menjadi kavum trakealis.
          • Urutan bangunan yang ada di cavitas laryngis mulai dari atas ke bawah : Aditus laryngis, Vestibulum laryngis, Rima vestibuli, Ventriculus laryngis, Rima glottidis, cavitas infraglottica.
            • Aditus laryngis.
              • Merupakan pintu masuk larynx yang menghadap ke dorsocranial dan menghadap ke laryngopharynx. 
              • Aditus laryngis mempunyai batas-batas:
                • Ventral : pinggir atas epiglottis
                • Lateral : plica aryepiglottica.
                • Dorsocaudal : membrane mucosa antar cartilage arytenoidea
            • Vestibulum laryngis merupakan cavitas laryngis yang terletak dibawah aditus laryngis sampai tepat diatas plica vestibularis (pita suara palsu)
            • Rima vestibuli adalah celah yang dibentuk oleh kedua plica vestibularis
            • Ventriculus laryngis terletak dibawah rima vestibuli dan diatas rima glottidis.Ventriculus bagian anterior dan lateralnya meluas ke ats sebagai kantong buntu yangmensekresi lendir untuk lubrikasi plica vicalis. Kantong buntu ini disebut Sacculuslaryngis.
            • Rima glottidis merupakan celah yang dibentuk oleh plica vocalis dexter et sinister. Plica vocalis melekat pada cartilago Arytenoid dan pada facies posterior  cartilago Thyroidea, sehingga ada ahli berpendapat plica vocalis 40 % disusun cartilago Arytenoidea dan 60 % disusun tepi atas membrana cricothyroidea. Panjang plica vocalis menentukan tinggi rendah nada suara manusia, pada pria yang plica vocalisnya panjang suara lebihrendah (ngebass) sedang pada wanita plica vocalis pendek sehingga nada sua ratinggi.
          Spintcher Larynx
          • Terdapat dua spintcher pada larynx yaitu pada Aditus laryngis dan Rima glottidis. 
          • Aditus laryngis
            • Spintcher pada aditus laryngis hanya berfungsi pada saat menelan. 
            • Ketika bolus makanan dipindahkan ke belakang di antara lidah dan palatum durum, larynx tertarik ke atas dibawah bagian lidah. Aditus laryngis menyempit akibat kontraksi m. arytenoideus obliquus dan m. aryeepiglottica. Epiglottis didorong kebelakang oleh lidah berfungsi sebagai sungkup di atas aditus laryngis. Bolus makanan atau cairan kemudian masuk ke dalam oesophagus dengan berjalan di atas epiglotti atau turun ke bawah lewat alur pada sisi-sisi aditus laryngis, yaitu melalui fossa piriformis.
          • Rima glottidis
            • Ketika batuk atau bersin, rima glottidis berfungsi sebagai sphincter. 
            • Setelah inspirasi, plica vocalis adductio, dan otot-otot ekspirasi berkontraksi dengan kuat. Akibatnya tekanan dalam tekanan di dalam thorax meningkat, dan dalam waktu yang bersamaan plica vocalis mendadak abduksi. Pelepasan mendadak dari udara yang terkompresi sering mengeluarkan partikel asing atau mucus dari saluran pernapasan dan selanjutnya masuk ke pharynx. Di sini, partikel-partikel ditelan atau dikeluarkan
            • Pada keadaan abdomen tegang seperti pada miksi, defekasi, dan melahirkan, udara sering ditahan sesaat di saluran pernapasan dengan cara menutup rima glottidis. Sesudah inspirasi dalam, rima glottidis ditutup. Kemudian otot-otot dinding anterior abdomen berkontraksi dengan gerak naik diaphragm dicegah oleh adanya udara yang tertahan di saluran pernapasan. Setelah usaha yang cukup lama orang tersebut sering melepaskan sejumlah udara dengan membuka rima glottidisnya sekejap dan menimbulkan suara mengeluh.
          Persarafan laring
          • Laring dipersarafi oleh cabang-cabang n. vagus, yaitu n. Laringeus superior dan n. Laringeus inferior. Kedua saraf ini merupakan campuran saraf motorik dan sensorik. 
          • Nervus laringis superior 
            • mempersarafi otot Krikotiroid, sehingga memberikan sensasi pada mukosa laring di bawah pita suara. Saraf ini mula-mula terletak di atas otot Konstriktor faring medial, di sebelah medial arteri Karotis interna dan eksterna, kemudian menuju ke kornu mayor tulang hioid, dan setelah menerima hubungan dengan ganglion servikal superior, membagi diri dalam 2 cabang, yaitu ramus eksternus dan internus. 
