Kuku : Kelainan pada dasar dan lipatan kuku

KELAINAN DASAR DAN LIPATAN PADA KUKU

STRUKTUR ANATOMY  DASAR DAN LIPAT KUKU
  • Dasar kuku (Nail bed)
    • Dasar kuku merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku, yaitu dari batas lunula sampai ke hiponichium. Sebagian sel epidermis dasar kuku menyatu dengan lempeng kuku, yaitu bagian ventral lempeng kuku. Pada dasar kuku yang matur tidak terdapat granula keratohialin, tetapi pada beberapa keadaan patologis dasar kuku menunjukkan lapisan granular, dan terdapat produksi stratum korneum yang sama dengan epidermis normal. Produksi sel-sel tanduk dalam keadaan seperti ini dapat mendorong lempeng kuku ke atas.
  • Lipat kuku
    • Lipat kuku proksimal dan lateral merupakan batas dan pelindung struktur dan menolong arah pertumbuhan kuku. Lipat kuku proksimal merupakan perluasan dari epidermis pada dorsum kuku yang melindungi matriks dan kutikula adalah produk keratinnya. Struktur ini sangat panting, karena penyakit kuku yang terbanyak, paronikia kronik, terutama mengenai daerah ini. 
    • Lipat kuku terdiri dari dua lapis epidermis yaitu bagian dorsal, yang membentuk dorsal epidermis jari dan bagian ventral yang menutupi lempeng kuku yang baru dibentuk. Proses keratinisasi tidak berbeda dengan epidermis di tempat lain. Lapisan tanduk bagian ventral menjadi melekat dengan permukaan lempeng kuku yang baru dibentuk dan bergerak ke distal untuk jarak pendek. Lapisan tanduk ini disebut kutikula. Penyakit yang mengenai lipat kuku proksimal mempengaruhi lempeng kuku yang baru dibentuk.
  • Struktur subkutan
    • Dermis pada apendiks kuku dibatasi oleh falang di bawahnya, dan tidak terdapat jaringan subkutis. Dermis dan epidermis dasar kuku bersatu dengan gambaran tongue in groove. 
    • Daerah dermis ini mengandung banyak kapiler yang memberi wama pink, serta badan glomus. Darah dialirkan dari arteri digitalis yang mempunyai banyak cabang dorsal, ventral dan cabang untuk lipat kuku proksimal. 
    • Bagian distal membentuk rantingranting proksimal dan distal yang memberi makan pulpa, dasar kuku dan hiponikium. Jalannya saraf sesuai dengan pembuluh darah.

KELAINAN PADA DASAR DAN LIPAT KUKU
Kelainan pada dasar dan lipat kuku dapat dibagi menjadi:
  1. Kelainan pada lipat kuku
  2. Kelainan pada dasar kuku
  3. Kelainan lain yang dapat terjadi pada dasar dan lipat kuku:
    • Kelainan yang berhubungan dengan penyakit kulit
    • Kelainan yang berhubungan dengan penyakit sistemik
    • Clubbing
    • Kelainan pigmentasi
    • Penyakit herediter/kongenital
    • Tumor
    • Trauma

KELAINAN PADA LIPAT KUKU
Kelainan yang sering terjadi pada lipat kuku adalah paronikia.


