Penyakit Sampar (plague) : Penyebab, gejala dan Pengobatan

PENYAKIT SAMPAR


Apa itu Penyakit Sampar??

Penyakit sampar disebut juga penyakit pest atau black death atau plague, adalah suatu penyakit infeksi bakterial pada binatang dan manusia yang disebabkan bakteri Yersinia pestis (Y. pestis), dimana penyakit ini sebenarnya merupakan penyakit zoonosis yaitu penyakit pada binatang yang dapat ditularkan pada manusia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang hidup pada kutu, dimana kutu ini hidup pada binatang pengerat (terutama tikus). Kutu menyebarkan penyakit ketika mengisap darah tikus atau manusia. Plague merupakan penyakit yang disebabkan oleh enterobakteria Yersinia pestis, dinamakan seperti ini sebab sesuai dengan penemu bakteri ini yaitu bakteriologi yang berasal dari Perancis-Swiss yang bernama Alexandre Yersin. Penyakit ini disebut juga plague karena bercak-bercak hitam yang terdapat di kulit penderita pada awal kejangkitannya. Penyakit sampar ini pernah menjadi epidemi di tahun 1347 – 1351 di Eropa dan daerah lainnya dan menewaskan kurang lebih 75 juta jiwa penduduk dunia, termasuk sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa dan peristiwa dikenal dengan nama “The Black Death”.

Wabah pes dikenal dengan black death karena menyebabkan tiga jenis wabah, yaitu bubonik, pneumonik dan septikemik. Ketiganya menyerang system limfe tubuh, menyebabkan pembesaran kelenjar, panas tinggi, sakit kepala, muntah dan nyeri pada persendian. Wabah pneumonik juga menyebabkan batuk lendir berdarah, wabah septikemik menyebabkan warna kulit berubah menjadi merah lembayung. Dalam semua kasus, kematian datang dengan cepat dan tingkat kematian bervariasi dari 30-75% bagi bubonik, 90-95% bagi pneumonik dan 100% bagi septikemik.

Penyakit ini di Indonesia masih dalam pemantauan dan termasuk salah satu penyakit menular dalam Undang-undang wabah yang harus dilaporkan kepada Dinas kesehatan setempat dalam waktu 24 jam pertama sejak diketahui. Menurut WHO penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular yang paling mematikan, pasien bisa mati 24 jam setelah infeksi. Tingkat kematian tergantung pada seberapa cepat pengobatan dimulai

Apa penyebab penyakit sampar??

Penyakit ini sebenarnya disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada kutu yang terinfeksi bakteri Yersinia pestis, dimana kutu ini hidup pada hewan pengerat terutama tikus. Manusia dapat tertular penyakit ini akibat gigitan kutu yang terinfeksi bakteri Yersinia pestis ataupun melalui tinja yang mengandung Yersinia pestis yang masuk melalui luka gigitannya ataupun juga akibat gigitan hewan yang telah tertular bakteri yesernia. Penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi kecuali selama epidemi wabah pneumonia. Pneumonia ini terjadi jika bakteri mencapai paru-paru sehingga pasien mengalami pneumonia (wabah pneumonia), yang kemudian menular dari orang ke orang melalui droplet terinfeksi yang disebarkan melalui batuk. Kadang kala binatang pengerat yang mengalami faringitis atau pneumonia dapat menyebar wabah di tetesan udara apabila manusia dekat dengan binatang tersebut. Praktik laboratorium yang tidak aman seperti penanganan jaringan hewan yang terinfeksi, terutama tikus dan kelinci juga dapat mempermudah penyebaran penyakit.
Plague atau pes atau sampar
Siklus Penyebaran Penyakit Sampar, dimana disebabkan oleh bakteri Yesernia Pestis yang dibawa oleh kutu tikus
penyakit sampar
Efek Penyakit sampar pada manusia, dimana diawali oleh gigitan kutu di kulit, kemudian ke kelenjar getah bening dan ke aliran darah lalu ke paru

Bakteri Yersinia pestis, pertama kali ditemukan oleh Alexandre Yersin dari Perancis dan Kitasato Shibasaburō dari Jepang pada tahun 1894. meskipun ditemukan oleh kedua ilmuwan tersebut, namun karena ada beberapa pendapat yang kontrovesrsi dari Kitasato Shibasaburō, maka para ilmuwan dunia lebih menerima pernyataan Alexandre Yersin, oleh karena itulah maka bakterinya dikenal dengan naman Yersinia. Pada mulanya Yersin menamakannya Pasteurella pestis untuk menghormati Pasteur Institute, di mana ia bekerja, tetapi pada tahun 1967 bakteri ini dipindahkan ke genus baru, berganti nama Yersinia pestis untuk menghormati Yersin. Bakteri spesies Yersinia pestis merupakan bakteri yang berbentuk batang gram negatif yang termasuk dalam famili enterobacteriaceace, genus Yesinieae. Genus Yesinieae meliputi 11 spesies, 3 di antaranya adalah patogen atau menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Ketiga macam spesies itu yaitu Yersinia pseudotuberculosis, Y. enterocolitica dan Yersinia pestis. Ketiga bakteri ini terutama menyebabkan penyakit pada binatang sehingga disebut penyakit zoonosis. Yersinia pestis terutama pada hewan pengerat dan manusia, sedangkan dua yang lain pada mamalia dan burung. Yersinia pestis (Y. pestis) berbentuk batang coccobacillus atau batang gemuk dengan ujung membulat dengan badan mencembung, berukuran 1,5 µ × 5,7 µ, bersifat anaerob fakultatif yang dapat menginfeksi manusia dan hewan lainnya. Kuman ini sering menunjukkan pleomorfisme. Pada pewarnaan tampak bipolar, mirip peniti tertutup. Kuman tidak bergerak, tidak membentuk spora, Selain itu, Y. pestis adalah katalase-positif, oksidase-negatif, urease-negatif, dan indole-negatif. Atas dasar kemapuan melakukan asidifikasi terhadap gliserol dan reduksi nitrit. Yersinia pestis (Y. pestis) mempunyai beberapa varietas yaitu var Orientalis, var A antiqua dan var Mediaevalis. Perbedaan ini penting untuk mengetahui penyebaran varietas tersebut di suatu wilayah. Bakteri Yersinia pestis (Y. pestis) menguraikan endotoksin lipopolisakarida, koagulase, dan fibrinolisin, yang merupakan faktor utama dalam patogenesis penyakit. Dalam dinding sel bakteri terdapat gugus polisakarida yang merupakan endotoksin dan dapat menimbulkan gejala panas, koagulasi intravaskular deseminata dan mengaktifkan sistem komplemen (imun). Bakteri ini menghasilkan koagulase pada suhu 28 derajat Celcius (suhu normal pinjal) tetapi tidak pada suhu 35 derajat Celcius (penularan lewat pinjal akan rendah atau tak pernah terjadi dalam cuaca yang sangat panas).
Yesernia pestis
Yesernia pestis pembesaran 200 x dengan label fluorescent. Bakteri gram negatif nonmotile, Oksidase dan urease negatif, Katalase positif, Fakultatif anaerob, dan rentan terhadap tetrasiklin, kloramfenikol, aminoglikosida, sulfonamide (dengan atau tanpa trimetoprim), dan antibiotik fluorokuinolon
Bakteri gram negatif
Yersinia pestis dibiakan pada sheep blood agar [SBA], dimana tumbuh lambat  setelah 24 jam, koloni mungkin tidak terlihat pada agar MacConkey atau eosin metilen biru  pada 24 jam. Virulensi bakteri karena faktor adhesin, F1 antigen antiphagocytic, Plasminogen activator (Pla), V dan W antigen, LPS, Yersinia outer membran (Yops). 

Kutu atau pinjal tikus yang merupakan vektor penyakit pes atau sampar adalah Xenopsylla cheopis, stivalius cognatus dan neopsylla sondaica. Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara kutu carrier sampar atau plague adalah Xenophylla astia. Kutu yang terinfeksi dapat membawa bakteri ini sampai berbulan- lamanya. Pada saat kutu mengisap darah binatang pengerat yang sebelumnya telah terinfeksi bakteri yesernia, maka bakteri tersebut akan masuk kedalam proventiculus atau lambung kutu. Xenopsylla cheopis, stivalius cognatus dan neopsylla sondaica termasuk ordo shiponaptera yang termasuk dalam suatu artropoda. Didalam tubuh kutu ini, bakteri membelah diri menjadi banyak sehingga disebut penularan propagatif. Kutu atau pinjal ini berbadan pipih latrolateral dan berukuran kecil 1,4-4mm. Stuktur tubuhnya memudahkan untuk melompat jarak jauh sekitar 3-13cm, dimana kutu melompat menggunakan 4 buah kakinya. Tubuh kutu terdiri dari tiga bagian yaitu kepala, dada, dan perut. Kepala dan dada memiliki deretan bulu (combs) dan perut terdiri dari delapan segmen. Pada bagian kepala, terdapat mulut yang berfungsi untuk menyemprotkan air liurnya dan juga untuk mengisap darah dari inangnya. Pinjal atau kutu ini hidup sebagai parasit pada hewan pengerat (tikus) dan bersarang di antara bulu-bulu tikus. Metamorfosis yang dialami oleh kutu ini adalah metamorfosis sempurna. Telur diletakan diatas tanah, setelah 2-12 hari menetas menjadi larva, larva ini membelah setelah 2 minggu tumbuh menjadi pupa dan akhirnya menjadi dewasa. Pertumbuhan dari telur sampai menjadi kutu dewasa memerlukan waktu secepat-cepatnya 18 hari.


Xenopsylla cheopis
Kutu atau pinjal tikus vektor penyakit pes atau sampar
Xenophylla astia
Xenopsylla cheopis tampak fenomena "penyumbatan," pada midgut kutu

Seperti dijelaskan diatas, bahwa hewan pengerat yang merupakan reservoar dihinggapi oleh kutu atau pinjal yang terinfeksi bakteri Yersinia pestis, kutu ini merupakan parasit yang bertahan hidup dengan mengisap darah pada host yang dihinggapinya, yaitu hewan pengerat dan juga manusia. Hewan pengerat yang paling banyak dijumpai adalah tikus, namun bisa juga pada Hamster, Tupai, Kelinci, Anjing padang rumput, Chipmunks, marmut ,dll. Di Indonesia sendiri jenis tikus di pulau Jawa yang hidupnya di tempat pemukiman penduduk (domestik) atau tikus rumah (Rattus rattus) dikatakan dapat menjadi reservoar dari penyakit sampar ini. Dikabupaten boyolali, surakarta dimana terjadi wabah terakhir pada tahun 1970, dikatakan R.exulans, R.tiomaticus dan suncus marinus juga berperan sebagai reservoar kedua. Tikus Rattus rattus tumbuh subur di daerah tropis, sering tinggal di tempat-tempat tinggi, seperti lantai atas bangunan di daerah penduduk atau pohon di kawasan hutan. Rattus rattus adalah tikus berukuran sedang dengan telinga yang relatif besar dan ekor yang hampir selalu lebih panjang dari tubuh. memiliki berat badan antara 70 dan 300 g, dan antara 16 dan 22 cm di kepala dan panjang badan dan panjang ekor 19 cm atau lebih. Tikus ini  berwarna hitam dengan perut ventral berwarna lebih terang dengan tengkorak dan tulang hidung yang relatif sempit.

 
tikus penyebar sampar
Tikus merupakan hewan reservoar penyakit sampar. Tikus ini sering terdapat di area dekat pemukiman penduduk dengan sanitasi dan kebersihan yang kurang.
 
rattus rattus
Rattus rattus berukuran sedang dengan telinga yang relatif besar dan ekor yang hampir selalu lebih panjang dari tubuh.


Sejarah Penyakit Sampar atau Pes

Penyakit ini sensasional, mungkin inilah yang dapat saya gambarkan, sebab penyakit ini dapat membunuh manusia dalam 24 jam, padahal kalau dilihat penyakit ini hanya disebabkan oleh kutu yang terinfeksi bakteri. Penyakit ini mempunyai sejarah yang panjang dan banyak menyebabkan angka kematian yang sangat tinggi diseluruh dunia, makanya Dinas kesehatan RI mengharuskan pelaporan 24 jam pertama apabila kasus ini ditemukan pada suatu daerah tertentu. Penyakit ini pertama kali dijelaskan dalam kitab suci Perjanjian Lama,dan  telah bertahan sampai ke era modern. Wabah penyakit ini  telah menyebabkan epidemi berskala besar, sehingga mengubah jalannya sejarah di banyak negara. Dituliskan bahwa wabah endemi penyakit sampar ini dimulai dari abad ke 11 SM, dimana berdasarkan alkibat Ibrani (I Samuel 5:6 of the Hebrew Bible ( Tanakh )) orang Filistin dari Asdod terserang wabah karena kejahatan mencuri Tabut Perjanjian dari Bani Israel, selanjutnya terjadi wabah besar-besaran sehingga banyak kematian pada saat itu. Pada tahun kedua dari Perang Peloponnesia (430 SM), Thucydides menggambarkan sebuah penyakit epidemi yang dikatakan telah dimulai dari Ethiopia, melewati Mesir dan Libya, kemudian datang ke dunia Yunani. Dalam Wabah Athena di yunani ini menyebabkan banyak kematian, diperkirakan sepertiga dari penduduknya meninggal dunia. Pada abad pertama Masehi, Rufus of Ephesus, seorang ahli anatomi Yunani, mengacu pada sebuah wabah di Libya, Mesir, dan Suriah . Dia mencatat pernyataan berdasarkan temuan dokter Aleksandria bernama Dioscorides dan Posidonius yang menggambarkan gejala termasuk demam akut, nyeri, agitasi, dan delirium. Buboes-besar, keras, dan non-bernanah-dimulai dari daerah di belakang lutut sekitar siku

Pandemik abad pertengahan dan pasca-abad pertengahan dari penyakit ini dikelompokkan menjadi tiga wabah pandemik yaitu pertama wabah pandemi pada tahun 541 ke ~ 750, menyebar dari Mesir ke Mediterania (dimulai dengan Wabah Justinian ) dan barat laut Eropa, wabah kedua pandemi dari ~ 1345 ke ~ 1840, menyebar dari Asia Tengah ke Mediterania dan Eropa (dikenal dengan Black Death), wabah pandemi ketiga dari 1866 ke 1960, menyebar dari Cina ke berbagai tempat di seluruh dunia, terutama India dan Pantai Barat Amerika Serikat. Wabah Black Death ini sangat terkenal diseluruh dunia, dimana pada tahun 1347 penyakit ini kembali melanda populasi Eropa (Konstantinopel Turki, kepulauan Italia, Prancis, Yunani, Spanyol, Yugoslavia, Albania, Austria, Jerman, Inggris, Irlandia, Norwegia, Swedia, Polandia, Bosnia-Herzegovina dan Kroasia) selama kira-kira 300 tahun, dari tahun 1348 sampai akhir abad ke-17. Selama kurun waktu itu, wabah ini membunuh 75 juta orang, kira-kira 1/3 populasi pada waktu itu. Seluruh komunitas tersapu bersih, di tahun 1386 di kota Smolensk, Rusia, hanya lima orang yang tidak terserang penyakit ini dan di London, peluang bertahan hidup hanya satu dalam sepuluh.

Perluasan di asia dari daratan cina, menyebar sampai eropa melalui jalur perdagangan, ke wilayah asia tenggara melalui kota-kota canton, hongkong dan tiba dipulau jawa kira-kira tahun 1910-1911, antara lain dikota-kota pelabuhan seperti surabaya, semarang dan cirebon dengan perantara kapal-kapal pengangkutan berat. sejak itu sering dilaporkan terjadi wabah di jawa timur, jawa tengah dan jawa barat. Sampai tahun 1960 telah tercatat kematian sebanyak 245.375 oprang. tahun 1968-1969 masih terjadi wabah dikabupaten boyolali jawa tengah dengan kematian sebanyak 42 orang dan terulang kembali pada tahun 1970 didaerah yang sama dengan kematian sebanyak 2 orang. Penyakit pes atau sampar ini merupakan salah satu penyakit menular yang termasuk dalam UU nomor 4 tahun 1984 tentang penyakit menular/ wabah, Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 560/Menkes/Per/VIII/1989 tentang jenis penyakit tertentu yang dapat menimbulkan wabah, tata cara penyampaian laporannya dan tata cara seperlunya tentang pedoman penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa serta International Classification of Disease ( ICD )

Penyebaran atau Epidemologi Penyakit Sampar/Pes

Terdapat fokus-fokus alam yang jauh dari tempat pemukiman penduduk di beberapa bagian benua seperti di Amerika selatan bagian barat, Amerika selatan, afrika selatan. Cina daratan sampai disekitar laut kaspia dan beberapa tempat di Asia tenggara. Adanya penularan dari hewan reservoar kemanusia dapat terjadi bila orang memasuki daerah-daerah fokus alami atau sebaliknya karena ada hewan reservoar (hewan pengerat) yang memasuki daerah pemukiman penduduk.