            • Ramus eksternus berjalan pada permukaan luar otot Konstriktor faring inferior dan menuju ke otot Krikotiroid. Ramus eksterna merupakan suplai motorik untuk satu otot saja, yaitu otot krikotiroideus. Disebelah inferior, saraf rekurens berjalan
            • Ramus internus tertutup oleh otot Tirohioid terletak di sebelah medial arteri Tiroid superior, menembus membran hiotiroid, dan bersama-sama arteri Laringeus superior menuju ke mukosa laring. Ramus atau Cabang interna ini mengurus persarafan sensorik valekula, epiglottis, sinus piriformis dan seluruh mukosa laring superior interna tepi bebas korda vokalis sejati.
          • Nervus laringis inferior merupakan lanjutan dari nervus Rekuren setelah saraf itu memberikan cabangnya menjadi ramus kardia inferior. Nervus rekuren merupakan cabang dari nervus vagus. 
            • N. rekuren kanan akan menyilang a. Subklavia kanan dibawahnya, sedangkan n. Rekuren kiri akan menyilang arkus aorta. 
            • Nervus laringis inferior berjalan diantara cabang-cabang a. Tiroid inferior, dan melalui permukaan mediodorsal kelenjar tiroid akan sampai pada permukaan medial m. Krikofaring. Di sebelah posterior dari sendi krikoaritenoid, saraf ini bercabang dua menjadi ramus anterior dan posterior. Ramus anterior akan mempersarafi otot-otot intrinsik bagian lateral, sedangkan ramus posterior mempersarafi otot-otot intrinsik laring bagian superior dan mengadakan anastomosis dengan n. Laringis superior ramus internus. 
          Pendarahan Laring
          • Pendarahan untuk laring terdiri dari 2 cabang, yaitu a. Laringis superior dan a. Laringis inferior. 
          • Arteri laringis superior 
            • merupakan cabang dari a. Tiroid superior. 
            • Arteri laringitis superior berjalan agak mendatar melewati bagian belakang membran hioid bersama-sama dengan cabang internus dari n. Laringis superior kemudian menembus membran ini untuk berjalan ke bawah di submukosa dari dinding lateral dan lantai dari sinus piriformis, untuk memperdarahi mukosa dan otot-otot laring. 
          • Arteri laringis inferior 
            • merupakan cabang dari a. Tiroid inferior dan bersama-sama dengan n. Laringis inferior berjalan ke belakang sendi krikotiroid, masuk laring melalui daerah pinggir bawah dari m. Konstriktor faring inferior. 
            • Di dalam laring arteri itu bercabang-cabang , mempendarahi mukosa dan otot serta beranastomosis dengan a. Laringis superior. 
            • Pada daerah setinggi membran krikotiroid a. Tiroid superior juga memberikan cabang yang berjalan mendatari sepanjang membran itu sampai mendekati tiroid. Kadang-kadang arteri ini mengirimkan cabang yang kecil melalui membran krikotiroid untuk mengadakan anastomosis dengan a. Laringis superior. 
          • Vena laringis superior dan vena laringis inferior letaknya sejajar dengan a. Laringis superior dan inferior dan kemudian bergabung dengan vena tiroid superior dan inferior. 
            • Vena-vena laring mengikuti arteri-arteri larynx, vena laryngea superior biasanya bermuara pada vena thyroidea superior, lalu bermuara ke dalam vena jugularis interna.Vena laryngea inferior bermuara pada vena thyroidea inferior. Kemudian bermuara kevena brachiocephalica sinistra
          Pembuluh Limfa Laring
          • Pembuluh limfa untuk laring banyak, kecuali daerah lipatan vokal. Disini mukosanya tipis dan melekat erat dengan ligamentum vokale. Di daerah lipatan vokal pembuluh limfa dibagi dalam golongan superior dan inferior. 
          • Pembuluh eferen dari golongan superior berjalan lewat lantai sinus piriformis dan a.laringis superior, kemudian ke atas dan bergabung dengan kelenjar dari bagian superior rantai servikal dalam. Pembuluh eferen dari golongan inferior berjalan kebawah dengan a.laringis inferior dan bergabung dengan kelenjar servikal dalam, dan beberapa diantaranya menjalar sampai sejauh kelenjar supraklavikular.