Paronikia
  • Lipat kuku dapat terkena infeksi, antara lain oleh bakteri, jamur ataupun yang lainnya. Gambaran klinis paronikia adalah merah, bengkak, dapat terjadi akumulasi Pus dan pemisahan lipat kuku dari lempeng kuku, sehingga meninibulkan ruangan yang tidak ada pada kuku normal.
  • Beberapa penulis membagi paronikia menjadi paronikia akut dan paronikia kronik.
    • Paronikia akut
    • gif animator
      paranoika akut
      • Paronikia akut merupakan keluhan yang sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus. 
      • Keadaan ini dapat didahului oleh trauma lokal, misalnya kuku pecah, atau menggigit kuku, atau dapat pula terjadi tanpa trauma pendahuluan. Juga sering terjadi sebagai komplikasi paronikia kronik, bila terkena organisme lain, termasuk streptokokus, Pseudomonas pyocyaneaceae, organisme koliform dan Proteus vulgaris. 
      • Gejalanya adalah bengkak yang nyeri pada lipat kuku dan dapat mengeluarkan pus. 
      • Bila letaknya cukup superfisial,'dapat dengan mudah didrainase melalui insisi dengan menggunakan skalpel yang tajam, tanpa anestesi. 
      • Lesi yang lebih dalam paling baik diobati dengan antibiotika dulu, tetapi bila tidak cepat membaik, diperlukan insisi dengan anestesi. 
      • Beberapa pengarang menganjurkan pengangkatan sepertiga lempeng kuku untuk menambah drainase dan mempercepat penyembuhan.
    • Paronikia kronik
    • gif maker
      paranoika kronis
      • Ini merupakan satu dari keluhan kuku tersering yang ditemui pada praktek dermatologi.
      • Paronikia kronik sering terjadi pada orang yang tangannya banyak terkena air, terutama orang-orang dengan tangan yang dingin. Sering terjadi pada orang yang diabetik. Lebih sering pada wanita dari pada pria. Dapat timbul pada umur berapa saja, tetapi kasus tersering adalah antara 30 sampai 60 tahun. Kadang-kadang terlihat pada anak-anak, terutama akibat pengisapan jari atau jempol. Merupakan penyakit yang dominan pada ibu-ibu rumah tangga dan orang yang mempunyai pekerjaan tertentu seperti juru masak, pelayan bar, pedagang ikan.
      • Gejala dimulai sebagai pembengkakan ringan, jauh lebih ringan daripada paronikia akut. Kutikula dapat hilang dan pus dapat terbentuk di bawah lipat kuku. Keadaan ini biasanya disebabkan oleh infeksi Candida albicans.
      • Eksaserbasi akut dapat terjadi dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri sekunder. Berbagai organisme dapat ditemukan, termasuk Stafilokokus aureus atau albus, Proteus vulgaris, Escherichia coli dan Pseudomonas pyocyanea. Pada kasus yang lama ukuran kuku dapat berkurang dan kesan ini diperbesar oleh pembesaran lipat kuku.
      • Bagian yang sangat penting pada pengobatan paronikia kronik adalah menjaga agar tangan tetap kering. Untuk pekerjaan yang banyak berhubungan dengan air, pasien dianjurkan untuk memakai sarung tangan karet. Dapat digunakan timol 2-4%, atau alkohol 95% untuk meningkatkan kekeringan.
      • Anti jamur topikal seperti him mikonasol, klotrimasol, nistatin atau amfoterisin B sebaiknya diberikan. Barlow dkk menganjurkan penggunaan antibiotika topikal pada siang hari dan anti jamur topikal pada malam hari.
      • Bila lebih parah dianjurkan memberikan eritromisin per oral, karena mereka selalu menemukan stafilokok patologik yang sensitif terhadap antibiotik ini pada keadaan ini. 
      • Norton menganjurkan untuk mencoba memberikan ketokonasol oral bila terapi antijamur topikal tidak memberikan hasil yang baik. Pada pasien dengan tangan dingin, dianjurkan untuk memberikan vasodilator.

KELAINAN PADA DASAR KUKU
Dua macam kelainan yang sering terjadi pada dasar kuku adalah onikolisis dan perdarahan.