Sejak tahun l980-1986 oleh WHO masih dilaporkan adanya kasus Sampar dari berbagai negara antara lain dari Asia Tenggara adalah Vietnam dan Burma. Rodent bome zoonosis (rodent: hewan pengerat) ini merupakan penyakit pada rodent yang ditularkan pada manusia dengan perantara pinjal atau kutu tikus (rat flea), terutama di daerah tropis perantaranya adalah dari jenis Xenopsilla cheopis (oriental rat flea) dan Ceratophyllus fasciatus untuk daerah iklim sedang. Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara kutu carrier plague atau pes adalah Xenophylla astia.

Sebagian besar kasus wabah dilaporkan di luar Amerika Serikat berasal dari negara-negara berkembang di Afrika dan Asia. Selama 1990-1995, total 12.998 kasus wabah dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), khususnya dari negara-negara seperti India, Zaire, Peru, Malawi, dan Mozambik. Negara-negara berikut dilaporkan lebih dari 100 kasus wabah: Cina, Kongo, India, Madagaskar, Mozambik, Myanmar, Peru, Tanzania, Uganda, Vietnam, dan Zimbabwe. Beberapa fokus terletak di daerah semi-kering timur laut Brazil, dan wabah juga telah dilaporkan dari Malawi dan Zambia. Australia adalah satu-satunya benua yang dianggap bebas dari wabah. Yang terbesar daerah wabah enzootic berada di Amerika Utara-Amerika Serikat barat daya dan daerah pesisir pasifik.

 
sampar/plague/pest
Epidemologi penyakit sampar

Risiko kematian terkait penyakit sampar atau pes tergantung pada jenis aspek klinisnya dan apakah individu yang terinfeksi menerima pengobatan yang tepat atau tidak. Ada beberapa aspek klinis penyakit sampar yaitu tipe bubonik, tipe septikemik, pneumonik, meningeal dan kutaneal. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang jenis kelamin dan dilaporkan kebanyakan kasus terjadi pada orang yang lebih muda dari 20 tahun. Resiko tertular penyakit ini lebih besar pada mereka yang berpergian pada daerah endemi dengan tingkat sanitasi yang kurang dan populasi tikus tinggi, atau mereka dengan pekerjaan seperti kerja laboratorium, geologi, biologi atau mungkin lebih banyak berhubungan dengan hewan pengerat dan kutu yang terinfeksi. Pada beberapa kasus  wabah juga dapat menyebar di udara, melalui kontak langsung, atau terkontaminasi lewat bahan makanan.

Proses terjadinya Penyakit atau patofisiologi Penyakit Sampar

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Penyakit sampar atau plague atau pes, disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Bakteri ini dapat hidup pada kutu tikus umumnya dari spesies Xenopsilla cheopis. Bakteri Yersinia pestis ini ada dalam darah, karena bakteri ini merupakan patogen obligat intraseluler yang memerlukan darah untuk hidup. Infeksi bakteri pada kutu dimulai ketika kutu tikus (Xenopsilla cheopis) yang sehat, mengisap darah pada inangnya, dalam hal ini tikus yang sebelumnya sudah terinfeksi bakteri Yersinia pestis. Darah tikus yang mengandung bakteri yang diisap oleh kutu tikus ini, selanjutnya akan sampai ke dalam sistem pencernaan yaitu di proventikulus kutu tikus (Xenopsilla cheopis). Proventikulus merupakan daerah atau organ pada kutu yang berfungsi seperi gastroesophageal pada manusia.

Kunci untuk virulensi organisme adalah fenomena "penyumbatan," yang membantu transmisi bakteri oleh kutu. Seperti yang telah di jelaskan bahwa bakteri Yersinia pestis menguraikan endotoksin lipopolisakarida, koagulase, dan fibrinolisin, yang merupakan faktor utama dalam patogenesis penyakit. Endotoksin dapat menimbulkan gejala panas, koagulasi intravaskular deseminata dan mengaktifkan sistem komplemen (imun). Adanya koagulase menyebabkan penyumbatan pada daerah proventrikulus kutu, sehingga tidak ada makanan yang dapat lewat ke ususnya. Karena itu, pinjal atau kutu tikus menjadi sangat lapar karena darah yang di isapnya hanya sampai pada daerah proventikulusnya (setara dengan daerah gastroesophageal pada manusia). Karena laparnya, maka kutu tikus ini akan menggigit dengan ganas inangnya dalam hal ini manusia atau tikus. Pada saat menggigit inangnya, kutu ini sambil mengisap juga memuntahkan darah dalam luka gigitan yang mengandung kuman atau bakteri Yersinia pestis dari tubuhnya ke inangnya (tikus atau manusia). Bakteri Yersinia pestis sendiri dapat bertahan dalam hidup dalam proventikulus kutu karena plasmid-encoded fosfolipase D yang melindungi mereka dari sistem pencernaan kutu (Xenopsilla cheopis), bakteri juga dapat melakukan kolonisasi dan perkembangan dalam proventikulus kutu karena kehadiran gen hemin, yang diperlukan untuk pembentukan biofilm yang memungkinkan kolonisasi bakteri di proventrikulus kutu. Karena penyumbatan itu, maka kutu akan menggigit dengan ganas inangnya (tikus atau manusia), tapi karena adanya penyumbatan itu, kutu tetap saja kelaparan dan akhirnya mati karena kelaparan.

Perjalanan kuman selanjutnya adalah pada tubuh inangnya, dalam hal ini tikus atau manusia. Kita akan membahas pada manusia karena sesuai dengan pembahasan tentang penyakit sampar atau pes atau plague pada manusia. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bakteri Yersinia pestis masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan kutu atau pinjal tikus (Xenopsilla cheopis) yang kemudian mengikuti aliran getah bening dan selanjutnya menyebar melalui sirkulasi darah. Pada saat bakteri masuk, sebenarnya daya tahan tubuh kita melakukan perlawanan, akan tetapi sel-sel mononuklear yang merupakan sistem imun kita, tidak mampu untuk membunuh kuman Yesernia tersebut dan bahkan kuman justru mampu berkembang biak membentuk dinding sel-dinding selnya yang merupakan endotosin.  Untuk bertahan hidup dalam host dan mempertahankan infeksi persisten, Y. pestis menggunakan berbagai mekanisme untuk menghindari atau mengatasi sistem kekebalan tubuh inang, terutama sistem kekebalan tubuh bawaan (imunitas nonspesifik seluler seperti sel mononuklear (monosit dan makrofag) serta sel polimorfonuklear seperti neutrofil.). Y. pestis mengatasi sistem kekebalan tubuh kita dengan melakukan blokade terhadap sistem  fagositosis imun kita melalui sistem sekresi tipe III dengan menyuntikan setidaknya enam macam protein kedalam makrofag kita, dimana protein ini dikenal dengan Yersinia Protein Outer (Yops). Racun Yop ini menonaktifkan sistem imun kita  dan juga mempengaruhi adhesi sel. Kemampuan Yersinia pestis untuk menghambat fagositosis memungkinkan bakteri ini untuk tumbuh dalam kelenjar getah bening dan menyebabkan limfadenopati . Keenam protein YOP ini bekerja dengan mekanisme sendiri-sendiri, Misalnya, YopH adalah fosfatase phosphotyrosine atau tirosin fosfatase protein yang menginaktivasi komponen kompleks adhesi fokus dalam sel mamalia  dan menginduksi apoptosis dari sel T terinfeksi. YopT adalah protease sistein yang menghambat RhoA dengan menghapus kelompok isoprenyl , yang penting untuk lokalisasi protein ke membran sel . Telah diusulkan bahwa YopE dan YopT dapat berfungsi untuk membatasi YOPB / D-induced sitolisis. Dua efektor Yop lainnya, YopJ / P dan YopM, mempengaruhi komponen jalur transduksi sinyal dalam sitosol atau inti. YopJ adalah protease sistein yang menghambat MAPK signaling dan jalur NF-kB dan mempromosikan apoptosis dalam makrofag. YopM sebagian besar kaya leusin, terakumulasi dalam inti dan tampaknya tidak mempunyai aktivitas enzim.  YopO adalah protein kinase juga dikenal sebagai Yersinia protein kinase A (YpkA). YopO merupakan inducer kuat apoptosis makrofag manusia.


 
patofisiologi sampar
Kemampuan bakteri Yesernia pestis menghindari fagositosi dari sistim imun host
 
melawan sistem imun
Proses yang terjadi ketiga bakteri Y.pestis berada di dalam makrofag, dimana bakteri menyuntikan Yops(Yersinia Outer Proteins) ke sistim imun kita sehingga memblok kerja sistem imun kita. Ada YopO, YopH, YopM, YopT, YopJ, and YopE

Selain karena faktor protein outer membran (YOp), kemampuan virulensi bakteri Y. pestis juga disebabkan karena kemampuan adhesin bakteri yang memungkinkan untuk kemudian menembus permukaan sel. Juga karena F1 antigen antiphagocytic, Plasminogen activator (Pla), V dan W antigen, Lipopolisakarida. Adanya LPS menyebabkan endotoksin yang dapat menyebabkan syok. Antigen V dan W  (diproduksi pada 37 ° C) menyebabkan organisme resisten terhadap fagositosis, antigen V penting bagi kelangsungan hidup Y pestis dalam makrofag. Plasminogen activator (Pla) adalah protease yang muncul untuk menurunkan fibrin dan protein ekstraseluler lainnya dan untuk memfasilitasi penyebaran sistemik dari situs inokulasi. Ekspresi Pla memungkinkan Y pestis untuk mereplikasi dengan cepat di saluran udara. Pla penting bagi Y pestis menyebabkan wabah pneumonia.

Setelah di dalam tubuh, karena gagal difagositosis atau dibunuh oleh sitem imun tubuh kita, melalui mekanisme singkat yang dijelaskan diatas, maka bakteri  Y pestis dapat masuk ke sistem limfatik. Bakteri mengeluarkan beberapa racun, salah satunya diketahui berbahaya dimana menyebabkan blokade beta-adrenergik . Y. pestis menyebar melalui sistem limfatik manusia yang terinfeksi sampai mencapai kelenjar getah bening regional. Di kelenjar getah bening regional, bakteri ini menimbul reaksi imflamasi atau peradangan dan supurasi ( limfadenitis ), dikelilingi daerah yang mengalami edema hemoragik yang dikenal sebagai buboes (bubo) dan dalam perkembangan selanjutnya akan menjadi nekrosis yang meluas.

Dari sistem limfatik, bakteri juga bisa menuju ke aliran darah, biasanya dalam beberapa jam dari awal gigitan kutu, infeksi menciprat ke dalam aliran darah ataupun infeksi dapat langsung ke aliran darah tanpa lewat sistem limfatik, yang mengarah ke keterlibatan hati, limpa, dan paru-paru. Endotoksin bakteri menyebabkan koagulasi intravaskular diseminata (DIC), yaitu menyebabkan gumpalan kecil di seluruh tubuh dan nekrosis atau iskemik (kematian jaringan akibat kurangnya sirkulasi / perfusi ke jaringan) akibat dari gumpalan. Adanya DIC menyebabkan gangguan pembekuan darah, sehingga tidak bisa lagi mengontrol perdarahan. Akibatnya, terjadi perdarahan di dalam kulit dan organ lain, yang dapat menyebabkan ruam kemerahan dan / atau kehitaman dan hemoptisis / hematemesis (batuk / muntah darah), jika tidak diobati,  biasanya berakibat fatal.

Penyebaran secara hematogen (aliran darah) juga dapat memberikan gejala yang jelas pada paru-paru berupa pneumonia sekunder jika menyebar sampai paru-paru. Hal inilah yang menjelaskan kenapa penyakit sampar dapat juga menyebar secara aerogen atau lewat udara melalui droplet yang infeksius. Pneumonia adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer meradang dan terisi oleh cairan, dan disebut sekunder karena peradangannya bukan langsung pada paru-paru tetapi akibat penyebaran secara hematogen bakteri Yesernia ke paru-paru. Pada kulit tempat gigitan pinjal atau kutu dapat timbul papula (benjolan kecil padat), pustula (berisi cairan pus atau nanah), karbunkel (sekumpulan bisul), atau tidak menunjukan reaksi jaringan setempat sama sekali. Penyebaran di daerah kulit dapat menimbulkan petekie (bercak merah dalam yang merupakan perdarahan kecil di bawah kulit), vaskulitis (radang pembuluh darah) dan perdarahan yang disebabkan trombositopenia (trombosit rendah).

Bagaimana Manifestasi klinis penyakit Sampar???

Masa inkubasi atau waktu dari saat paparan agen menular sampai tanda-tanda dan gejala penyakit muncul adalah antara 2-8 hari, jarang sampai melebihi 15 hari. Untuk sampar tipe pneumonik antara 2-4 hari dan malahan dapat lebih singkat lagi. Gejala prodormal ditemukan pada sementara kasus yang ditandai dengan adanya keluhan anoreksia (nafsu makan menurun, meski sebenarnya lapar), rasa dingin, palpitasi (denyut jantung tidak teratur), nyeri di daerah inguinal (daerah perut bagian bawah dekat selangkangan). Kadang-kadang di ikuti perubahan mental berupa depresi sampai delirium.

Berdasarkan aspek klinis, sampar dapat dibedakan atas beberapa tipe yaitu tipe bubonik, septikemik, pneumonik, meningeal dan kutaneal. Gejala klinis yang paling umum adalah  pes (bulbonik), pneumonia dan septicemia.