          STUKTUR MIKROSKOPIS LARING
          • Sebagian besar laring dilapisi oleh mukosa toraks bersilia yang dikenal sebagai epitel respiratorius. Namun, bagian – bagian laring yang terpapar aliran udara yang terbesar, misalnya permulaan lingua pada epiglottis, permukaan superior plika ariepiglotika, dan permukaan superior serta tepi batas korda vokalis sejati, dilapisi epitel gepeng yang lebih keras. Kelenjar penghasil mukus banyak ditemukan dalam epitel respiratorius
          • Laring menghubungkan faring dan trakea. Bentuk laring tidak beraturan / irreguler. stuktur mikroskopis pada laring yaitu berupa Epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet kecuali ujung plika vokalis yang mempunyai epitel berlapis gepeng. Pada dinding laring stuktur mikroskopisnya berupa Tulang Rawan Hialin dan Tulang Rawan elastis, mengandung jaringan ikat dan kelenjar campur. Otot pada musculus vokalis berupa otot skelet.
          • Tulang rawan pada laring hialin dan tulang rawan elastin, yaitu tulang rawan Hialin  yang terdiri dari satu buah tulang rawan tiroid dan  tulang rawan krikoid serta dua buah tulang rawan aritenoid (pada ujung tulang rawan aritenoid merupakan tulang rawan Elastis, sedangkan bagian lain dari tulang rawan ini merupakan tulang rawan Hialin). Sedangkan  tulang rawan Elastis yang terdiri dari satu buah tulang rawan epiglotis dan dua buah tulang rawan masing-masing tulang rawan Kuneiformis dan Kornikulata
          • Pada otot-otot laring terdiri dari muskulus ekstrinsik dan intrinsik. Muskulus intrinsik adalah Otot yang menghubungkan kartilago dengan daerah sekelilingnya dan berperan untuk fonasi. Sedangkan Muskulus ekstrinsik merupakan Otot yang menghubungkan Tulang rawan satu dengan yang lainnya dan berperan untuk proses menelan
          • Epiglotis
            • Rangka epiglotis berupa tulang rawan  Elastis
            • Mempunyai dua permukaan  yaitu  Pars lingual dan pars laringeal, dimana Pars lingual dari tebal semakin menipis dan beralih menjadi pars laringeal
              • Permukaan lingual yang menghadap ke lidah
                • Pada permukaan ini dijumpai epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk
                • Permukaan ini merupakan bagian anterior yang paling sering berkontak dengan akar lidah, pada waktu proses menelan
                • Lapisan Lamina propria pada permukaan ini dibawahnya langsung melekat pada perikondrium
                • Ada kelenjar campur dan jaringan limfoid
              • Permukaan laringeal yang menghadap ke laring
                • Pada permukaan ini di jumpai Epitel berlapis gepeng yang tipis dari permukaan lingual menjadi epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet,yang akan melanjutkan ke trakea dan bronkus
                • Permukaan ini merupakan bagian posterior yang sering berkontak dengan makanan
                • Lamina propria dibawahnya mempunyai kelenjar campur ( lebih banyak daripada permukaan lingual )
          TULANG RAWAN HIALIN

          TULANG RAWAN ELASTIN

          • Dibawah epiglotis terdapat dua lipatan mukosa yang menonjol ke lumen laring yaitu  plika ventrikularis  dan plika vokalis
            • Bagian atas disebut pita suara palsu / plika ventrikularis
              • Pada bagian ini mempunyai epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet
              • lapisan Lamina proprianya tipis, terdiri dari jaringan penyambung jarang. Sebagian lamina propria melekat pada perikondrium tulang rawan tiroidea
              • Bagian ini terdapat kelenjar campur dan mempunyai kelompok jaringan limfoid
              • Diantara dua plika ventrikularis terdapat daerah yang disebut rima vestibuli
            • Bagian bawah disebut pita suara sejati / plika vokalis
              • Pada plika vokalis terdapat epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk
              • Pada lamina propria terdapat serat-serat elastin yang  tersusun sejajar membentuk ligamentum vokalis, dimana sejajar dengan  ligamentum vokalis terdapat otot skelet yang disebut muskulus vokalis. Fungsi  muskulus vokalis ini adalah mengatur ketegangan pita suara dan ligamentum, sehingga udara yang melalui pita suara dapat menimbulkan suara dengan nada yang berbeda-beda
              • Diantara  dua plika vokalis terdapat daerah yang disebut rima vokalis / rima glotidis

          FISIOLOGI LARING
          • Laring berfungsi untuk proteksi, batuk, respirasi, sirkulasi, menelan, emosi serta fonasi.