Onikolisis
  • Onikolisis merupakan pemisahan lempeng kuku dari dasar kuku. Bila seluruh kuku terpisah, disebut onikomadesis.
  • Mekanisme pemisahan lempeng kuku belum diketahui, tetapi berhubungan dengan banyak penyakit dan keadaan. Daerah yang terpisah berwama pucat disebabkan karena kehilangan refleksi cahaya dari dasar kuku. 
  • Baran membedakan onikolisis sebagai onikolisis idiopatik dan onikolisis sekunder.
    • Onikolisis idiopatik merupakan pelepasan lempeng kuku dari dasar kuku yang tidak nyeri, yang timbul tanpa sebab yang jelas.
    • Onikolisis sekunder
    • How to make a gif
      Gambar onikolisis, tampak
      warna putih memperlihatkan
      pemisahan lempeng kuku
      dari dasar kuku
      • Banyak keadaan yang dapat menyebabkan onikolisis, merupakan satu dari gejala kuku, yang tersering terjadi. Penyebab onikolisis ini dapat dikelompokkan sebagai berikut:
        1. Kelainan dennatologik : psoriasis, infeksi jamur, dermatitis
        2. Penyakit sistemik : gangguan sirkulasi, hipertiroidism, yellow nail syndrome
        3. Trauma : trauma minor, kasus karena kerja kimiawi : kosmetik kuku, fluorourasil 5% topikal pada ujung jari.
        4. Obat.
      • Pengobatan
        • Pasien dianjurkan untuk memotong sebanyak mungkin kuku yang lepas dan memberi sulfasetamid 15% dalam alkohol 50% atau preparat steroid topikal yang mengandung antibiotik dan nistatin pada dasar kuku dua atau tiga kali sehari, atau menggunakan mikonasol hidrokonison him. Perlekatan kembali lambat dan kuku yang terlepas harus dipotong kembali beberapa kali bila perlu. 
        • Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah infeksi menjadi menetap di bawah kuku yang terlepas, karena ini menyebabkan penebalan dasar kuku dan mencegah perlekatan kembali. Timol 4% dalam khloroform dianjurkan untuk mencegah infeksi dan maserasi lebih lanjut dari dasar kuku, tetapi sering pula diberikan timol 2%, selama pasien dapat mentolerir, dan biasanya efektif.
Perdarahan
  • Perdarahan pada kuku umumnya timbul setelah trauma pada daerah kuku; ukuran dan bentuknya, seperti yang terlihat pada kuku tergantung lokasi dan besarnya perdarahan. 
  • Perdarahan ke dalam dasar kuku dapat tampak sebagai splinter hemorrhages atau sebagai hematoma yang Was dan nyeri.
  • Splinter hemorrhages adalah tanda unik yang timbul hanya pada dasar kuku dan terbentuk akibat hubungan struktur epidermal-dermal pada dasar kuku. Pada dasar kuku rigi epidermal adalah rigi longitudinal yang cocok dengan tongueingroove fashion dengan yang dari epidermis. Dalam rigi dermal inilah perdarahan kecil timbul, seringkali mengenai dua atau tiga rigi, dan memberi gambaran longitudinal tampak seperti pecah (splinter). Bagian dari perdarahan yang tinggal di dermis di reabsorbsi, sedang bagian di epidermis atau di lapisan tanduk kemudian melekat pada lempeng kuku, dan bergerak ke distal dengannya.
  • Penyebab yang tersering adalah trauma minor, selain itu splinter haemorrhages juga sering timbul pada berbagai penyakit sistemik, termasuk endokarditis bakterialis subakuta, rheumatoid arthritis yang berat, stenosis mitral, ulserasi peptik, hipertensi dan neoplasma maligna. Dalam praktek dermatologi, sering ditemukan berhubungan dengan psoriasis, dermatitis, dan infeksi jamur pada kuku.
  • Pada hematoma yang besar, dapat menimbulkan rasa nyeri. Nyeri yang timbul pada hematoma ini mungkin dapat dikurangi dengan menusuk lempeng kuku dengan alat yang tajam, kauter atau bor kecil.