Sampar tipe Bubonik
  • Sampar tipe ini merupakan kasus yang terbanyak yaitu 3/4 penderita sampar, ditandai adanya bulbo, yaitu limfadenitis atau infeksi pada kelenjar getah bening yang tampak besar dengan diameter 2-5 cm disertai adanya edema (pembengkakan) dan eritema (kemerahan) disekitarnya. Bubo ini sekitar 70% terdapat di daerah inguinal dan femoral, karena gigitan pinjal atau kutu lebih banyak terjadi di kaki. Pasien dengan bubo inguinal berjalan dengan pincang, dan anggota badan yang terkena mungkin dalam posisi fleksi, abduksi, dan rotasi eksternal. Pada anak-anak bubo dapat ditemukan di daerah axilla (ketiak) atau servikal. Bila terjadi supurasi, eksudat  berupa nanah berbau busuk yang mengandung Y. pestis dapat mengalir keluar secara spontan setelah 1-2 minggu dan diikuti oleh proses resorbsi.
  • Masa inkubasi bervariasi tetapi biasanya berkisar 2-6 hari. Febris atau demam merupakan gejala awal dan suhu dapat mencapai lebih dari 41 derajat celcius, disertai takikardi (denyut nadi cepat), kelelahan ekstrim, kelemahan, gejala-gejala neurologis seperti konvulsi (kejang) sampai koma, gejala gastrointestinal berupa vomitus (muntah), konstipasi dan diare. Walaupun tipe bubonik pada umumnya menunjukan gejala-gejala berat tetapi ada juga kasus-kasus ringan yang disebut pestis minor. Jika sampar tipe ini tidak diobati, bakteri dapat menyebar melalui aliran darah menyebabkan septikemia atau dapat menginfeksi paru-paru, menyebabkan kasus pneumonia sekunder atau bisa juga berkembang menjadi meningitis. Komplikasi yang juga dapat menjadi sebab kematian adalah septikemia dengan gejala-gejala berat, pneumonia sekunder dengan sputum berdarah dan yang jarang ditemukan antara lain adalah kegagalan faal jantung.
sampar
Kelenjar getah bening di daerah inguinal orang yang terinfeksi dengan penyakit sampar. Kelenjar getah bening yang membesar disebut buboes atau bubo. Pasien dengan bubo inguinal berjalan dengan pincang
bubo
Axillary Bubo. Kelenjar getah bening yang terkena biasanya tidak merasa panas, meskipun kulit tampak halus dan memerah.
    Sampar tipe Septicemic
    • Sampar tipe Septicemia dijumpai pada pasien usia lanjut dan menyebabkan omset gejala yang cepat. Pada sampar tipe ini tidak terdapat adanya pembesaran kelenjar limfe dan gejala yang timbul akibat septikemia biasanya terjadi dalam waktu singkat berupa pucat, delirium atau stupor sampai koma. Penderita dapat meninggal dunia pada hari pertama sampai ketiga setelah timbulnya gejala febris atau demam. Kenaikan suhu badan hanya terjadi secara ringan. Penderita juga awalnya mengalami mual, muntah, sakit perut, dan diare. (Diare bisa menjadi gejala dominan.)
    • Septicemic plague jarang menular pada orang lain dan terjadi ketika bakteri memasuki aliran darah. Septicemia dapat menyebabkan koagulasi intravaskular diseminata, dan hampir selalu berakibat fatal tanpa pengobatan. Kematian akibat sampar tipe septicemia sangat tinggi dan biasanya berhubungan dengan disseminated intravascular koagulasi (DIC), kegagalan multiorgan, dan hipotensi yang mendalam. Bakteri Y. perstis mempunyai kemampuan membentuk endotoksin. Hal ini juga dapat menimbulkan keadaan toksemia yang bila berat akan mengakibatkan koagulasi intravaskular (DIC) dengan ditemukan gejala pendarahan disaluran napas, saluran makan, saluran kencing serta dalam rongga-rongga badan. Bakteremia dan kematian akibat syok (hipotensi) terjadi pada 40-60% kasus yang tidak diobati. Wabah septicemia sering berkembang sekunder akibat dari sampar tipe bulbonik atau merupakan hasil dari invasi langsung bakteri melalui aliran darah tanpa keterlibatan kelenjar getah bening.
    Sampar Tipe Pneumonik
    • Masa inkubasi 1-3 hari. Sampar tipe pneumonia disebabkan karena terhirup langsung droplet infeksius melalui pernapasan atau aerosol, atau dengan penyebaran sekunder infeksi paru-paru dari sampar tipe septikemia yang menyebar lewat darah. Tipe ini umumnya diawali dengan gejala-gejala kelemahan badan, sakit kepala, vomitus (muntah), febris (demam) dan frustasi. Batuk, napas pendek, sesak, sakit pada dada disertai sputum yang produktif dan cair, berbeda dengan pneumonia lobaris yang mengeluarkan sputum kental dengan warna seperti karat. Gangguan kesadaran dapat timbul sejak awal, dan penderita dapat meninggal dunia pada hari ke4 dan ke 5.
    • Ini adalah penyakit plague yang paling berbahaya dibandingkan jenis lainnya, dimana sampar tipe pneumonia terjadi karena bakteri masuk ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia. Jika Sampar tipe pneumotik tidak diobati maka penyakit berlanjut menjadi Acute respiratory distress syndrome (ARDS) yang ditandai dengan dapat terjadinya edema paru refrakter. Tanda-tanda syok, termasuk hipotensi dan akhirnya kegagalan multi-organ, juga dapat terjadi. Tanpa deteksi dini dan pengobatan dalam waktu kurang dari 24 jam, sampar pneumonia akan berakibat fatal.
     
    plague
    Bilateral Pulmonary Infection Greater in Left Lung. Jika tidak diobati berkembang pesat menjadi infiltrat bronchopneumonic. Node hilus membesar dan efusi pleura dapat hadir
    sampar
    Bilaterally Progressive Plague. Menunjukkan infiltrat bilateral atau konsolidasi. Nekrosis parenkim paru dan perdarahan dapat terjadi, dan pasien terkadang mengalami abses paru. 
      Sampar tipe Meningeal
      • Tipe ini merupakan komplikasi tipe bubonik dan sering dialami oleh anak-anak, biasanya merupakan sampar tipe bubonik yang terkena pada axilla yang terjadi pada hari ke 7 sampai ke 9. Bentuk sampar ini  terjadi ketika bakteri melewati sawar darah otak, menyebabkan meningitis atau radang selaput otak yang menular. Gejala-gejala seperti pada meningitis berupa keluhan sakit kepala, neck stiffnes dan tanda kernig positif. Dapat berlanjut dengan konvulsi dan koma. Dalam cairan lumbal dapat ditemukan Y.pestis.
      Sampar Tipe Kutaneal
      • Sampar tipe kutaneal disamping menimbulkan gejala-gejala papula, pustula, karbunkel juga adanya purpura yang dapat meluas menjadi nekrotik. Purpura adalah penyakit hemoragik yang ditandai dengan ekstravasasi darah (merembesnya darah dari pembuluh darah) ke dalam jaringan yang memproduksi ekimosis (memar) dan petechiae (bintik-bintik merah akibat pendarahan di dalam kulit) spontan. Purpura berkembang jadi nekrotik dan keadaan ini dapat berlanjut menjadi ganggren terutama di daerah tungkai dan menimbulkan warna kehitam-hitaman (black death). Gangren terjadi karena gumpalan darah di pembuluh darah kecil jari dan jari kaki dapat mengganggu aliran darah dan menyebabkan kematian jaringan sekitar. 
       
      sampar
      Gangngren pada tangan akibat suplay darah yang tidak ada pada ujung jari karena penyakit sampar
       
      Kulit dan jaringan lain dapat berubah menjadi hitam dan mati, terutama pada jari, jari kaki, dan hidung.

        Cara Diagnosa Plague atau Sampar

        Diagnosis sampar atau pes/plague tergantung pada tingginya indeks kecurigaan.  Kemudahan diagnosis penyakit ini didasarkan pada sifat penularannya yang terkumpul disuatu tempat, kadang-kadang dipersulit oleh mobilitas penderita selama masa inkubasi. Jika diluar daerah endemis, perlu ditanyakan adanya riwayat perjalanan kedaerah endemik, terutama berkemah atau pernah kontak dengan hewan pengerat (tikus,dll). Angka fatalitas kasus lebih tinggi, pada penderita yang terdiagnosis diluar daerah endemik, mungkin karena salah diagnosis atau terlambat.

        Selain pemeriksaan berdasarkan gejala-gejala klinis diatas, juga perlu pemeriksaan mikrobiologi, radiologis dan pemeriksaan lain. Febris atau demam dan limfadenitis (peradangan dan pembengkakan kelenjar getah bening) merupakan tanda-tanda utama sampar walaupun tidak patognomonik. Perjalanan klinis panas tidak bisa dibedakan dengan panas pada demam thyfoid, malaria dan ricketsiosis. Adanya bubo juga dapat mirip dengan limfadenitis yang disebabkan oleh kuman lain seperti sifilis, streptococcus atau stafilokokus. 

        Diagnosis dapat dilakukan dengan mengambil atau aspirasi nodus limfe, darah, Sputum eksudat purulent atau kadang-kadang dari tinja atau bisa juga aspirasi cairan CSS untuk tipe sampar meningeal. Berdasarkan sediaan diatas harus diperiksa secara langsung dengan pewarnaan gram tampak batang gram negatif ( coccobacilli ) dan giemsa atau wayson untuk pewarnaan organisme bipolar dan harus dibiakan untuk Y.pestis. Uji serologi secara klinis tidak berguna dalam mendiagnosis penyakit akut. Secara serologis mengukur titer antibody akut dan konvelensi 2-4 minggu kemudian, walaupun tetap harus dipikirkan kemungkinnan adanya reaksi silang dengan salmonella, brucella dan escherrichia coli. Titer antibody yang kurang dari 1:160 dianggap tidak bermakna. Leukositosis dengan dominasi neutrofil dapat dijumpai, dan tingkat leukositosis sebanding dengan tingkat keparahan penyakit. Angka leukosit darah tepi antara 10.000-20.000 (N : 5.000 – 10.000) per mm3 dan pada kasus-kasus yang berat tidak jarang terdapat KID. Trombositopenia dengan degradasi fibrin mungkin meningkat. Serum transaminase dan kadar bilirubin juga meningkat. Apusan darah tepi menunjukkan granulasi toksik dan badan Dohle. Tes imunofluoresensi direc dapat dapat membantu dalam diagnosis cepat. Baru-baru ini sebuah tes diagnostik cepat yang baru dikembangkan dimana mampu mendeteksi bakteri Y.pestis dalam waktu 15 menit dengan sensitivitas 100% dan spesifisitas untuk spesies Yersenia.

        Analisis Cairan cerebrospinal (CSF)  pada sampar tipe meningeal menunjukkan pleositosis dengan dominasi leukosit polimorfonuklear. Radiografi Thorak menunjukkan adanya infiltrat, konsolidasi, atau rongga persisten pada pasien dengan wabah pneumonia. EKG menunjukan takikardia sinus dan perubahan ST-T. Pencitraan nuklir dapat membantu melokalisasi daerah peradangan limfadenitis dan meningeal.

        Apa saja penyakit yang mirip dengan sampar ( Diagnosa banding )??

        Karena ada beberapa penyakit atau kondisi dengan berbagi gejala klinis yang hampir sama, penting  untuk mempertimbangkan kondisi penyakit  sebelum membuat diagnosis sampar. beberapa penyakit dengan keluhan yang hampir mirip sampar adalah :

                                                                   DIFFERENT DIAGNOSA TYPE BUBONIC
        Streptococcal or staphylococcal adenitis (Staphylococcal aureus, Staphylococcal pyogenes)
                •         Purulent or inflamed lesion often noted distal to involved nodes (i.e., pustule, infected traumatic lesion).
                •         Involved nodes more likely to be fluctuant.
                •         Associated ascending lymphangitis or cellulitis may be present (generally not seen with plague).
        Tularemia (Francisella tularensis)
                •         Ulcer or pustule often present distal to involved nodes.
                •         Clinical course rarely as fulminant as in plague.
                •         Systemic toxicity uncommon.
        Cat scratch disease (Bartonella henselae)
                •         History of contact with cats; usually history of cat scratch.
                •         Indolent clinical course; progresses over weeks.
                •         Primary lesion at site of scratch often present (small papule, vesicle).
                •         Systemic toxicity not present
        Mycobacterial infection, including scrofula (Mycobacterium tuberculosis and other Mycobacterium species)
                •         With scrofula, adenitis occurs in cervical region.
                •         Usually painless.
                •         Indolent clinical course.
                •         Infections with species other than M. tuberculosis more likely to occur in immunocompromised patients.
        Lymphogranuloma venereum (Chlamydia trachomatis)
                •         Adenitis occurs in the inguinal region.
                •         History of sexual exposure 10-30 days previously.
                •         Suppuration, fistula tracts common.
                •         Although LGV buboes may be somewhat tender, exquisite tenderness usually absent.
                •         Although patients may appear ill (headache, fever, myalgias), systemic toxicity not present.
        Chancroid (Haemophilus ducreyi)
                •         Adenitis occurs in the inguinal region.
                •         Ulcerative lesion present.
                •         Systemic symptoms uncommon; toxicity does not occur.
        Primary genital herpes
                •         Herpes lesions present in genital area.
                •         Adenitis occurs in the inguinal region.
                •         Although patients may be ill (fever, headache), severe systemic toxicity not present.
        Primary or secondary syphilis (Treponema pallidum)
                •         Enlarged lymph nodes in the inguinal region.
                •         Lymph nodes generally painless.
                •         Chancre may be noted with primary syphilis
        Strangulated inguinal hernias
                •         Evidence of bowel involvement.
                                                                   DIFFERENT DIAGNOSA TYPE PULMONIK
        Inhalational anthrax (Bacillus anthracis)
               •         Widened mediastinum and pleural effusions seen on CXR or chest CT.
               •         Not true pneumonia; minimal sputum production.
               •         Hemoptysis uncommon (if present, suggests diagnosis of plague).
        Tularemia (Francisella tularensis)
               •         Clinical course not as rapid or fulminant as in pneumonic plague.
        Mycoplasmal pneumonia (Mycoplasma pneumoniae)
               •         Rarely as fulminant as pneumonic plague.
        Pneumonia caused by Chlamydia pneumoniae
               •         Rarely as fulminant as pneumonic plague
        Legionnaires' disease (Legionella pneumophila or other Legionella species)
               •         Rarely as fulminant as pneumonic plague.
               •         Community outbreaks of Legionnaires' disease often involve exposure to cooling systems.
               •         Legionellosis and many other diseases caused by bacterial agents (S aureus, S pneumoniae, H influenzae, K pneumoniae, M catarrhalis) usually occur in persons with underlying pulmonary or other disease or in the elderly
        Psittacosis (Chlamydia psittaci)
               •          Rarely as fulminant as pneumonic plague.
               •         Result of bird exposure.
        Other bacterial agents (e.g., Staphyloccocus aureus, Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Moraxella catarrhalis)
               •         Rarely as fulminant as pneumonic plague.
               •         Usually occur in persons with underlying pulmonary or other disease or in the elderly.
        Q fever (Coxiella burnetii)
               •         Exposure to infected parturient cats, cattle, sheep, goats.
               •         Severe pneumonia not prominent feature.
        Viral Pneumonia Influenza
               •         Influenza generally seasonal (October-March in United States) or involves history of recent cruise ship travel or travel to tropics.
        Viral Pneumonia CMV
               •         CMV usually occurs in immunocompromised patients
        Viral Pneumonia RSV
               •         RSV usually occurs in children (although may be cause of pneumonia in elderly); tends to be seasonal (winter/spring).
        Viral Pneumonia Hantavirus
               •         Exposure to excrement (urine or feces) of mice with hantavirus
                                                                   DIFFERENT DIAGNOSA TYPE SEPTICEMIA
        Meningococcemia
               •         More likely to have evidence of meningitis (but not always present).
        Septicemia caused by other Gram-negative bacteria
               •         Underlying illness usually present.

        Pengobatan Sampar atau Plague

        Pemilihan macam antibiotik bergantung pada gambaran klinis yang ditunjukan penderita. Untuk kasus dengan keadaan yang berat seperti pada tipe septikemia dan pneumonik,

        Pada dewasa
        • Streptomisin merupakan pilihan utama dengan dosis 30mg/kgBB/hari, diberikan secara intramuskular dengan dosis terbagi 2-4 kali sehari. Bila penderita dalam keadaan rejatan, pemberian suntikan intramuskular tidak terabsobsi dengan baik. Untuk mencegah autotoksik pemberian streptomicyn maksimum selama 5-7 hari. Kalau kurun waktu pengobatan tersebut dirasakan masih terlalu singkat, dapat dilanjutkan dengan tetrasiklin yang sudah mulai diberikan pada hari pengobatan ke-4 selama 10-14 hari.
        • Tetrasiklin merupakan obat pilihan kedua, dapat diberikan sebagai kelanjutan pemberian streptomisin seperti tersebut diatas atau diberikan sebagai preparat tunggal untuk kasus-kasus ringan baik berupa tetrasiklin HCL, oksitetrasiklin maupun klortetrasiklin. Dimulai dengan loading doses 15mg/kg/BB dengan maksimum 1 gram peroral, diikuti dalam waktu 24 jam pertama dengan 40-50mg/kg/BB/hari terbagi dalam 4 kali pemberian, kemudian untuk selanjutnya 30mg/kg/BB/hari terbagi dalam 4 kali pemberian, sampai hari pengobatan ke 10-14. Apabila dipakai dengan kombinasi obat lain cukup 30mg/kg/BB/hari terbagi dalam 4 kali pemberian. Pemberian secara parenteral hanya dilakukan bila secara oral tidak memungkinkan dengan dosis 12-20mg/kg/BB/hari secara intravena terbagi dalam dua kali pemberian. Kontraindikasi pemberian tetrasiklin adalah adanya gangguan faal ginjal, kehamilan dan untuk anak-anak dibawah usia 8 tahun. tidak dianjurkan diberikan bersama makanan termasuk minuman susu dan antasid.
        • Kloramfenikol merupakan obat pilihan yang lain dengan hasil yang baik, walaupun seringkali ditakutkan adanya efek menekan sumsum tulang (kejadiannya sangat jarang). Obat ini di berikan terutama untuk penderita-penderita yang berat seperti type meningeal yang tidak dapat diberi streptomisin. Dosis 50-75mg/kg/BB/hari, intravena terbagi dalam 4 kali pemberian selama 10 hari. Secara oral juga dapat diberikan dengan dosis yang sama.
        • Trimetoprin-sulfametoksazol juga dapat menjadi obat pilihan lain dengan hasil baik, tetapi hanya diberikan bila obat-obat tersebut diatas tidak dapat digunakan. Sulfadazin juga efektif dan dapat dipakai bila obat-obat lain tidak tersedia, dosisnya bisa mencapai 1-2g/hari selama 4-7 hari. Untuk kasus yang agak berat dapat dimulai dengan dosis awal 4 gram, dilanjutkan 2 gram tiap jam sampai tercapai suhu badan normal, lalu diteruskan 500mg tiap 4 jam sampai 7-10 hari. Penggunaan sulfadiazin ini harus disertai pemberian sodium bikarbonat. Kebutuhan cairan dan kalori dapat diberikan secara parenteral apabila tidak dapat diberikan secara oral.
        Anak-Anak
        • Pada anak-anak pengobatan pilihan sama seperti dewasa yaitu dengan streptomisin, dapat dilakukan intamuskular dengan dosis 20-30mg/kgBB/hari dibagi setiap 12 jam untuk sampar tipe bubo. Untuk type septikemia dan meningitis biasanya diobati dengan kloramfenikol intravena (100mg/kgBB/hari) dibagi setiap 6 jam. Penyakit ringan dapat diobati dengan kloramfenikol atau terasiklin oral tapi pada anak yang berusia diatas 10 tahun.
        Ada juga bukti yang baik untuk mendukung penggunaan doksisiklin atau gentamisin  dan fluoroquinolones (siprofloksasin). Berikut ini akan dipaparkan Table regimen pengobatan sampar yang diambil dari The journal of the American medical association