          • Proteksi
            • Laring melindungi paru-paru dari benda asing (aspirasi) , fungsi epiglotis, pita ventricular, pita suara asli, refleks batuk.
            • Fungsi laring untuk proteksi ialah untuk mencegah makanan dan benda asing masuk ke dalam trakea, dengan jalan menutup aditus laring dan rima glotis secara bersamaan. Terjadinya penutupan aditus laring ialah karena pengangkatan laring ke atas akibat kontraksi otot-otot ekstrinsik laring. Dalam hal ini kartilago aritenoid bergerak ke depan akibat kontraksi  otot tiroaritenoid dan  otot aritenoid.selanjutnya  otot ariepiglotika berfungsi sebagai sfingter. Penutupan rimaglotis terjadi karena adduksi plika vokalis. Kartilago aritenoid kiri dan kanan mendekat karena aduksi otot-otot ekstrinsik. 
            • Selain itu, dengan refleks batuk, benda asing yang telah masuk ke dalam trakea dapat dibatukkan ke luar. Demikian juga dengan bantuan batuk, sekret yang berasal dari paru dapat dikeluarkan.
            • Bertindak seperti sfingter, laring mencegah berbagai macam benda yang masuk kecuali udara ke dalam paru . menutup laringeal inlet,menutup glotis, menghentikan respirasi saat menelan, refleks batuk(mengeluarkan sekret dan benda asing)
          • Fungsi Pernapasan
            • Pembukaan glotis, yang merupakan bagian sempit dari laring, mencegah udara terhembus sejak awal dari paru-paru selama ekspirasi, sebuah tekanan balik dibuat untuk membantu mencegah alveoli dari kolaps seutuhnya.
            • Fungsi respirasi dari laring ialah dengan mengatur besar kecilnya rimaglotis. Bila m.krikoaritenoid posterior berkontraksi akan menyebabkan prosesus vokalis kartilago aritenoid bergerak ke lateral, sehingga rimaglotis terbuka  (abduksi).
            • Dengan terjadinya perubahan tekanan udara di dalam traktus trakeo-bronkital akan dapat mempengaruhi sirkulasi dalam tubuh. Dengan demikian laring berfungsi juga sebagai alat pengatur sirkulasi darah.
            • Respirasi diatur oleh dilatasi otot aktif pembukaan laring, membantu dalam mengatur pertukaran gas dalam paru-paru dan pemeliharaan keseimbangan asam-basa.
          • Fungsi Fonasi
            • Fonasi adalah produksi suara dari bergetarnya pita suara.
            • Produksi suara, fungsi pita suara asli (artikulasi, atau membentuk suara kedalam pidato, merupakan fungsi dari langit-langit, lidah, bibir, dan mandibula).
            • Fungsi laring yang lain ialah untuk fonasi, dengan membuat suara serta menentukan tinggi rendahnya nada. Tinggi rendahnya nada diatur oleh peregangan plika vokalis. Bila plika vokalis dalam aduksi, maka m.krikotiroid akan merotasikan kartilago tiroid ke bawah dan ke depan, menjauhi kartilago aritenoid. Pada saat yang bersamaan m.krikoaritenoid posterior akan menahan atau menarik kartilago aritenoid ke belakang. Plika vokalis kini dalam keadaan yang efektif untuk berkontraksi. Sebaliknya, kontraksi m.krikoaritenoid akan mendorong kartilago aritenoid ke depan, sehingga plikavokalis akan mengendur. Kontraksi serta mengendurnya plika vokalis akan menentukan tinggi rendah nya nada.
          • Fungsi menelan
            • Fungsi laring dalam membantu proses menelan ialah dengan 3 mekanisme,yaitu gerakan laring bagian bawah ke atas, menutup aditus laringis dan mendorong bolus makanan turun ke hipofaring dan tidak mungkin masuk ke dalam laring. 
          • Laring juga mempunyai fungsi untuk mengekspresikan emosi. 
          SEBELUMNYA
          SESUDAH