KELAINAN LAIN YANG DAPAT TERJADI PADA DASAR DAN LIPAT KUKU



Kelainan yang berhubungan dengan penyakit kulit
  • Psoriasis
  • gif maker
    psoriasis pada kuku
    • Perubahan kuku sering terjadi pada psoriasis. Kelainan yang sering terjadi adalah pitting, onikolisis dan perubahan warna serta penebalan subungual dan kelainan lain pada lempeng kuku.
    • Onikolisis (distal atau lateral) yang timbul merupakan akibat lesi psoriatik yang timbul pada hiponychium dan bagian distal dasar kuku. Penebalan subungual adalah akibat lesi psoriatik yang mengenai hiponychium dan bagian distal dasar kuku dalam waktu yang lebih lama daripada onikolisis, menyebabkan penebalan lapisan tanduk di bawah lempeng kuku.
    • Pengobatan psoriasis kuku biasanya ditujukan pada pengobatan psoriasis kulit. Bersihnya psoriasis generalisata biasanya diikuti dengan penyembuhan yang terlambat dari kuku. 
    • Pengobatan psoriasis dengan metotreksat biasanya membawa penyembuhan pada kuku. Ada tenggang waktu dari saat obat diberikan sampai suatu kuku baru yang normal terlihat tumbuh dari bawah lipat kuku proksimal. 
    • Terapi PUVA mungkin dapat berguna. Aplikasi kortikosteroid potensi kuat secara topikal dengan oklusi dapat ditambahkan. Suntikan lokal pada matriks kuku dan/atau dasar kuku dengan jarum atau Dermojet dapat menolong. Untuk prosedur ini dipakai triamsinolon yang diencerkan dengan NaCl normal sampai konsentrasi 5mg/ml. Ditentukan daerah yang paling banyak terkena, dan 0,1 ml solutio dusintikkan dalam 2 atau 3 daerah terpisah pada interval 3 sampai 4 minggu. Ada yang berpendapat bahwa pengobatan ini tidak untuk penggunaan rutin, karena bagaimanapun ada kemungkinan transfer infeksi virus dari satu pasien ke yang lain, karena aparatus ini sulit untuk disterilisasi dan sering terjadi relaps.
  • Penyakit Darier
  • animated gif
    kelainan kuku penyakit darier
       
    • Darier penyakit ini juga dikenal sebagai 'follicularis keratosis. Ini adalah gangguan genetik langka yang dimanifestasikan terutama oleh perubahan kulit dan kuku.
    • Gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit Darier sangat bervariasi antara individu. Beberapa memiliki tanda-tanda yang sangat halus yang tidak menunjukkan gejala dan hanya ditemukan pada pemeriksaan dengan teliti, gejala klinis meliputi Ruam kulit, Lesi pada tangan dan kuku dan Lesi yang mempengaruhi selaput lendir
    • Manifestasi penyakit Darier pada kuku adalah garis merah dan putih longitudinal, rigi longitudinal, lempeng kuku yang rapuh yang menunjukkan iregularitas bentuk V pada tepi distal, dan subungual hiperkeratosis.
  • Liken Planus
  • gif animator
    Kelainan kuku
    pada linken planus
       