        Table Regimen Pengobatan Sampar yang diambil dari The journal of the American Medical Association
        Adults
        Preferred agents
        Dose
        Route of administration
        Streptomycin
        1 g twice daily
        IM
        Gentamicin
        5 mg/kg once daily, or 2 mg/kg loading dose followed by 1.7 mg/kg every 8 hours
        IM or IV
        Alternative agents
        Dose
        Route of administration
        Doxycycline
        100 mg twice daily or 200 mg once daily
        IV
        Ciprofloxacin
        400 mg twice daily
        IV
        Chloramphenicol
        25 mg/kg  every 6 hours
        IV
        Children
        Preferred agents
        Dose
        Route of administration
        Streptomycin
        15 mg/kg twice daily (maximum daily dose, 2 g)
        IM
        Gentamicin
        2.5 mg/kg every 8 hours
        IM or IV
        Alternative agents
        Dose
        Route of administration
        Doxycycline (for children ≥ 8 years)
        Weight ≤45 kg: 2.2 mg/kg twice daily (maximum daily dose, 200 mg)
        Weight ≥ 45 kg: same as adult dose
        IV
        Ciprofloxacin
        15 mg/kg twice daily (maximum daily dose, 1 g)
        IV
        Chloramphenicol (for children more than 2 years)
        25 mg/kg every 6 h (maximum daily dose, 4 g)
        IV
        Pregnant women
        Preferred agent
        Dose
        Route of administration
        Gentamicin
        Same as adult dose
        IM or IV
        Alternative agents
        Dose
        Route of administration
        Doxycycline
        Same as adult dose
        IV
        Ciprofloxacin
        Same as adult dose
        IV
        KETERANGAN
                Dosis aminoglikosida harus disesuaikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
                Konsentrasi kloramfenikol  serum harus 5-20 mg / mL untuk menghindari penekanan sumsum tulang.
                Gentamisin adalah kategori kehamilan C tetapi telah digunakan secara aman dan efektif untuk pengobatan wabah pada wanita hamil.
                Doksisiklin dan siprofloksasin adalah kategori kehamilan D dan C, masing-masing. Agen ini harus diberikan hanya jika gentamisin tidak tersedia

        Yang perlu diketahui, bahwa apabila pasien dengan ciri gejala fisik tipe sampar pneumonia harus ditempatkan dalam ruang isolasi yang ketat selama 48-72 jam lalu diberikan terapi antibiotik dan terus di diisolasi sampai gejala pneumonia telah disembuhkan atau sampai kultur sputum menunjukkan temuan negatif. Terapi suportif seperti Pemantauan hemodinamik dan dukungan ventilasi dilakukan sesuai dengan keadaan klinis. Cairan infus, epinefrin, dan dopamin diperlukan untuk koreksi dehidrasi dan hipotensi. Diazepam diberikan untuk mengurangi rasa lelah. Heparin biasanya diberikan apabila terdapat gejala pembekuan darah. Pembesaran buboes memerlukan insisi dan drainase.

        Prognosis Penyakit Sampar

        Dengan dipakainya antibiotik, prognosis penyakit ini telah banyak berubah. Semula tipe bubonik angka kematianya mencapai 50-90%, sedangkan tipe pneumonik, septikemik dan meningeal hampir seluruhnya berakhir dengan kematian. Wabah dikabupaten boyolali pada tahun 1968-1970 mempunyai angka kematian masing-masing 42% dan 20%. besar kecilnya presentase tersebut tergantung pada kecepatan mendapatkan pertolongan atau pengobatan.

        Pencegahan Penyakit Sampar

        Vaksinasi.
        • Antigen y.pestis mempunyai struktur yang dapat dibedakan atas beberapa fraksi yaitu fraksi 1 (envelope substance), fraksi II,V,W,L dan beberapa lagi yang merupakan polisakarida yang spesifik. tersedia dalam bentuk inactivated vaccine  (Haffkines vaccine). Dosis untuk dewasa adalah 0,5mL subkutan, diteruskan dengan 1ml setelah 10-28 hari kemudian dan untuk daerah-daerah endemik dapat diulang lagi 0,5ml setiap enam bulan. Bentuk lain lebih lama. Vaksinasi ini perlu diberikan untuk penduduk yang tinggal di daerah endemik, petugas laboratorium dan petugas perawatan.
        Isolasi
        • Setiap orang yang diduga menderita penyakit sampar harus diisolasi dengan ketat sampai terbukti bahwa yang bersangkutan bukan menderita sampar, terutama sampat tipe pneumotik yang dapat menular melalui udara pernapasan. Pasien denga tipe bubonik yang telah mengalami drainase harus dijaga agar pus yang kering tidak berhamburan karena banyak mengandung kuman. Juga para petugas perawat harus mendapat perlindungan terhadap penularan melalui pernapasan.
        Post-exposure prophylaxis (PEP)
        • Post-exposure prophylaxis ditunjukkan pada orang -orang yang memiliki resiko terpapar penyakit sampar, seperti kontak dekat dengan pasien wabah pneumonia atau kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi atau jaringan. Yang disarankan regimen antibiotik untuk PEP  menurut The american Journal medical Associated adalah sebagai berikut:


          Preferred agents
          Dose
          Route of administration
          Adults
          Doxycycline
          100 mg twice daily
          PO
          Ciprofloxacin
          500 mg twice daily
          PO
          Children
          Doxycycline (for children ≥ 8 years)
          Weight ≤ 45 kg: 2.2 mg/kg twice daily (maximum daily dose, 200 mg)
          Weight ≥ 45 kg: same as adult dose
          PO
          Ciprofloxacin
          20 mg/kg twice daily (maximum daily dose, 1 g)
          PO
          Pregnant women
          Doxycycline
          100 mg twice daily
          PO
          Ciprofloxacin
          500 mg twice daily
          PO
          Doxycycline and ciprofloxacin are pregnancy categories D and C, respectively.  PEP should be given only when the benefits outweigh the risks.

          Perbaikan rumah-rumah penduduk agar tidak mudah menjadi sarang tikus, penyuluhan penduduk untuk menjaga kebersihan lingkungan. Memakai sarung tangan, baju panjang, masker, dan goggle (kacamata) pada waktu kontak dg penderita plague. Kenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang, dan celana tuck kaki ke dalam kaus kaki saat berkemah atau hiking. Gunakan penolak serangga yang mengandung DEET pada kulit atau piretrin pada pakaian.

          DAFTAR PUSTAKA


          • Parkhill, J., Wren, B.W., Thomson, N.R. et al. Genome sequence of Yersinia pestis, the causative agent of plague. Nature 413, 523 - 527 (04 October 2001); doi:10.1038/35097083
          • Buku ilmu penyakit dalan FK UI, penyakit infeksi tropis sampar 1800-1803
          • Buku parasitologi kedokteran fakultas kedokteran universitas indonesia, vektor penyakit sampar. hal 241-242.
          • Perry, R. D. and Fetherston, J. D. Yersinia pestis--etiologic agent of plague. Clin. Microbiol. Rev. 10, 35-66 (1997)
          • Pye, Swain, and Seppelt, 1999. Distribution and habitat use of the feral black rat (Rattus rattus) on subantarctic Macquarie Island. Journal of Zoology, 247: 429-438.
          • Chain PS, Carniel E, Larimer FW, Lamerdin J, Stoutland PO, Regala WM. Insights into the evolution of Yersinia pestis through whole-genome comparison with Yersinia pseudotuberculosis. Proc Natl Acad Sci U S A. Sep 21 2004;101(38):13826-31
          • sumber link 
            1. http://emedicine.medscape.com
            2. http://www.cdc.gov
            3. http://en.wikipedia.org
            4. http://www.ppdictionary.com
            5. http://www.mayoclinic.com
            6. http://www.onhealth.com
            7. http://books.google.co.id
            8. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus
            9. http://www.who.int/topics/plague

          Nutrisi bergizi pada Ibu Hamil ( karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral)

          NUTRISI MAKANAN UNTUK IBU HAMIL


          PENDAHULUAN

          Nutrisi atau gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Nutrisi dan kehamilan (Pregnancy nutrition) mengacu pada asupan gizi, dan perencanaan diet yang dilakukan sebelum, selama dan setelah kehamilan. Pada masa kehamilan, biasanya banyak hal yang disarankan untuk dilakukan oleh ibu hamil. Salah satu hal tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah menjaga pola makan. Pola makan ibu hamil tidak hanya harus teratur saja melainkan harus juga diperhatikan pilihan makanan yang akan dikonsumsi. Tentu seorang ibu hamil tidak boleh secara sembarangan mengkonsumsi semua makanan yang ingin mereka konsumsi karena mungkin saja makanan tersebut malah nantinya menjadi tidak baik atau bahkan berbahaya bagi bayi dalam kandungannya.
          gizi dan nutrisi pada kehamilan
          Buah-buahan untuk ibu hamil

          Diet kehamilan ( Diet Pregnant ) yang sehat akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan bayi. Walaupun seorang ibu sedang mengandung, bukan berarti sekaligus makan 2 porsi makanan dalam sekali makan. Ibu yang sedang hamil berhati-hati berat badan yang tambah naik secara berlebihan. Sebaiknya dalam ibu yang sedang hamil makan-makanlah dalam jumlah wajar dan pilih menu yang bermutu untuk kesehatan bunda dan janin yang sedang di kandung. Keinginan untuk memenuhi napsu makan yang biasa muncul di dalam diri ibu hamil tidaklah melulu berhubungan dengan makanan utama yang biasa dimakan 3 kali sehari. Akan tetapi, ini juga bisa berhubungan dengan keinginan untuk memakan makanan ringan disela-sela waktu makan. Untuk ibu hamil, sangat tidak disarankan untuk memakan sembarang makanan ringan. Sebelum mulai memilih jenis makanan ( Food ) yang akan dikonsumsi, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu prinsip makan sebagai penguat gizi ibu hamil yang tepat.

          Pada masa awal kehamilan adalah waktu paling rentan, karena itu adalah waktu ketika organ dan sistem organ janin berkembang dalam rahim ibu. Energi yang digunakan untuk membuat sistem ini berasal dari energi dan nutrisi dalam sirkulasi ibu, dan sekitar lapisan rahim, inilah yang menjadi alasan mengapa asupan nutrisi yang tepat selama kehamilan sangat penting. Selain itu, seringnya mengonsumsi makanan yang bergizi membantu mencegah mual , muntah , dan kram . Melengkapi diet ibu hamil dengan makanan yang kaya asam folat , seperti jeruk dan sayuran berdaun hijau tua, membantu mencegah neural tube yaitu suatu cacat lahir pada bayi . Mengkonsumsi makanan yang kaya zat besi , seperti daging merah tanpa lemak dan kacang membantu mencegah anemia dan memastikan oksigen yang cukup untuk bayi. Asupan vitamin dan mineral juga harus diperhatikan. Vitamin ini biasanya mengandung asam folat , yodium, zat besi, vitamin A, vitamin D, seng dan kalsium.

          NUTRISI SELAMA KEHAMILAN

          Semua makanan tidak sama kalorinya, banyak makanan mengandung zat gizi, namun beberapa makanan lebih bergizi dibandingkan dengan yang lain. Saat hamil, sebaiknya merencanakan dan mempersiapkan pengaturan nutrisi yang tepat dan bergizi untuk perkembangan dan pertumbuhan yang sehat bagi ibu ( Mother ) yang hamil dan janin dalam kandungannya, serta mempersiapkan nutrisi yang nantinya akan diberikan setelah bayi dilahirkan melalui air susu ibu (ASI).

          Selama kehamilan, seorang ibu menjadi satu-satunya sumber nutrisi bagi bayi yang ada dalam kandungannya sehingga semua kebutuhan kalori, protein dan vitamin dan mineral yang sangat di perlukan bayi untuk pertumbuhannya tergantung pada si ibu hamil, bahkan apa yang akan dimakannya akan mempengaruhi bayinya, bukan hanya selama di dalam kandungan tetapi untuk kehidupannya kelak. Bagi ibu hamil yang sehat, makanlah seperti biasa yaitu tiga kali porsi besar dan tiga kali snack. jika mual bisa dicoba dengan makanan yang sering dengan porsi kecil. Pilihlah makanan yang bervariasi

          Agar ibu hamil dan bayi dalam kandungan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, sebaiknya ibu hamil memiliki pengetahuan dasar mengenai nutrisi yang dibutuhkan tubuh beserta komposisinya. Komposisi nutrisi yang dibutuhkan bagi ibu hamil terdiri dari makronutrisi (karbohidrat, lemak dan protein) dan mikronutrisi (vitamin dan mineral). Karena pentingnya nutrisi dan gizi selama kehamilan ini, maka dalam bidang kesehatan dibuatkah ketentuan Angka kebutuhan nutrisi (zat gizi) dasar yang dikenal di dunia internasional dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA).

          Recommended nutrients during pregnancy
          Nutrient
          Recommendation (Extra = Above RDA)
          Maximum/Total amount
          Energy
          Increase by 200 kcal (840 kJ) per day in last trimester only.
          RDA
          Proteins
          Extra 6 g per day
          51 g per day
          Thiamin
          Increase in line with energy; increase by 0.1 mg per day
          0.9 mg per day
          Riboflavin
          Needed for tissue growth; extra 0.3 mg per day
          1.4 mg per day
          Niacin
          Regular supplementation/diet of substance. No increase required.
          RDA
          Folate
          Maintain plasma levels; extra 100 µg per day
          300 µg per day
          Vitamin C
          Replenish drained maternal stores; extra 120 mg per day
          500 mg per day
          Vitamin D
          Replenish plasma levels of vitamin 10 µg per day.
          RDA
          Calcium
          Needs no increase
          RDA
          Iron
          Extra 3 mg per day needed
          RDA
          Magnesium, zinc, and copper
          Normal supplementation or consumption.
          RDA
          Iodine
          Extra 100 µg per day.
          250 µg per day

          Rekomendasi diatas berdasarkan kesepakatan standard kebutuhan dasar nutrisi pada wanita hamil menurut RDA, tapi tentunya ini berbeda sesuai dengan keadaan wanita hamil sehari-hari. Berikut ini akan saya paparkan kebutuhan komposisi nutrisi baik makronutrisi yang terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak, maupun mikronutrisi yang terdiri dari vitamin dan mineral bagi ibu hamil dan menyusui berdasarkan berbagai literatur.

          KEBUTUHAN MAKRONUTRISI

          Kebutuhan Kalori
          • Kalori adalah satuan ukuran untuk energi. Satu kalori secara resmi didefinisikan sebagai jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan 1 cm2 air (atau 1 gram air) sebesar satu derajat Celcius, atau dengan kata lain kalori merupakan jumlah energi yang dihasilkan oleh makanan ketika dibakar dalam tubuh. Jadi kalori bukan hanya berasal dari karbohidrat saja, melainkan juga protein dan lemak dapat dijadikan sumber energi. Jumlah kebutuhan energi bagi tubuh kita tergantung pada berat orang tersebut, ketinggian dan usia dan kalori digunakan untuk menunjukkan jumlah energi yang terkandung dalam makanan. Jumlah kalori dalam makanan diperlukan untuk memperhitungkan keseimbangan energi. Apabila jumlah kalori yang dikonsumsi lebih kecil dari kalori yang digunakan, berat badan akan berkurang karena cadangan energi dari lemak akan digunakan. Sebaliknya, apabila jumlah kalori yang masuk lebih besar dari kalori yang digunakan, berat badan akan meningkat. Kelebihan energi pun akan disimpan sebagai lemak. Karena itu, asupan kalori perlu dikontrol untuk menjaga berat badan dan mencegah terjadinya penyakit metabolik, terutama pada wanita hamil.
          • Ketika masa kehamilan ( During Pregnancy ), seorang ibu hamil perlu memperhatikan jumlah kalori yang dibutuhkannya dan karbohidrat sebagai sumber kalori utamanya disamping lemak dan protein. Biasanya kebutuhan ibu hamil dan nutrisi kehamilan meningkat sekitar 45% dari keadaan sebelum hamil. Kebutuhan akan kalori pada wanita hamil umumnya bervariasi, tergantung pada usia kehamilan, usia ibu, berat badan saat sebelum hamil dan aktivitas ibu dan selama masa kehamilan rata rata secara keseluruhan selama hamil kebutuhan kalori sebesar 75.00-80.000. Seorang wanita selama kehamilan memiliki kebutuhan energi yang meningkat. Energi ini digunakan untuk pertumbuhan janin, pembentukan plasenta, pembuluh darah, jaringan payudara, cadangan lemak, perubahan metabolisme yang terjadi dan pertumbuhan jaringan yang baru. Selain itu, tambahan kalori dibutuhkan sebagai tenaga untuk proses metabolisme jaringan baru.
          • Jumlah kalori yang diperlukan ibu hamil selama masa kehamilan adalah sekitar 2500 kalori perhari, dimana pada saat awal wanita hamil normal, kebutuhan kalori meningkat sekitar 300 kalori, sedangkan kebutuhan dasar seorang wanita sebelum hamil yaitu sebesar 2200 kalori, sehingga jika dijumlahkan total kebutuhan kalori pada saat wanita hamil yaitu 300 (kebutuhan tambahan saat hamil) + 2200 (kebutuhan kalori saat wanita tidak hamil) = 2500 kalori. Jumlah tersebut akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Pada trimester kedua, terjadi pertambahan jumlah kalori yang dibutuhkan ibu hamil sekitar 340 kalori perhari, sedangkan pada trimester ketiga kebutuhan jumlah kalori bertambah sekitar 450 kalori perharinya. Jumlah kalori yang dibutuhkan ibu hamil bertambah, hal tersebut dikarenakan janin yang berada di dalam kandungan terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan organ-organ tubuhnya, sehingga kebutuhan gizi yang diperlukan juga bertambah.
          Kebutuhan karbohidrat
          • Karbohidrat/ carbohydrates merupakan sumber energi utama bagi tubuh, dimana satu gram karbohidrat setara dengan 4 kilokalori. Selama kehamilan memerlukan 60-70% karbohidrat dari total harian. Apabila asupan karbohidrat dari makanan kurang, tubuh akan menggunakan cadangan lemak dan protein untuk diubah menjadi energi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih sumber karbohidrat, yaitu Indeks Glikemik. Indeks Glikemik merupakan angka yang menunjukkan potensi suatu bahan pangan untuk meningkatkan kadar glukosa darah. Semakin tinggi nilai Indeks Glikemik, semakin cepat bahan makanan tersebut meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, karbohidrat yang berlebih akan diubah dan disimpan menjadi lemak di dalam tubuh.
          • Mengurangi terlalu banyak karbohidrat bisa membahayakan kehamilan, karena karbohidrat diperlukan bersama dengan lemak untuk menghasilkan energi bagi ibu hamil. Tanpa jumlah karbohidrat berkualitas baik yang cukup, tubuh tidak dapat menggunakan lemaknya dalam cara yang normal, sehingga ada pemecahan lemak yang tidak sempurna (disebut ketones). Ketika ketones terakumulasi dalam darah dan urine, hal itu menyebabkan ketosis –kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan retardasi mental pada janin. Selain itu kebutuhan kalori juga diperlukan pada wanita yang mengandung gula darah rendah. Jadi dapat disimpulkan bahwa kekurangna kabohidrat dapat menyebabkan Gangguan pertumbuhan pada Janin, Gangguan produksi kerja pada Ibu hamil, Gangguan pertahanan tubuh, Gangguan struktur dan fungsi otak, Bayi beresiko BBLR, lahir premature, kecerdasan rendah, dan mudah sakit.
          • Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat justru menyebabkan kadar gula naik, dan meningkatkan risiko diabetes gestasional (diabetes yang terjadi selama kehamilan). Adanya diabetes dalam kehamilan juga akan menyebabkan pembakaran lemak yang tidak sempurna sehingga menghasilkan zat keton, dimana jika zat keton ini berlebih akan meracuni tubuh (ketonuria). Selain menyebabkan diabetes, konsumsi karbohidrat yang berlebihan juga menyebabkan kegemukan atau obesitas, dan merupakan salah satu faktor resiko dalam terjadinya berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung koroner, hati dan penyakit kantong empedu, dll. Intinya adalah, makanlah dalam jumlah secukupnya. Seorang wanita hamil sering merasa haus, nafsu makannya besar, sering kencing dan kadang-kadang memperlihatkan pula glukosuria atau peningkatan kadar gula dalam darah sehingga menyerupai diabetes melitus atau lebih tepatnya disebut diabetes kehamilan ( Gestational diabetes ). Segala sesuatu ini dipengaruhi oleh hormon somatomammotropin, peningkatan plasma insulin dan hormon-hormon adrenal. Diabetes melitus gestasional (GDM) adalah suatu kondisi di mana perempuan tanpa sebelumnya didiagnosis diabetes menunjukkan kadar glukosa darah tinggi selama kehamilan. Selama periode akhir dari kehamilan (trimester ketiga), perubahan hormonal menempatkan wanita hamil beresiko untuk diabetes gestational. Selama kehamilan, terjadi peningkatan kadar hormon tertentu yang dibuat dalam plasenta (organ yang menghubungkan bayi dengan tali pusat ke rahim) untuk membantu menyalurkan nutrisi kepada janin yang sedang berkembang. Hormon lain yang diproduksi oleh plasenta berguna untuk membantu mencegah ibu dari menderita kadar gula darah rendah. Hormon-hormon yang dihasilkan ini, bekerja dengan melawan tindakan insulin, sehingga insulin yang seharusnya merubah glukosa darah menjadi glikogen yang disimpan diotot terganggu, akibatnya glukosa menumpuk didarah, sehingga gula darahnya meningkat. Diabetes dapat mempengaruhi perkembangan janin selama kehamilan. Pada awal kehamilan, ibu yang menderita diabetes dapat menyebabkan bayi lahir cacat ataupun keguguran. Banyak dari cacat lahir yang terjadi mempengaruhi organ utama seperti otak dan jantung. Selama trimester kedua dan ketiga, diabetes ibu dapat menyebabkan over-gizi dan pertumbuhan berlebih dari bayi. Memiliki bayi besar meningkatkan risiko selama persalinan dan melahirkan. Selain itu, ketika janin over-gizi dan hyperinsulinemia terjadi gula darah bayi bisa drop sangat rendah setelah kelahiran, karena tidak akan menerima gula darah tinggi dari ibunya lagi. Berpatokan pada keadaan diatas, maka penting sekali kita dalam mengontrol jumlah karbohidrat yang seharusnya di konsumsi seorang wanita dalam masa kehamilannya. 
          • Karbohidrat/ carbohydrates adalah sumber energi utama terdiri dari karbohidrat sederhana (seperti gula pasir, gula merah, madu dan syrup) dan karbohidrat kompleks (seperti tepung, beras, jagung dan gandum). Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks karena selain mengandung vitamin dan mineral, karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir. Karbohidrat kompleks yang berkualitas baik antara lain nasi merah dan bubur oats dari gandum utuh. Yang perlu dikurangi adalah karbohidrat kompleks yang berbahan dasar tepung, seperti nasi putih, roti putih, dan pasta putih. Kurangi juga karbohidrat sederhana (simpleks) dimana rata-rata karbohidrat ini dimakan dalam jumlah terbatas, yakni 5% dari total kalori harian. Nasi merah mengandung serat lebih banyak daripada nasi putih, sehingga hal ini bisa membantu Ibu hamil mencegah sembelit. Karbohidrat sebaiknya juga selalu ditemani dengan sayuran dan protein untuk memastikan keseimbangan gizinya. Misalnya, nasi merah dengan tumis ayam dan sayuran. Atau, ayam rebus dan salad. Jangan lupakan juga asupan buah-buahan untuk menjaga kebutuhan serat.
          Kebutuhan Lemak
          • Lemak, protein dan karbohidrat sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori, dimana jika tubuh membutuhkan banyak kalori dan karbohidrat tidak bisa memenuhinya, maka akan digunakan lemak sebagai sumber energi kalori. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan (baik lemak nabati maupun hewani) dan juga berasal dari hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Kebutuhan lemak setiap orang tentu saja berbeda. Hal ini tergantung pada usia, aktivitas, berat badan dan sebagainya. Kebutuhan lemak seseorang secara normal adalah berkisar 20-25% persen dari total kalori perhari. Sementara kalori yang harus dipenuhi oleh ibu hamil yaitu 2500 perharinya. Jadi 625 kalori perharinya, jika dihitung dalam gram yakni sekitar 70gram/hari.
          • Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E dan K, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh. Penting untuk dicatat bahwa mendapatkan lemak selama kehamilan adalah penting karena menyediakan buffer menyimpan energi yang akan digunakan selama menyusui setelah melahirkan. Lemak juga merupakan zat yang digunakan tubuh untuk memproduksi prostaglandin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur tekanan darah, sistem syaraf, denyut jantung, kontraksi pembuluh darah, dan pembukuan darah. Lemak juga berperan penting dalam perkembangan otak dan saraf janin.
          • Pada dasarnya berdasarkan stuktur kimianya, lemak dapat digolongkan dalam 3 jenis yakni lemak jenuh, lemak tidak jenuh, dan lemak trans. Masing-masing memiliki struktur kimia dan bentuk yang berbeda. Pada suhu kamar, lemak jenuh dan lemak trans berbentuk padat seperti mentega sedangkan lemak tidak jenuh biasanya berbentuk cair. Ketiga jenis lemak tersebut juga memiliki pengaruh yang berbeda pula pada kadar kolesterol pada tubuh.
            • Sifat lemak jenuh banyak membawa kolesterol LDL dalam darah yang mengakibatkan plak menempel pada saluran pembuluh darah yang akhirnya akan mengganggu sistem peredaran darah dan suplai oksigen dalam tubuh, selain itu lemak jenuh juga mengentalkan darah sehingga mudah lengket pada dinding pembuluh darah. Lemak jenuh yang umum termasuk mentega, minyak kelapa sawit, minyak kelapa, produk susu, terutama krim dan keju, dan daging.
            • Lemak Tidak Jenuh. Lemak jenis ini dikenal sebagai lemak baik karena sifatnya yang baik dimana kandungan kolesterol LDL ( Low density lipoprotein ) yang dimilikinya lebih sedikit dibandingkan yang terdapat dalam lemak jenuh. Menurut para ahli lemak jenis ini dapat meningkatkan antibodi pada tubuh, menurunkan kolesterol LDL, dan menurunkan resiko serangan jantung. Lemak tidak jenuh dapat dikategorikan dalam 2 jenis yakni lemak tidak jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acids) dan lemak tidak jenuh ganda (poly-unsaturated fatty acids). Asam lemak tidak jenuh tunggal dapat ditemukan pada minyak Zaitun, minyak kacang, dan minyak Canola, Alpukat, dan sebagian besar kacang-kacangan. Sedangkan, asam lemak tidak jenuh ganda dapat ditemukan pada minyak Jagung, minyak biji bunga Matahari, dan minyak Kedelai.
            • Lemak trans berasal dari lemak tidak jenuh yang mengalami proses pemadatan dengan teknik hidrogenisasi parsial yang menyebabkan perubahan konfigurasi ikatan kimia lemak itu. Walaupun berasal dari lemak tidak jenuh yang bersifat baik, lemak trans ini berubah sifatnya karena proses hidrogenisasi tadi. Lemak jenis ini menjadi tidak berbeda dengan lemak jenuh karena sifatnya yang meningkatkan kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol LDL ( Low density lipoprotein), Karena itu, jenis lemak tersebut sering disebut lemak jahat. Produk dari lemak trans salah satunya berupa margarine yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
          • Berdasarkan sumbernya, lemak dibedakan atas asam lemak esensial dan non esensial. Dinamakan esensial karena tidak dapat diproduksi oleh tubuh sedangkan non esensial berarti dapat diproduksi oleh tubuh. Makanan ibu sebelum dan selama kehamilan berperan penting dalam ketersediaan asam lemak essensial pada simpanan jaringan lemak ibu. Jenis asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan oleh wanita hamil adalah Asam lemak omega 3, yaitu asam lemak linoleat, yang terdiri dari asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dekosahektaenoat (DHA) dan Asam lemak omega 6, yaitu asam lemak linoleat (LNA), yang didalam tubuh dikonversi menjadi asam lemak arakidonat. Fungsi asam lemak omega 3 pada ibu hamil dan menyusui adalah: kandungan DHA merupakan 50% dari asam lemak di jaringan otak dan retina, DHA merupakan 2/3 dari asam lemak di sel penerima cahaya pada retina, Mempengaruhi fungsi membran sel-sel syaraf termasuk fungsi enzim, aktivitas reseptor dan hantaran rangsang yang akan mempengaruhi fungsi otak untuk pertumbuhan dan perkembangan plasenta dan fetus, Mencegah asterosklerosis dan penyakit jantung koroner, Penyembuhan penyakit nefritis dan arthritis. Sedangkan fungsi asam lemak omega 6 yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangan janin bayi, kesehatan kulit ibu, janin dan bayi. Dan makanan yang menjadi sumber omega-3 bisa diperoleh dari sayuran, daging, dan telur. Sedangkan sumber omega-6 dari kacang kedelai, ikan tuna, ikan sarden, mackerel, dan juga salmon.
          • Kebutuhan lemak tidak dinyatakan secara mutlak. WHO (1990) menganjurkan konsumsi lemak sebanyak 15-30% kebutuhan energi total dianggap baik untuk kesehatan. Jumlah ini memenuhi kebutuhan akan asam lemak esensial dan untuk membantu penyerapan vitamin larut-lemak. Agar tetap sehat, maka asupan lemak, maka asupan lemak itu pun tidak boleh melebihi dari batas yang dianjurkan. Sebab, bila berlebihan akan menghambat metabolism. Lemak yang tidak terpecah akan terakumulasi dan akan terkumpul pada bagian-bagian tubuh tertentu, seperti perut dan paha. Atau bahkan tersimpan pada organ-organ penting seperti jantung, hati dan bukan tidak mungkin akan menyempitkan aliran darah bila menumpuk pada pembuluh darah.
          • Diantara lemak yang dikonsumsi sehari dianjurkan paling banyak 10% dari kebutuhan energi total berasal dari lemak jenuh, dan 3-7% dari lemak tidak jenuh-ganda. Konsumsi kolestrol yang dianjurkan adalah ≤ 300 mg sehari. Sebaiknya pada wanita hamil kurangi atau jika bisa dihindari makanan yang mengandung lemak jenuh, misalnya gorengan, santan, gajih (lemak hewani) dan jeroan. Lemak jenuh akan meningkatkan kolesterol. Walaupun kolesterol tetap dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tetap harus di batasi jumlahnya yaitu sekitar 200g atau setara dengan satu kuning telur setiap harinya. Jika mengkonsumsi susu, pilihlah susu low fat atau non fat. Pilihan makanan yang mengandung lemak tak jenuh, seperti minyak yang berasal dari tumbuhan (minyak zaitun, minyak canola, lemak dan kacang-kacangan)
          • Kekurangan asam lemak esensial (omega-3 dan omega-6) pada masa janin mengakibatkan penurunan pada pertumbuhan otak. Pertumbuhan otak yang terganggu akan mengakibatkan penurunan fungsi otak, yaitu kemampuan kognitif rendah, yang tidak dapat diperbaiki kemudian. Konsumsi berlebih lemak akan mengakibatkan kegemukan. Penelitian mencatat bahwa ibu hamil obesitas akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes pada kehamilan, sementara risiko kepada anak termasuk yang lahir cacat kelebihan berat badan dan kelahiran. Kegemukan juga dapat menyebabkan komplikasi lebih tenaga kerja dan kebutuhan untuk kelahiran lebih diinduksi dan caesar.
          Kebutuhan Protein
          • Protein dibutuhkan sekali dalam kehamilan untuk perkembangan badan, alat kandungan, mamae (payudara) dan untuk janin sebagai stuktur dasar pembentukan organ-organ tubuh; protein disimpan pula untuk kelak dapat dikeluarkan pada saat masa laktasi atau menyusui dan juga menjaga kesehatan tulang perempuan hamil dan janin Maka dari itu, perlu diperhatikan juga agar seorang ibu yang mengandung memperoleh cukup protein selama masa kehamilannya. Diperkirakan satu gram protein setiap kilogram berat badan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
          • Bagi wanita hamil, unsur protein yang dibutuhkan sekitar 67-75 gram setiap hari. Berarti meningkat 17-25 gram (setara dengan tiga butir telur) lebih banyak dari kebutuhan sebelum hamil yang sebesar 50 gram per hari. Hal ini untuk menutupi perkiraan kebutuhan 925gr protein yang disimpan dalam janin, plasenta dan jaringan maternal. Didalam usus halus, protein akan diuraikan menjadi asam amino dan diserap di usus. Asam amino sangat diperlukan dalam pembentukan sel-sel baru. Asam amino juga bertanggung jawab terhadap pembentukan materi genetik di dalam sel. Materi genetik inilah yang menyebabkan sel dapat membelah dan memperbanyak diri. Janin memerlukan protein untuk pembentukan organ-organ tubuhnya seperti otot, tulang, mata kulit, jantung dan hati. Ibu hamil juga memerlukan protein untuk pembentukan jaringan-jaringan tubuh yang menyokong janin, seperti plasenta, cairan ketuban, pembentukan darah dan membentuk antibody.
          • Berdasarkan sumbernya protein sebagai sumber pembangun dibedakan atas protein nabati seperti kacang-kacangan dan hasil olahannya (tempe dan tahu) dan protein hewani seperti putih telur, ungga, ikan, daging tanpa lemak, susu rendah lemak dan turunannya seperti keju dan yogurt, juga merupakan sumber protein yang baik. Agar kebutuhan protein tercukupi dengan tidak menambah asupan lemak secara berlebihan, maka seorang ibu sebaiknya mengolah sumber protein tersebut dengan cara direbus, dikukus, dipepes, atau boleh sesekali ditumis. Hindari proses menggoreng dengan minyak banyak (deep frying). Telur diyakini sebagai sumber protein yang terbaik. Selain mengandung asam amino yang dibutuhkan ibu hamil, telur juga mudah dicerna dan diserap tubuh. Tak hanya itu, protein telur juga mampu mengubah protein sumber makanan lain supaya lebih berguna bagi tubuh. Kacang-kacangan merupakan makanan untuk wanita hamil yang cukup baik. Dari berbagai jenis kacang buncis mungkin adalah yang paling baik karena mengandung banyak sekali serat dan zat protein yang sangat tinggi melebihi berbagai jenis sayuran lainnya. Protein sebagai makanan untuk wanita hamil sebenarnya tidak hanya terdapat pada telur dan kacang-kacangan tetapi juga dapat ditemui pada daging. Maka dari itu disarankan bagi wanita hamil untuk juga mengkonsumsi daging. Akan tetapi permasalahannya adalah lemak biasanya juga ikut menempel pada daging maka dari itu sebelum mengkonsumsi daging disarankan untuk memisahkan dulu lemak dari daging.
          • Transport protein melalui plasenta terutama dalam bentuk asam amino, yang kemudian di sintesis oleh fetus menjadi protein jaringan. Calon ibu yang kurang asupan protein berisiko menyebabkan bayi lebih kecil, bayi mengalami masalah seperti bibir sumbing atau kelainan fisik lainnya. Bahkan, kekurangan protein berefek pada kurang sempurnanya pembentukkan air susu ibu kelak dalam masa laktasi.
          KEBUTUHAN MIKRONUTRISI