    • Lichen planus merupakan keluhan kulit biasa. Hal ini diduga disebabkan oleh reaksi kekebalan yang abnormal diprovokasi oleh infeksi virus (seperti hepatitis C ) atau obat. Sel-sel inflamasi tampaknya salah mengira sel kulit sebagai asing dan menyerang mereka.
    • Kelainan ini tidak hanya terjadi pada kuku, namun dapat juga terjadi pada kulit terutama di bagian depan pergelangan tangan, punggung bawah, dan pergelangan kaki, selain itu bisa terdapat pada mukosa mulut, vagina atau penis dan pada kulit kepala
    • Pada dasar kuku dapat ditemukan papul-papul merah-ungu yang dapat terlihat melalui lempeng kuku, juga hiperkeratosis subungual difus. 
    • Berbagai derajat perubahan lempeng kuku dapat ditemukan, dan manifestasi lanjut adalah pembentukan pterigium bila matriks hancur.
    • Pengobatan penyakit ini sama dengan yang diterangkan pada psoriasis. Bila inflamasi parah, penggunaan kortikosteroid sistemik dapat dicoba untuk mencegah hilangnya kuku secara permanen.
  • Alopecia areata
  • gif maker
    Kelainan kuku
    pada alopecia areata
    • Kata alopecia sendiri dalam dunia kedokteran bermakna secara umum untuk menyebut (kondisi) kebotakan. Ketika rambut tiba-tiba rontok (biasanya pada kulit kepala). Biasanya bentuknya terlokalisir pada sebuah atau lebih area yang umumnya membentuk lingkaran kulit kepala yang bersih dari rambut, dan tidak ada tanda-tanda kelainan spesifik lain yang tampak kasat mata, termasuk tidak nyeri ataupun gatal. Jika ada kelainan lain yang tampak, mungkin saja itu bukan alopecia areata.
    • Alopecia Areata pada umumnya dianggap sebagai kondisi dimana tubuh menyerang dirinya sendiri sehingga menyebabkan rambut rontok lalu membentuk pitak. Alopecia areata kadang-kadang berhubungan dengan kondisi autoimun lain seperti gangguan alergi, penyakit tiroid , vitiligo , lupus , rheumatoid arthritis , dan kolitis ulseratif. Umumnya jarang terjadi pada usia sebelum 3 tahun, meski bisa terjadi pada semua usia. Dan paling sering pada anak-anak usia 5-12 tahun, atau pada dewasa usia antara 30 sampai 60 tahun.
    • Alopecia Areata juga dapat terjadi pada kuku, pada kuku gangguan yang terlihat berupa pitting dan penyok pada kuku, dan permukaan kasar (trachyonychia). Kadang-kadang leukonikia, onycholysis, onychomadesis, bintik-bintik di lunula.
  • Dermatitis
    • Kuku dapat terkena segala bentuk dermatitis yang mengenai tangan, dan terutamā lipat kuku posterior. Perubahan biasanya distrofik, berakibat kasarnya permukaan lempeng kuku,pitting yang kasar dan beberapa perubahan warna. Rigi melintang dapat tampak pada kuku yang terkena. Dermatitis pada ujung jari dapat disertai onikolisis.
    • Tidak ada pengobatan spesifik dibutuhkan, perubahan pada kuku-kuku akan sembuh perlahan-lahan bila dermatitis terkontrol..
  • Herpetic whitlow
    • Penyakit ini jarang terjadi,dan lebih sering terdapat di antara perawat. Ini disebabkan oleh inokulasi virus herpes simplex dan muncul sebagai bula tunggal atau berkelompok dekat dengan kuku, dan dapat memberi gambaran seperti sarang tawon.
    • Mula-mula jemih, kemudian bula dapat menjadi purulen dan dapat pecah dan diganti oleh krusta. Lesi ini dapat sangat nyeri.
    • Diagnosis ditegkkan dengan menemukan virus dari bula baru dan dengan pemeriksaan sitologik dari dasar bula. Terapi sesuai dengan pengobatan herpes simpleks di daerah lain.
Kelainan yang berhubungan dengan penyakit sistemik