          Kebutuhan Vitamin dan Mineral

          Asam folat
          • Asam folat atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai folic acid, folate, folacin adalah merupakan salah satu vitamin B tepatnya vitamin B9 yang larut dalam air dan penting untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari sintesis nukleotid ke remetilasi homocysteine, pembelahan dan pertumbuhan sel, untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia pada ibu hamil yaitu anemia megaloblastik ini karena kekurangan asam folat dapat mengganggu pematangan sel darah merah muda dan menyebabkan anemia, selain itu asam folat mencegah timbulnya kecacatan tabung saraf (Neural Tube Defects) NTDs pada bayi. Cacat tabung saraf terjadi ketika tabung saraf gagal menutup dengan benar sehingga membuat otak atau sumsum tulang belakang terekspos cairan ketuban. Cacat batang saraf yang paling umum adalah spina bifida (penutupan tidak lengkap sumsum tulang belakang dan tulang belakang), anencephaly (tempurung kepala gagal menutup), dan encephalocele (jaringan otak menonjol keluar pada kulit dari pembukaan abnormal dalam tengkorak). Kerusakan ini mengakibatkan gangguan pada saraf sehingga panca indra, kemampuan intelektual dan kemampuan gerak bayi menjadi terhambat. Semua cacat ini terjadi selama 28 hari pertama kehamilan (atau 4 sampai 6 minggu setelah hari pertama periode terakhir menstruasi)- biasanya sebelum seorang wanita yang tahu dia hamil. Itulah mengapa begitu penting bagi semua wanita usia subur untuk mendapatkan cukup asam folat – tidak hanya mereka yang berencana untuk hamil.
          • Asam folat bisa terdapat secara alami dalam makanan juga terdapat atau terkandung dalam kapsul atau produk suplemen multivitamin. Diperkirakan 23-33% perempuan hamil tidak cukup. Sayuran berdaun seperti bayam, brokoli, lobak cina, kacang kering dan kacang polong, sereal, biji bunga matahari, kembang kol, kedelai, asparagus serta buah-buahan dan sayuran tertentu seperti kentang, pisang, tomat, jeruk dan wortel adalah sumber yang kaya akan folat. Telur, hati, dan produk-produk gandum juga termasuk bahan makanan yang mengandung banyak asam folat. Asam folat sangat sensitif terhadap cahaya, oksigen dan suhu tinggi, oleh karena itu, bila memasak makanan yang mengadung sumber asam folat, sebaiknya hindari panas yang terlalu tinggi, karena bisa menghilangkan asam folatnya. Selain itu karena dia juga cepat larut dalam air, jika bahan makanan yang mengandung asam folat dicuci, maka sering terjadi asam folatnya akan hilang terbawa dengan air. Maka itu juga sering orang kekurangan Vitamin B9. Karena itu disarankan untuk mengkonsumsi sayur-sayur yang mengandung asam folat untuk dikonsumsi dalam bentuk mentah seperti di salad.
          • Dengan asupan asam folat yang cukup pada masa sebelum dan selama kehamilan yaitu sekitar 0.4 - 0.8 mg per hari atau sekitar 400-800 mikrogram, risiko timbulnya NTDs pada bayi dapat diturunkan hingga 80 %. Berdasarkan standar internasional, ibu hamil membutuhkan sekitar 600 mikrogram asam Folat per hari atau 50 persen lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak hamil. Ibu yang pernah melahirkan bayi cacat harus mengonsumsi asam folat minimal 1-4 miligram per hari atau 10 kali dosis normal. Wanita yang berencana hamil perlu mengonsumsi asam folat secara cukup, minimal 4 bulan sebelum kehamilan karena kekurangan asam folat berisiko bayi lahir dengan cacat pada sistem saraf (otak) atau cacat tabung saraf (Neural Tube Deffect).
          • Umumnya asam folat merupakan vitamin yang larut dalam air, sehingga dikeluarkan bersama dengna urin. Kelebihan konsumsi asam folat sendiri bisa memberikan beberapa efek samping. Di antaranya mual, kembung, dan diare, sehingga memicu terjadinya dehidrasi. Konsumsi berlebihan juga bisa menimbulkan perubahan suasana hati, seperti gelisah, bersemangat, bingung, atau mudah terganggu. Efek lainnya adalah kulit jadi kemerahan, kering, dan bersisik. Dalam kondisi parah, kelebihan folat juga menyebabkan sulit tidur, bahkan kejang. Kekurangan asam folat sendiri seperti telah dijelaskan diatas, yaitu dapat menyebabkan cacat bayi berupa defek tabung saraf, anemia megaloblastik pada ibu, kelahiran prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah dan pertumbuhan janin kurang
          Vitamin B kompleks
          • Sebelum kita membahas tentang kebutuhan ibu hamil akan vitamin B kompleks, perlu kita ketahui dahulu, bahwa asam folat atau vitamin B9 juga termasuk salah satu vitamin B kompleks. Vitamin B adalah 8 vitamin yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa komposisi kimia didalamnya membedakan vitamin ini satu sama lain dan terlihat dalam contohnya dalam beberapa makanan. Suplemen yang mengandung ke-8 tipe ini disebut sebagai vitamin B kompleks. Vitamin B kompleks ini terdiri dari Vitamin B1 (tiamin), Vitamin B2 (riboflavin), Vitamin B3,(niasin, termasuk asam nikotinat dan nikotinamida), Vitamin B5 (asam pantotenat), Vitamin B6 (piridoksin), Vitamin B7, juga dikenal sebagai vitamin H (biotin), Vitamin B9, juga dikenal sebagai vitamin M dan vitamin B-c (asam folat) dan Vitamin B12 (kobalamin)
            • Vitamin B1 (Tiamin), berfungsi untuk mengubah zat karbohidrat dalam makanan menjadi energi dan untuk kesehatan kulit, rambut, otak, otot dan sistem saraf. Pada wanita hamil dan menyusui kebutuhan akan vitamin B1 sebesar 1,4 mg. Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beri-beri, berat badan rendah, gangguan emosi, pembengkakan jaringan tubuh, amnesia. kekurangan vitamin B1 pada kehamilan, akan menyebabkan kelahiran sebelum waktunya dan gangguan perkembangan janin. Sumber vitamin B1 berasal dari nasi, roti, sereal, tepung terigu, daging, biji-bijian atau kacang-kacangan makanan laut seperti udang, kepiting atau kerang.
            • Vitamin B2 (Riboflavin), bermanfaat untuk membantu melepas energi dari proterin serta membantu memenuhi kebutuhan protein yang meningkat selama hamil. Selain itu vitamin B2 ini juga mampu membantu proses pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan mata dan kulit. Vitamin B2 ini terdapat di makanan seperti sayuran hijau, keju cheddar, susu, telur dan kacang-kacangan, jamur, bayam. Pada wanita hamil dan menyusui Vitamin B2 ini hanya dibutuhkan tubuh sebanyak 1,7 mcg setiap harinya. Kekurangan vitamin B2 dapat menyebabkan bibir pecah-pecah, sangat peka terhadap sinar matahari, radang pada lidah.
            • Vitamin B3 (Niasin), berfungsi untuk kesehatan kulit, meningkatkan nafsu makan, memperbaiki sistem pencernaan serta membantu mengubah makanan menjadi energi. Selain itu untuk pertumbuhan dan perkembangan normal kesehatan otak, sistem saraf dan produksi hormon. Pasa Wanita hamil dan menyusui kebutuhan akan vitamin ini sebesar 17 mg. Sumber utama vitamin ini terdapat pada Padi-padian, kacang-kacangan, ikan, daging sapi, jamur. Vitamin B3 ini dulunya sebagai obat penyakit pellagra (hingga kini pun demikian). Kemudian juga sebagai penurun kadar kolesterol jahat yaitu LDL dan menurunkan kadar Trigliserida. Sekarang ini biasanya lebih banyak kekurangan vitamin B3 secara ringan dengan indikasi seperti kelelahan, hingga depresi.
            • Vitamin B5 (Pantothenic Acid), berfungsi: Bersama-sama dengan jenis vitamin B lainnya, vitamin B5 berguna dalam proses pemecahan lemak, protein, karbohidrat menjadi energi. Manfaat lainnya adalah untuk pembentukan sel darah merah dan membuat vitamin D. Kebutuhan akan vitamin ini, pada wanita hamil sebesar 5 mg dan pada wanita menyusui 6 mg. Sumbernya berasal dari Ayam, ikan sarden, alpukat, pisang, semangka, kacang-kacangan dan susu. Kekurangan asam pantotenat ini mengakibatkan kekejangan pada tubuh.
            • Vitamin B6 (Piridoksin), berfungsi dalam proses metabolisme asam amino dan lemak, selain itu bersama Vitamin B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah. Kebutuhan akan vitamin ini pada wanita hamil sebesar 1,9 mg, sedangkan pada wanita menyusui 2 mg. Kebanyakan konsumsi vitamin B6 dengan konsumsi lebih dari 50 mg per hari dapat menyebabkan kerusakan saraf secara permanen. Jika tubuh kekurangan vitamin B6, maka tubuh akan mengalami gangguan saraf, anemia, dermatitis, kolesterol, dan batu ginjal. Sumber vitamin ini terdapat pada daging unggas, ikan, sapi, kentang, tomat, pisang, buah yang berwarna ungu dan sayuran hijau.
            • Vitamin B7 (Biotin), berfungsi untuk membantu dalam proses pemecahan lemak, protein menjadi energi yang akan digunakan oleh tubuh. Kebutuhan pada wanita hamil 30 mcg dan pada wanita menyusui 35 mcg. Sumber: Daging ikan salmon, kuning telur, susu, sereal, jeruk, pisang dan kacang tanah dan lain-lain. Kekurangan Biotin dapat mengalami masalah pada rambut dan kuku yang rusak, gangguan pertumbuhan dan gangguan syaraf pada bayi. Biotin di konsumsi tubuh mencapai 30 mcg setiap harinya. Karena Biotin terdapat di banyak sumber makanan, sehingga memenuhinya pun tidaklah sulit.
            • Vitamin B9 (Folat) sudah dijelaskan diatas.
            • Vitamin B12 (Kobalamin) berfungsi: Mengubah karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi, menjaga sel darah merah tetap sehat, melindungi sel saraf, mencegah penyakit jantung, dan mencegah penyusutan otak yang dapat menyebabkan daya ingat menurun dan bersama vitamin B6 diperlukan untuk membentuk DNA atau materi genetik. Kebutuhan vitamin ini pada wanita hamil sebesar 2,6 mcg, karena vitamin ini sangat diperlukan untuk perkembangan saraf dan fungsi otak janin; pada wanita menyusui 2,8 mcg. Sumber vitamin ini berasal dari daging sapi, daging ikan, kepiting, kerang, hati, telur, susu, keju, kedelai dan rumput laut. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan penyakit anemia pernisiosa, gangguan konsentrasi dan penyakit dengan gangguan kognitif lainnya.
          • Vitamin B banyak sekali manfaatnya. Khususnya bagi ibu hamil dan menyusui, harus selalu menjaga agar vitamin B cukup terpenuhi dalam menu makan sehari-hari. Bagi semua orang, vitamin B sangat menunjang terpenuhinya gizi yang baik.
          Kebutuhan Vitamin A
          • Vitamin A memegang peranan penting dalam fungsi tubuh, termasuk fungsi penglihatan, imunitas, pertumbuhan tulang, pertumbuhan gigi, rambut, kulit, kuku, kesehatan sistem reproduksi dan perkembangan embrio. Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan bayi lahir prematur, perlambatan perkembangan pertumbuhan janin dan berat badan lahir rendah.
          • Kebutuhan ibu hamil akan vitamin A harus dipenuhi sekitar 500-600 si. Walaupun vitamin A sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, namun disarankan untuk jangan berlebihan dalam mengkonsumsinya, karena jika ibu hamil kelebihan vitamin A pertumbuhan janinpun juga akan terganggu, jadi jangan sampai kelebihan dalam mengkonsumsi vitamin ini. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air, tapi larut dalam lemak. Artinya, bila kelebihan vitamin ini akan tertimbun dalam tubuh karena tak bisa dibuang seperti layaknya vitamin yang larut dalam air yang bisa dibuang lewat keringat atau air kencing. Sedikit demi sedikit akan tertimbun, yang makin lama akan makin banyak. Kelebihan vitamin A akan terjadi hipervitaminosis A dengan berakibat timbul hiperkeratinisasi yaitu Kulitnya akan terlihat tebal dan bersisik. Pada janin kelebihan vitamin A akan menyebabkan abnormalitas, terutama janin akan mengalami uroginital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing dan kelamin. Juga akan membuat cacat bentuk wajah, kepala, serta jantung janin. Janin juga bisa mengalami mikrosefali (ukuran kepala kecil), sehingga menimbulkan gangguan sistem saraf pusat karena ukuran kecil tersebut. Selain itu, terdapat gangguan kelenjar adrenal; yang membuat hormon adrenalin, karena kelenjar ini pun menjadi kecil. Waktu rentan terjadinya kecacatan akibat kelebihan vitamin A adalah sekitar trimester I dan II kehamilan. Sebab, saat inilah organ-organ tubuh janin sedang terbentuk
          • Vitamin A dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayur-sayuran berwarna merah, hijau atau kuning ( wortel, ubi jalar, bayam, dan selada), mangga, melon, cabai, paprika, mentega, keju, susu, kuning telur dan lain-lain. Vitamin A juga dapat diberikan dalam bentuk kapsul minyak ikan, biasanya diberikan pada trisemester ketiga.
          Kebutuhan Vitamin C
          • Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan dan dibutuhkan untuk membentuk kolagen dan menghantar sinyal kimia di otak. Vitamin inilah yang dibutuhkan untuk ibu hamil yang berfungsi untuk menyerap zat besi. Selain itu vitamin C juga meningkatkan penyerapan asam folat, mengurangi risiko pre-eklampsia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi, membantu agar plasenta kuat, membantu penyembuhan luka dan juga sangat baik untuk kesehatan gusi dan gigi.
          • Konsumsi Vitamin C pada ibu hamil disarankan mengonsumsi 85-120mg per hari. Untuk ibu hamil, tidak dianjurkan mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Karena dapat memicu keguguran janin yang dikandungnya akibat adanya tekanan progesteron. Bagi mereka yang memiliki kadar zat besi tinggi atau pada orang yang penyakit kelebihan zat besi (hemochromatosis) tidak dianjurkan mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi dimana vitamin C membantu penyerapan zat besi ke dalam tubuh lebih cepat. Selain itu konsumsi vitamin C juga dapat menyebabkan penumpukan batu di ginjal. Menghilangkan kelebihan vitamin C ini dapat dilakukan dengan terapi konsumsi air putih secara rutin dan lebih dari seharusnya atau dengan memakan buah yang mengandung banyak air seperti melon dan semangka. Sehingga pembentukan urin di ginjal tidak terbebani karena penyerapan air ke dalam tubuh membantu urin bersifat lebih encer dan tidak kental. Jika terlalu kental urin manusia yaitu kekurangan konsumsi air, maka batu ginjal bisa terjadi.
          • Ibu dapat dengan mudah memperoleh vitamin C dari kacang-kacangan, sayuran, blimbing, paprika, buah-buahan, seperti jeruk, tomat, kiwi, jambu biji, papaya, dan lain-lain. Selain itu dapat juga mengkonsumsinya dalam bentuk suplemen bersamaan dengan suplemen zat besi. Biasanya suplemen untuk ibu hamil mengandung vitamin dan mineral yang lengkap dalam satu kemasan (pil atau tablet).
          Kebutuhan Vitamin D
          • Vitamin D mengatur jumlah kalsium (Ca) dan fosfat dalam tubuh, yaitu dengan membantu penyerapan kalsium di usus dan masuknya kalsium dari darah dan jaringan ke sel-sel tulang untuk menguatkan tulang dan menjaga tulang serta gigi yang sehat. Dalam kehamilan, vitamin D berguna sebagai nutrisi tulang pada janin juga pada ibu hamil yang rentan terkena penyakit tulang karena vitamin ini menyerap kalsium dan untuk menghindari terjadinya rakhitis (penyakit yang mempengaruhi perkembangan tulang pada anak-anak) saat bayi sudah dilahirkan. Vitamin D juga sangat bagus untuk merangsang kemampuan psikomotrik bayi yaitu kecakapan dalam mengontrol gerakan secara fisik.
          • Ibu hamil setidaknya harus mengkonsumsi suplemen vitamin D sebanyak 10 mikrogram setiap hari ketika sedang hamil dan pada saat menyusui atau juga perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D selama kehamilan untuk beberapa bulan pertama kehamilan.
          • Sumber terbaik vitamin D adalah sinar matahari yang terpapar secara langsung dengan kulit pada pagi hari. Jumlah waktu yang dibutuhkan di bawah sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D yang cukup berbeda dengan setiap orang, dan tergantung pada hal-hal seperti jenis kulit. Selain itu vitamin D dapat ditemukan secara alami pada minyak ikan (seperti salmon, makarel dan sarden), ikan hering, susu, kuning telur dan daging. Beberapa produsen menambahkannya ke beberapa sereal sarapan, produk kedelai, beberapa produk susu yang telah diperkaya vitamin D dan margarin.
          Kebutuhan Vitamin E dan vitamin K
          • Vitamin E atau nama lainnya adalah tokoferol merupakan kombinasi dari delapan ikatan molekul. Vitamin E banyak dijumpai pada gandum, kapri juga tauge. Vitamin E sangat baik untuk melindungi jenis asam lemak yang penting bagi janin, menjaga keutuhan dinding sel sehingga kerusakan sel telur pada wanita akibat oksidasi mampu dihindari karena berfungsi sebagai antioksidans. Vitamin ini bekerja dengan cara merubah dirinya menjadi radikal, kemudian merusak rantai reaksi radikal bebas, setelah itu dia akan beregenerasi menjadi vitamin E kembali sehingga tidak membahayakan tubuh manusia. Vitamin E juga menjaga kualitas sel kulit ibu yang mengalami banyak ketegangan dan perenggangan saat hamil. Menurut Dr. Graham Devereux, dari Department of Environmental and Occupational Medicine dari University of Aberdeen, Scotland, kekurangan vitamin E pada wanita hamil juga dapat menyebabkan anak yang dilahirkan beresiko terkena asma.
          • Vitamin terakhir adalah K. Jenis vitamin ini juga dibutuhkan ibu karena ia berperan dalam membentuk pembekuan darah. Kekurangan vitamin K akan membuat darah sukar membeku karena protein yang berfungsi untuk proses pembekuan tidak tersintesis. Selain itu vitamin K juga dapat menyehatkan tulang dengan cara memacu kerja osteokalsin (protein tulang). Selain itu asam gamma karboksi glutamate dapat menarik kalsium sehingga tulang menjadi kuat, keras dan padat. Vitamin K penting dikonsumsi pada masa kehamilan trimester akhir pada ibu dengan kolestasis (gangguan saluran empedu). Vitamin K lazim ditemukan pada sayuran hijau dan dibentuk di tubuh dari kuman di usus.
          Kebutuhan Mineral