  • Perubahan yang berhubungan dengan gangguan metabolik..
    • Terry's nails. 
      • Terdapat pada pasien dengan sirosis dan dianggap berhubungan dengan hipoalbuminemia. Seluruh ujung kuku proksimal berwarna putih sebagai akibat perubahan pada dasar kuku, sedang 1 atau 2 mm distal kuku sering berwarna merah muda.
    • Garis Muehrcke. 
      • Adalah garis-garis paralel putih yang ber-pasangan terlihat pada pasien dengan hipoalbuminemia. Garis-garis ini tidak bergerak keluar dengan pertumbuhan kuku dan dianggap disebabkan karena perubahan pada dasar kuku.
    • Half and half nails
      • Dilaporkan sering terjadi pada gagal ginjal. Pada kondisi ini bagian proksimal kuku putih dan 20 sampai 50 persen distal merah. Ini juga dihubungkan dengan perubahan dasar kuku. Perubahan ini tidak seluruhnya spesifik karena dapat dijumpai pada orang normal atau pasien dengan penyebab lain yang tidak berhubungan. Lebih jauh, ada variasi berbeda dalam presentasi kuku yaitu putih dan merah pada penyakit ginjal dan hati. 
    • Yellow nails 
      • Ditemukan pada pasien dengan edema kronik. Kelainan ini dianggap disebabkan oleh kelainan pada saluran limfatik.
  • Perubahan yang berhubungan dengan Gangguan sirkulasi
    • Perubahan kuku berhubungan dengan sirkulasi perifer yang terganggu. Pada situasi tertentu, kuku sangat terpengaruh pada efek dingin. 
    • Arteri digitalis akan spasme, menyebabkan fenomena Raynaud. Sejumlah perubahan terjadi pada penyakit Raynaud yang lama. 
    • Rigi longitudinal, penipisan, pecah longitudinal dan brittle adalah perubahan yang sering timbul. Onikolisis, dan pterigium juga dapat ditemukan. Perubahan yang sama pada kuku dapat disebabkan oleh kelainan oklusif pembuluh darah oleh sebab lain. 
    • Iskemi digitalis akuta dapat menyebabkan blue toe syndrome yang disebabkan oleh mikroemboli dari sumber yang lebih proksimal pada cabang arteri.
    • Perubahan lain yang lebih jarang pada gangguan sirkulasi adalah pembentukan pterigium. Ini disebabkan oleh destruksi parsial matriks dan fusi epitel lipat kuku dorsal dan dasar kuku.
    • Pengobatan harus ditujukan pada penyakit yang menyebabkannya dan pasien harus dianjurkan untuk menjaga tangannya hangat setiap waktu. Vasodilator kadang-kadang menolong.
  • Periungual telangiektasis
    • Telangiektasis pada lipat kuku dapat terlihat pada berbagai penyakit dan pada beberapa orang normal. Perubahan ini sering terlihat pada lupus eritematosus, walaupun tidak dapat dipakai sebagai tanda diagnostik penyakit ini.
Clubbing


  • Clubbing jari-jari, telah dikenal sejak dulu sebagai tanda dari penyakit yang mendasarinya, tetapi temyata clubbing idiopatik dapat timbul sejak lahir tanpa penyakit yang mendacarinya. Pada fase dini, hanya terjadi hilangnya sudut normal antara lempeng kuku dan lipat kuku posterior. Sudut yang dibuat antara iipat kuku proksimal dan lempeng kuku (sudut Lovibond) melebihi 180 derajat. Pada orang normal sudut ini kurang dari 180 derajat. Selanjutnya falang distal membesar dan dapat terjadi pembesaran kuku.
  • Kebanyakan kasus clubbing jari terjadi pada pasien dengan penyakit paru-paru yang kronik atau penyakit jantung sianotik, tetapi juga terlihat pada pasien dengan penyakit timid dan beberapa penyakit abdominal, termasuk sirosis biller, dan kolitis ulseratif.
Kelainan pigmentasi
  • Perubahan warna sehubungan dengan pigmentasi dapat pula terjadi pada dasar kuku, antara lain disebabkan oleh penyakit sistemik seperti Peutz-Jeghers, yang memberi warna hitam oleh pigmen melanin, maupun oleh obat anti malaria seperti khlorokuin yang memberi warna biru-coklat.
Penyakit herediter
  • Sejumlah penyakit yang diturunkan dapat mengenai dasar kuku antara lain penyakit Darier-White, yang mengakibatkan hiperkeratosis dan perubahan warna pada dasar kuku, dan pachyonychia congenita yang menyebabkan hipertrofi pada dasar kuku.
  • Pada pachyonychia congenita, perubahan terutama adalah hipertrofi dasar kuku. Saat lahir kuku tampak normal, tetapi segera sesudahnya perubahan warna kuning-coklat tampak. Perubahan ini berlanjut sampai lempeng kuku terangkat.
  • Pada akrodermatitis enteropatika, suatu penyakit resesif yang berhubungan dengan defisiensi zink yang disebabkan karena absorbsi metal yang buruk dari usus, dapat mengenai daerah periungual. Proses eksematosa yang mengenai lipat kuku proksimal dan lateral dapat menyebabkan perubahan pada lempeng kuku.

SEBELUMNYA
SELANJUTNYA
DIAGNOSA PENYAKIT MELALUI KANKER KUKU