          Kebutuhan Zat Besi
          • Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin yaitu protein di sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan tubuh. Hemoglobin merupakan pembawa Oksigen yang baik dimana hemoglobin itu sendiri terdiri dari gugus heme dan globin. Setiap gugus globin mengandung 4 macam heme, dan gugus heme berikatan dengan polipeptida melalui Fe (besi) yang terikat dengan residu histidin dari polipeptida. Fe inilah yang mengikat oksigen, jadi oksigen itu di ikat oleh Hb, tepatnya pada Fe, dimana Fe ini diikat pada rantai heme, dan 4 rantai heme ini terikat dalam satu gugus globin (dari sini dapat dipahamin, bahwa jika kekeurangan zat besi, maka kita akan kekurangan pengikatan oksigen). Anemia terjadi ketika jumlah atau ukuran sel darah merah seseorang terlalu rendah.
          • Selama kehamilan, volume darah bertambah untuk menampung perubahan pada tubuh ibu dan pasokan darah bayi. Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut hidremia atau hipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah. Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu. Hal ini menyebabkan kebutuhan zat besi bertambah sekitar dua kali lipat. Jika kebutuhan zat besi tidak tercukupi, maka hemoglobin yang salah satu unsur pembentuknya adalah zat besi berkurang, akibatnya terjadilah anemia. Karena berhubungan dengan zat besi, makanya disebut anemia defisiensi besi. Adanya anemia ini akan menyebabkan suplay oksigen berkurang sehingga ibu hamil akan mudah lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang, keluhan mual muntah pada hamil muda dan rentan infeksi, juga beresiko melahirkan bayi prematur dan berat badan lahir rendah. Janin juga membutuhkan zat besi untuk mengikat oksigen dari darah yang melalui plasenta, jika zat besi berkurang, maka oksigen tidak bisa diikat, akibatnya janin kekurangan oksigen dan dapat meninggal dalam kandungan.
          • Selain untuk mengangkut oksigen, besi juga bagus untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Kebutuhan zat besi selama kehamilan adalah 27-60 mg sehari yaitu 50% diatas kebutuhan normal. Sebagian besar ahli kesehatan menganjurkan konsumsi suplemen yang memberikan 30 mg zat besi per hari karena mineral ini sukar sekali terpenuhi melalui makanan dan pada wanita yang mengalamin anemia diberikan 60 mg besi perhari. Secara alami, zat besi dapat diperoleh dari sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya) daging merah, ikan, hati, unggas, kacang-kacangan dan padi-padian. Suplementasi zat besi semasa hamil terbukti membantu mencegah defisiensi zat besi.
          • Kekurangan zat besi dapat mempertinggi resiko komplikasi disaat persalinan dan resiko melahirkan bayi berat lahir rendah dan prematur, aborsi spontan, kematian bayi saat lahir dan kematian. Anemia dalam kehamilan dapat berpengaruh buruk terutama saat kehamilan, persalinan dan nifas atau masa sesudah persalinan. Selain itu anemia pada ibu dapat menyebabkan pendarahan post partum atau pendarahan setelah melahirkan. Pada ibu dengan anemia, saat postpartum akan mengalami atonia uteri. Hal ini disebabkan karena oksigen yang dikirim ke uterus kurang. Jumlah oksigen dalam darah yang kurang menyebabkan otot-otot uterus tidak berkontraksi dengan adekuat sehingga timbul atonia uteri (uterus tidak bisa berkontraksi) yang mengakibatkan perdarahan banyak. Kelebihan zat besi juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya hemokromatis neonatus. Hemokromatosis neonatus adalah kondisi kelebihan zat besi sistemik yang parah yang berhubungan dengan bayi baru lahir yang mengalami kegagalan hati. Kelebihan zat besi juga menyebabkan gangguan pada otak karena Neurodegenerasi dengan akumulasi besi pada otak. Masalah Pencernaan (Mual, Muntah, Sembelit, Sakit perut, Diare dan menimbulkan korosi pada lapisan usus yang menyebabkan ulserasi.) Perubahan warna gig, warna kebiruan muncul di bibir, telapak tangan, dan kuku.
          Kebutuhan Kalsium
          • Kalsium dan juga vitamin D, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis, oleh karena itu, kalsium ini harus selalu terpenuhi karena bila tidak ibu hamil tersebut akan rentan terkena penyakit osteoporosis dan gangguan pada gigi dan tulang janin. Selain itu, kalsium digunakan dalam pembekuan darah, mempersiapkan ASI dan juga dibutuhkan untuk membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi, juga untuk mengantarkan sinyal saraf, kontraksi otot dan sekresi hormon.
          • Janin mengumpulkan kalsium dari ibunya sekitar 30 sampai 40 mg sehari untuk pembentukan tulang-tulangnya dan ini terlebih pada trimester ketiga kehamilan. Ibu hamil dan bayi membutuhkan kalsium untuk menguatkan tulang dan gigi. Jika kebutuhan kalsium janin tidak tercukupi, maka janin akan mengambil kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu, sehingga tubuh ibu hamil tersebut kekurangan asupan kalsium. Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg per hari, diperkirakan 0,2-0,7 gram kalsium tertahan dalam badan ibu hamil dan kiranya ini cukup untuk pertumbuhan janin tanpa mengganggu kadar kalsium ibu.
          • Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau, ikan teri, buah almod, biji wijen, tempe, kuning telur, kerang-kerangan dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C. Yang perlu di ingat, Kalsium yang dikonsumsi –dalam bentuk makanan, minuman atau suplementasi– tidak semuanya diserap tubuh, namun sebagian akan dikeluarkan kembali oleh tubuh. Kalsium pada makan dan minuman yang dikonsumsi, bentuknya adalah campuran dengan bahan lain: karbonat, sitrat, atau laktat. Saat dicerna tubuh, kalsium campuran akan terurai menjadi kalsium murni atau elementer, yang siap diserap ke dalam darah. Itu sebabnya, ketika memilih suplementasi kalsium, lihat campuran kalsium yang dikandung, sebab akan menentukan kadar kalsium murni yang dapat diserap tubuh. Saat ini, kalsium karbonat paling banyak digunakan, karena memiliki persentasi kalsium murni cukup tinggi sekitar 40%, meski perlu asam lambung yang lebih banyak untuk mencernanya, sehingga sebaiknya dikonsumsi bersama makanan. Kebutuhan kalsium ibuhamil sekitar 1000 mg per hari, adalah kalsium murni atau elementer.
          • Tubuh tidak dapat menyerap kalsium bila tidak memiliki cukup magnesium dan fosfor. Magnesium dan fosfor mengubah bentuk kalsium sehingga dapat diserap tubuh. Kalsium dan magnesium diedarkan oleh tubuh melalui albumin dalam darah. Terlalu banyak kalsium akan membuat magnesium terdesak dari albumin sehingga tidak tersalurkan lewat darah dan tubuh akan kekurangan magnesium. Bila tidak cukup mendapat magnesium, ginjal tidak dapat memproses kalsium sehingga dapat terjadi endapan batu ginjal. Selain fosfor dan magnesium, vitamin D, zinc dan zat besi juga diperlukan dalam pengolahan kalsium dan dapat terdesak peranannya oleh kalsium yang berlebihan. Konsumsi kalsium, magnesium, fosfor, vitamin D, zinc dan zat besi harus berimbang agar tubuh tetap sehat.
          Kebutuhan Zinc (seng)
          • Zinc (seng) sebagai zat gizi mikro memiliki fungsi katalitik, terdiri atas hampir 300 macam enzim yang berperan dalam sintesis dan degradasi karbohidrat, lemak, dan protein serta metabolisme zat gizi mikro lainnya. Seng juga memiliki fungsi struktural, yaitu berperan penting dalam kestabilan struktur protein enzim dan membran sel. Selain itu, seng juga memiliki fungsi regulasi, ketika ‘zinc finger protein’ meregulasi ekspresi gen dengan bertindak sebagai faktor transkripsi (berikatan dengan DNA dan mempengaruhi transkripsi gen spesifik).
          • Seng juga sangat penting bagi kesehatan ibu hamil dan bayi. Seng dibutuhkan untuk menghindari resiko lahir prematur dan berat badan lahir rendah. Seng juga untuk pertumbuhan, penyembuhan luka, kekebalan tubuh dan memperbaiki fungsi organ perasa (penglihatan, penciuman dan pengecap).
          • Kebutuhan zat seng adalah 10-15 mg sehari. Di AS, angka kecukupan gizi harian seng semasa hamil adalah 11 mg. Kebutuhan zinc (seng) ini meningkat 5mg dari normal karena tingkat seng yang rendah akan menyebabkan kelahiran prematur dan berat bayi lahir rendah. Tanda-tanda mereka yang mengalami defisiensi seng, antara lain: pertumbuhannya terhambat, rambut rontok, terhambatnya kematangan seksual, terhambatnya pematangan tulang, luka pada kulit, diare, rentan terkena penyakit infeksi karena gangguan sistem imunitas, hilangnya nafsu makan karena gangguan pengecapan, serta perubahan perilaku.
          • Zat ini dapat ditemukan secara alami pada daging merah, hati, seafood, gandum utuh, kacang-kacangan dan beberapa sereal sarapan yang telah difortifikasi zat seng. Banyak wanita merasa lebih mudah memenuhi kebutuhan mereka dengan cara mengkonsumsi suplemen yang diperkaya seng, namun, suplemen seng memiliki efek samping dengan obat seperti antibiotik kuinolon (seperti Cipro) dan antibiotik tetrasiklin (seperti Achromycin dan Sumycin) yang menghambat penyerapan seng dalam saluran pencernaan. Karena kebutuhan sebenarnya sangat sedikit, kalau bisa asupan mineral seng diambil dari bahan-bahan pangan alami saja.
          Kebutuhan Fosfor, Magnesium, Natrium dan Fosfor
          • Fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat yang terdapat dalam tubuh sebanyak 80% berada dalam tulang dan gigi. Fungsi utamanya sebagai pemberi energi dan kekuatan untuk metabolisme lemak dan pati, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi pada janin, untuk sintesa DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium yang dibutuhkan janin dan ibu hamil. Kebutuhan Fosfor selama kehamilan sebesar 0,7mg, jadi kebutuhannya sangat kecil sehingga dapat diperoleh dari makanan. Kandungan fosfor dalam makanan banyak terdapat dalam makanan yang tinggi protein, seperti ikan, ayam, daging, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan serelia atau gandum. Peranan fosfor sebagai pengkalsifikasi tulang dan gigi, terjadi diawali pengendapan fosfor dan menempati matriks tulang, jika kemudian tulang mengalami kekurangan fosfor, maka akan terjadi peningkatan enzim fosfatase yang kerjanya melepaskan fosfor yang ada pada jaringan tubuh ke aliran darah. tujuannya agar mampu memperoleh keseimbangan dengan perbandingan kalsium yang penting untuk tulang dan gigi.
          • Magnesium merupakan mineral yang sangat penting untuk setiap sel tubuh. Ia memiliki lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh kita. Tanpa magnesium, sistem saraf terganggu, kadar insulin kacau, dan jantung kehilangan iramanya. Kekurangan magnesium juga dapat mengakibatkan kram betis dan perut, keguguran dan melahirkan prematur. Magnesium juga berkontribusi penting untuk mencegah osteoporosis karena ia berperan besar dalam penyerapan kalsium. Oleh karena itu, meski kebutuhan kalsium sudah cukup, jika kekurangan magnesium, maka kalsium tak akan bisa diserap tubuh. Komposisi antara kalsium dan magnesium adalah dua banding satu, jadi seperti dijelaskan diatas, bahwa pada kehamilan konsumsi kalsium pada wanita hamil sebesar 1.000 mg kalsium, maka kebutuhan magnesium tubuh pada wanita hamil adalah 500 mg. Sekitar 50 persen magnesium dalam tubuh terdapat dalam tulang.
          • Garam dapur sebagai salah satu sumber utama natrium, selalu ada pada makanan yang kita santap. natrium berperan dalam metabolisme air dan bersifat mengikat cairan dalam jaringan sehingga mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh pada ibu hamil. Kurangnya konsumsi natrium dapat menyebabkan volume darah menurun yang membuat tekanan darah menurun, denyut jantung meningkat, pusing, kadang-kadang disertai kram otot, lemas, lelah, kehilangan selera makan, daya ingat menurun, daya tahan terhadap infeksi menurun, luka sukar sembuh, gangguan penglihatan, rambut tidak sehat dan terbelah ujungnya, serta terbentuknya bercak-bercak putih di kuku. Kebutuhan natrium meningkat seiring dengan meningkatnya kerja ginjal. Kebutuhan natrium ibu hamil sekitar 2000 hingga 8000 mg per hari. Beberapa ibu yang terkena darah tinggi atau preeklamsia bahkan tidak memerlukan tambahan akan konsumsi garam. Bahan pangan, baik nabati maupun hewani, merupakan sumber alami natrium. Umumnya pangan hewani mengandung natrium lebih banyak dibandingkan dengan nabati. Namun, sumber utamanya garam dapur (NaCl), soda kue (natrium bikarbonat), penyedap rasa monosodium glutamat (MSG), serta bahan-bahan pengawet yang digunakan pada pangan olahan. Natrium juga mudah ditemukan dalam makanan sehari-hari, seperti pada kecap, makanan hasil laut, makanan siap saji (fast food), serta makanan ringan (snack). Hindari risiko kaki bengkak serta tekanan darah tinggi dengan membatasi konsumsi garam.
          • Fluor diperlukan tubuh untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Kekurangan fluor menyebabkan pembentukan gigi tidak sempurna. Fluor terdapat dalam air minum.
          Kebutuhan Yodium atau Iodine
          • Yodium atau Iodine adalah komponen hormon tiroid yang berperan penting dalam pertumbuhan dan pembelahan sel. Kekurangan yodium ( Iodine deficiency ) pada tahap awal pengembangan fisik, yaitu pada masa embrio dan awal kehidupan dapat menyebabkan kekurangan hormon tiroid ( thyroid hormone ) yang berdampak keterbelakangan fisik dan mental berat yang berkelanjutan menjadi kretinisme. Kecerdasan seorang anak juga bisa ditentukan oleh konsumsi yodium yang cukup selama kehamilan. Yodium amat penting bagi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon, kekurangan hormon tiroid menyebabkan hypothyroidism yang berefek langsung pada perkembangan otak janin.Wanita hamil dan yang merencanakan kehamilan harus memastikan asupan yodiumnya memadai.
          • Dalam sehari, ibu hamil setidaknya membutuhkan asupan yodium sebanyak 220 mcg, sementara untuk ibu menyusui membutuhkan yodium sebanyak 290 mcg. Gangguan fungsi tiroid akibat kekurangan yodium akan menyebabkan tubuh kurang berenergi. Bahkan jika sudah parah akan menyebabkan kerusakan sebagian otak dan kretinisme, yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif otak.
          • Sumber makanan yang baik adalah garam yang mengandung yodium, namun garam bukanlah satu-satunya sumber yodium yaitu antara lain makanan laut seperti ikan, kerang, cumi-cumi dan rumput laut, produk susu, kentang. Wanita yang menghindari makanan tersebut sebaiknya mencari sumber alternatif. Suplemen rumput laut harus dibatasi konsumsinya karena memiliki kadar yodium yang berlebihan, kita juga perlu berhati-hati dalam mengonsumsi yodium karena saat ini makanan kemasan umumnya mengandung garam tinggi. Kelebihan yodium bisa memicu hipertensi.

          DIET DAN PENGAWASAN BERAT BADAN

          Diet dan pengawasan berat badan penting untuk diperhatikan oleh seorang ibu pada masa kehamilannya. Kekurangan atau kelebihan nutrisi, dapat menyebabkan kelainan yang tidak diinginkan pada wanita hamil tersebut. Perkembangan janin mengalami masa kritis sejak minggu pertama hingga akhir minggu ke-7, hal ini karena pada masa itu ada pembentukan berbagai organ-organ vital janin, sistim saraf pusat, otak, jantung, panca indra, alat kelamin dan lainnya. Dimasa itu kebutuhan gizi akan terus meningkat.

          Seperti yang telah di jelaskan diatas, bahwa kekurangan makanan yang bergizi dapat menyebabkan anemia, abortus (keguguran), partus prematurus (persalinan yang terjadi belum cukup bulan), inersia uteri, hemoragia post partum, sepsis puerperalis dan sebagainya. Sedangkan makanan yang berlebihan karena wanita hamil tersebut biasanya salah mengerti bahwa dia makan untuk dua orang dapat pula mengakibatkan kegemukan atau obesitas. Adanya obesitas ini akan sangat berpengaruh bagi kesehatan ibu dan janin. Pada ibu akan rentan terkena preeklamsia ditandai dengan tekanan darah yang meningkat dan proteinuria, Kaki bengkak dan terjadi penimbunan cairan tubuh. Akibatnya, aliran darah ke janin terhambat, dan dapat berakibat fatal.
          Selain itu ibu hamil yang obes juga akan mudah terkena diabetes gestasional. Selain itu biasanya ibu yang sangat obes, akan susah melahirkan normal, sehingga disarankan untuk melakukan operasi caesar sebagai satu-satunya pilihan bersalin. Infeksi pasca persalinan juga meningkat, karena proses persalinan biasanya sulit dan lama. Risiko pada bayi juga dapat terjadi akibat ibunya mengalami obesitas selama kehamilan yaitu maskrosomia atau kelebihan berat badan, ukuran janin yang terlalu besar (lebar bahu lebih besar dari diameter kepala) menyulitkan proses lahir dan meningkatkan komplikasi persalinan.

          Anjurkanlah wanita hamil makan secukupnya saja. bahan makanan tidak harus mahal, asalkan memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak dan vitamin serta mineral yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Selain itu kebersihan makanan juga haruslah diperhatikan. Seperti diketahui kebutuhan akan gizi selama kehamilan akan meningkat. Adapun kebutuhan ini dipergunakan antara lain untuk pertumbuhan plasenta, pertambahan volume darah, mamae yang membesar dan metabolisme basal yang meningkat pada saat kehamilan.

          Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) naik, sistem endokrin juga meninggi dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya. Basal Metabolic Rate (BMR) adalah kebutuhan energi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan proses tubuh yang vital. Kebutuhan energi metabolisme basal termasuk jumlah energi yang diperlukan untuk pernapasan, peredaran darah, pekerjaan ginjal, pankreas, dan lain-lain alat tubuh, serta untuk proses metabolisme di dalam sel-sel dan untuk mempertahankan suhu tubuh. BMR pada wanita hamil, meningkat 15-20% yang umumnya di temukan pada triwulan terakhir. Kalori yang di butuhkan untuk itu terutama di peroleh dari pembakaran hidrat arang atau karbohidrat, khususnya sesudah kehamilan 20 minggu keatas. Akan tetapi bila dibutuhkan dipakailah lemak ibu untuk mendapatkan tambahan kalori dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam keadaan biasa wanita hamil cukup hemat dalam pemakaian tenaganya.

          Mengenai lemak, telah dikemukakan bahwa hormon somatomammotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak dan mamae, lemak terhimpun pula pada badan, paha dan lengan wanita hamil. Kadar kolesterol dapat meningkat sampai 350mg atau lebih per 100 ml. Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira 6,5-16,5 kg, rata-rata 12,5 kilogram. Berat badan selama kehamilan bertambah karena adanya janin, cairan amnion, plasenta, volume darah meningkat, pembesaran rahim dan payudara. janin beratnya mencapai kurang lebih 3,2 kg, cairan amnion, plasenta, lemak, darah dan cairan lain sekitar 3,6-7,4kg. sementara rahim dan payudara beratnya menjadi 1,8-2,2kg. Pertambahan berat total sangat bergantung kepada berat badan ibu sebelum hamil. Kegemukan pada ibu hamil berdampak pada bayi dalam kandungan. Risikonya, melahirkan bayi kecil atau bayi dengan berat lahir rendah, prematur. Kegemukan pada ibu hamil juga menyulitkan persalinan atau juga menyebabkan penyakit preeklamsia atau keracunan pada kehamilan.

          Kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Kelainan berat badan yang terlalu banyak sering ditemukan pada pre-eklamsia. Preeklamsia adalah gangguan multisistem spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) dan proteinuria (adanya protein dalam urin). Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan serangkaian tes di trimester awal. Perlu dilakukan pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan pengukuran berat badan. Pemeriksaan ini diulang lagi di akhir trimester 3 untuk mengetahui apakah sang ibu berisiko terkena diabetes dan hipertensi. Selanjutnya, dilakukan pemantauan terhadap perkembangan janin dari bulan ke bulan.

          Bila berat badan naik lebih dari semestinya, anjurkan untuk mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat. Lemak jangan dikurangin, terlebih sayur mayur dan buah-buahan. Yang terpenting, komposisi makanan harus seimbang. Selain mengatur pola makan, dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik. Jalan pagi sangat baik untuk menjaga konsisi ibu tetap sehat. Pada wanita hamil yang mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan, sebaiknya wanita tersebut diawasi dan diberi pengertian, sehingga berat badanya hanya naik 2 kg tiap bulan sesudah kehamilan 20 minggu. Dan adanya penurunan berat badan dalam bulan terakhir kehamilan dianggap sebagai suatu tanda yang baik.

          Bila berat badan tetap saja atau bahkan menurun, semua makanan dianjurkan, terutama yang mengandung protein dan zat besi. Seandainya terdapat endema (pembengkakan) pada kaki, sedangkan kenaikan berat badan sesuai dengan kehamilan, maka anjurkan untuk tidak memakan makanan yang mengandung garam atau makanan yang mengandung ion natrium dan klorida.

          MAKANAN YANG PANTANG

          Beberapa jenis makanan yang akan dijelaskan berikut ini memang sering ada di sekitar kita. Oleh karena itu, para calon ibu harus benar-benar memperhatikan beberapa jenis makanan yang dimaksud. Berikut makanan yang menjadi pantangan ibu hamil
          • Cemilan dan Mie Instan. Didalam mie instan atau cemilan, ada kandungan yang dirasa tidak cocok bagi ibu hamil yaitu MSG. Biasanya gejala yang dialami bila dikonsumsi berlebih merasa kepala pusing, sesak nafas dan jantung sering berdebar-debar. Saraf janin mulai terganggu semenjak sebelum melahirkan dan setelah melahirkan. Banyak cemilan juga akan meningkatkan berat badan yang berlebihan sehingga menyebabkan obesitas. Disarankan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat, karena pada wanita hamil sering mengalami konstipasi.
          • Makanan yang dikemas. Biasanya makanan tersebut berupa kornet, nugget dan sosis. Yang harus diwaspadai ialah bahan pengawetnya. Akibat yang ditimbulkan ialah adanya terhambatnya pertumbuhan syaraf yang ada di otak sang janin dan terjadi gangguan pencernaan pada sang ibu.
          • Mengkonsumsi vitamin dalam jumlah berlebihan itu juga berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin, karena pada beberapa vitamin, terutama vitamin yang tidak larut dalam air seperti vitamin A dan D akan menumpuk dalam tubuh dan berakibat kurang baik bagi kesehatan.
          • Makanan Jajanan. Mie ayam, bakso dan siomay merupakan contoh dari makanan jajanan. Bahaya yang dirasakan ialah kandungan pengawet makanan, boraks dan MSG. Lalu akibat yang dialami ialah adanya gangguan pada saraf janin, hiperaktif dan autis pada anak.
          • Makanan Lalapan. Jenis lalapan yang dikonsumsi harus benar-benar menyehatkan artinya kebersihannya juga harus terjaga. Karena didalam makanan lalapan masih menempel parasit toksoplasma. Akibatnya sang janin bisa terganggu perkembangannya dan bisa mengakibatkan autis serta hiperaktif.
          • Menghindari makanan laut dengan merkuri yang tinggi. Sebab, hal ini bisa merusak otak bayi. Selain itu, upayakan menghindari sajian makanan ikan hiu, king mackerel, kepiting, udang, dan salmon.
          • Makanan yang tak dipasteurisasi (proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme) dapat berisi makanan memiliki risiko penyakit bawaan. Oleh karena itu, menghindari produk susu yang tidak dipasteurisasi sangat penting.
          • Saat wanita hamil, upayakan untuk benar-benar menghindari asupan kafein, teh, dan alcohol. Pasalnya, hal ini dapat mencegah anak lahir dengan keadaan cacat atau komplikasi. Ketiga minuman itu juga meningkatkan risiko keguguran pada bumil. Selain itu alkohol, kafein dan rokok dapat mengurangi kadar asam folat pada ibu hamil.

          SLIMING CAPSUL
          Suplement pelangsing terbaik. Lulus Standard GMP (Good Manufacturing Practice) dan uji tes SGS. Pesan sekarang Juga!!!
          sikkahoder.blogspot
          ABE CELL
          (Jamu Tetes)Mengatasi diabetes, hypertensi, kanker payudara, mengurangi resiko stroke, meningkatkan fungsi otak, dll.
          sikkahoder.blogspot
          MASKER JERAWAT
          Theraskin Acne Mask (Masker bentuk pasta untuk kulit berjerawat). Untuk membantu mengeringkan jerawat.
          sikkahoder.blogspot
          ADHA EKONOMIS
          Melindungi kulit terhadap efek buruk sinar matahari, menjadikan kulit tampak lenih cerah dan menyamarkan noda hitam di wajah.
          sikkahoder.blogspot
          BIO GLOKUL
          Khusus dari tanaman obat pilihan untuk penderita kencing manis (Diabetes) sehingga dapat membantu menstabilkan gula darah
          sikkahoder.blogspot


          ADVERTISE HERE Ads by Sikkahoder
          Body Whitening
          Mengandung vit C+E, AHA, Pelembab, SPF 30, Fragrance, n Solk Protein yang memutihkan kulit secara bertahap dan PERMANEN!!
          Sikkahoder.blogspot
          PENYEDOT KOMEDO
          Dengan alat ini, tidak perlu lg memencet hidung, atau bagian wajah lainnya untuk mengeluarkan komedo.
          Sikkahoder.blogspot
          Obat Keputihan
          Crystal-X adalah produk dari bahan-bahan alami yang mengandung Sulfur, Antiseptik, Minyak Vinieill. Membersihkan alat reproduksi wanita hingga kedalam.
          Sikkahoder.blogspot
          DAWASIR
          Obat herbal yang diramu khusus bagi penderita Wasir (Ambeien), juga bermanfaat untuk melancarkan buang air besar dan mengurangi peradangan pada pembuluh darah anus
          Sikkahoder.blogspot
          TERMOMETER DIGITAL
          Termometer digital dengan suara Beep. Mudah digunakan, gampang dibaca dengan display LCD dan suara beep ketika selesai mendeteksi suhu.
          Sikkahoder.blogspot


          ADVERTISE HERE Ads by Sikkahoder